ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
KONDANGAN KE TEMPAT MANTAN


__ADS_3

gaes ini tuh satu bab tapi panjang banget ! besok aku up lagi ya..aku ngantuk banget ini lah..🤣🤭😘❤


Dua minggu kemudian..


"Sayang, coba gaun yang ini pasti lebih cantik kau memakainya." Ucap Zio memberikan gaun bewarna baby pink pada istrinya.


"Baiklah, akan ku pakai. Jagalah Keenan sebentar." Balas Jihan bangkit dari atas ranjang setelah menyusui Keenan, ia kemudian mengambil gaun dari tangan suaminya dan berganti pakaian di ruang ganti.


Zio mengambil Keenan yang tampak memperhatikannya sejak tadi, Zio menggendongnya dan mengajaknya ke balkon melihat pemandangan.


"Aku sudah siap, Mas." Ucap Jihan menghampiri suaminya. Jihan sudah mengenakan pakaian yang diberikan oleh suaminya dan berdandan cantik.


Zio melihat istrinya sangat cantik itu matanya tak lantas mau berkedip. Ia benar-benar sangat beruntung memiliki istri yang baik dan cantik sepertinya.


"Sini berikan Keenan padaku, pangeran kita harus di dandani supaya terlihat tampan." Ucap Jihan mengambil Keenan dari tangan suaminya.


Zio mendekat ke arah Jihan dan mengecup kening istrinya itu kemudian ia berganti pakaian. Jihan membawa Keenan ke kamarnya memilih pakaian yang cocok untuk anaknya itu, bahkan ia menyuruh Lita juga berganti pakaian.


"Memangnya kita mau kemana, Nyonya ?" Tanya Lita pada Jihan


"Kita akan pergi kondangan ke rumah Romi, Asissten suamiku." Jawab Jihan sambil memakaikan pakaian pada Keenan.


"Baik Nyonya." Balas Lita kemudian.


Beberapa waktu kemudian Jihan, Zio, dan Lita datang ke kediaman Romi. Di sana sudah tampak ramai karena acara ijab kobul antara Romi dan Bianca akan di langsungkan.


Setelah acara ijab kobul itu selesai tibalah acara resepsi pernikahan diantara Romi dan Bianca. Resepsi pernikahan mereka yang diadakan di halaman belakang rumah mereka yang memang sangat luas.


Halaman belakang rumah yang terdapat kolam renang dan berbagai tanaman buah di sana. Dulu Zio membeli rumah itu untuk Romi sebagai ucapan terimakasih karena Romi sudah bekerja dengan baik dan cekatan dalam membantunya mengurus bisnis yang ia bangun.


Itulah mengapa Zio sangat royal pada Romi apapun tak masalah ia berikan pada Romi asalkan Romi selalu setia dan tidak mengecewakannya saat bekerja dengannya.


"Selamat, Rom. Akhirnya kau menikah juga !" Ucap Zio memeluk Romi


"Terimakasih Tuan." Jawab Romi tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Selamat Bianca, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan." Ucap Jihan memberikan selamat pada Bianca.


"Aamiin, Terimakasih Jihan." Jawab Bianca kemudian memeluk Jihan.


Tiba-tiba Mayang dan Rayyan yang berada dibelakang Jihan dan Zio juga memberikan selamat pada Romi dan Bianca. Selanjutnya mereka berenam melakukan sesi foto bersama.


Setelah mereka berfoto-foto Jihan dan Zio kembali duduk di kursi mereka termasuk juga Mayang dan Rayyan.


"Mereka seperti keluarga bahagia." Ucap Jihan melihat Romi dan Bianca yang sedang berfoto bersama Valeria ditengah mereka.


"Sulit diartikan sebenarnya apa status Romi ? Duda beranak, Bujangan tapi beranak, atau Duda bukan Bujangan bukan ?" Ucap Rayyan terkekeh melihat membayangkan jadi Romi.


Mayang mencubit perut suaminya hingga ia meringis kesakitan. "Jaga bicaramu Bang, atau kau mau puasa satu bulan ?" Ancam Mayang pada suaminya.


Zio dan Jihan hanya bisa tertawa melihat interaksi antara sepupunya itu. Tiba-tiba Mama Sonia dan Papa Anggara menghampiri mereka dan Mama Sonia langsung menggendong Keenan dari tangan Lita.


"Tampan sekali cucu Grand Ma." Ucap Sonia mengajak Keenan berinteraksi.


"Kenapa Papa dan Mama baru datang ?" Tanya Zio


"Jalanan sangat macet." Keluh Anggara


Tiba-tiba mata Mayang menangkap sosok Devan yang hendak menghampiri Romi dan Bianca ia memberikan selamat pada pasangan pengantin itu. Setelah itu Devan hendak pergi dari tempat acara namun Devan ditahan oleh beberapa teman Ayahnya yang juga hadir di acara pernikahan tersebut.


"Bukankah itu Devan ?" Ucap Mayang yang membuat Jihan menoleh ke arah pandang Mayang.


"Dia bahkan datang ke acara pernikahan Bianca." Ucap Mayang lagi.


"Sudahlah jangan kepo dengan urusan orang lain." Balas Jihan memperingati sahabatnya.


"Iya baiklah." Ucap Mayang pelan.


Lita permisi ke toilet karena ia sudah tidak tahan ingin buang air kecil. Setelah ia dari toilet dan hendak kembali ke kursi rombongan majikannya. Ia tiba-tiba tak sengaja menabrak seorang lelaki.


Lelaki itu adalah Devan. Devan membulatkan kedua matanya begitupun Lita ia sangat terkejut kenapa Devan bisa ada di acara pernikahan Asissten majikannya.

__ADS_1


"Thalita.." Sebut Devan pada Lita.


Devan sudah lama mengenal Lita. Thalita yang disapa Lita itu merupakan anak seorang konglomerat yang kabur pada acara perjodohan dengan Devan.


Namun Lita menolak perjodohan itu dan kabur dari rumah hingga bersembunyi dikediaman Jihan sebagai seorang pengasuh.


Jantung Lita berdegup dengan kencang saat melihat Devan di hadapannya kini ia benar-benar takut jika Devan memberitahu keberadaannya pada kedua orang tuanya.


"Kau..." Devan menelisik pakaian yang dikenakan oleh Lita terlihat biasa-biasa saja tidak seperti Lita yang ia kenal.


"Kau kabur di acara perjodohan kita, apa kau tahu bagaimana khawatirnya kami pada waktu itu ? Ayahku bahkan marah sekali pada orang tuamu, karena ulah dirimu kedua orang tua kita sekarang menjadi musuh." Cecar Devan pada Thalita ia begitu kesal padanya.


"Devan, aku mohon jangan beritahu kedua orang tuaku jika kau melihatku hari ini." Pinta Lita dengan memohon.


Devan menghela nafasnya lagi pula untuk apa ia memberi tahu orang tua Thalita lagi pula perjodohan mereka sudah dibatalkan.


"Kau tinggal dimana sekarang ?" Tanya Devan pada Lita ia hanya memastikan jika Lita baik-baik saja karena jika suatu saat ia tidak sengaja bertemu dengan kedua orang tua Lita ia bisa menjelaskan keadaan Lita dan dimana Lita berada. Karena pasti kedua orang tua Lita sangat khawatir padanya.


"Tapi kau janji jangan beri tahu kedua orang tuaku." Jawab Lita takut-takut namun ia percaya jika Devan orang yang baik.


"Kau tenang saja." Ucap Devan meyakinkan Lita


Thalita menghela nafasnya mungkin lebih baik bicara jujur pada Devan. "Aku tinggal bersama Tuan Fabrizio dan Nyonya Jihan sebagai pengasuh anaknya." Ucap Lita menunjuk Fabrizio dan Jihan yang sedang duduk di kursinya.


Deg


Pandangan mata Devan tertuju pada Jihan dan Zio yang sangat bahagia dimatanya. Hatinya berdenyut sakit saat melihat bayi dipangkuan Jihan. Ia berpikir pasti itu adalah bayi Jihan.


Devan kemudian hendak pergi meninggalkan Lita. Namun Lita menahannya "Hei kau mau kemana ? Kau harus janji tidak memberi tahu kedua orang tuaku." ucap Lita memastikan Devan.


"Aku tidak janji." jawab Devan cepat kemudian ia pergi meninggalkan Lita yang sangat kesal padanya.


"Devan !" pekik Lita merasa kesal pada Devan dan ia menyesal telah memberitahu dimana ia bersembunyi pada Devan.


Devan masuk ke dalam mobilnya entah sampai kapan perasaan dihatinya untuk Jihan akan menghilang. Padahal Jihan sudah bahagia bersama suaminya lalu kenapa ia tak bisa membuka hati pada wanita lain.

__ADS_1


Ia menyesal sudah pulang ke Indonesia hanya untuk datang di pernikahan Bianca, jika ia harus bertemu dengan Jihan dan menyaksikan kebahagiaan Jihan dengan mata kepalanya langsung.


Devan kemudian memutuskan untuk kembali ke Korea karena dengan jauh dan tak bertemu lagi dengan Jihan ia berpikir hidupnya tidak akan terus tersiksa oleh cinta yang jelas-jelas sudah bertepuk sebelah tangan.


__ADS_2