
Zio membuka pintu kamarnya dilihatnya sekeliling kamar dan di balkon pun tidak ada keberadaan Jihan sama sekali. Namun pandangan matanya menangkap sebuah tas ransel Jihan tergeletak diatas sofa.
Zio membuka jas yang ia kenakan ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi. Saat ia membuka pint kamar mandi dan menutupnya kembali. Betapa terkejutnya ia saat melihat Jihan sudah tertidur sambil berendam.
Zio menyeringai bukankah ini kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan untuknya. Zio membuka seluruh pakaiannya tanpa sehelai benang. Ia masuk ke dalam bathtub secara hati-hati agar tidak menimbulkan suara berisik yang dapat menganggu Jihan.
Saat Zio sudah berada di dalam bathtub ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi sedikit wajah istri cantiknya itu. Lalu ia mencium keningnya, ia merasa beruntung memiliki istri sebaik Jihan.
Jihan menggeliat ia merasakan ada sesuatu yang menyentug keningnya. Ia membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya ia dan ingin berteriak saat Zio sudah ada di dalam bathtub bersama dirinya.
"Aaaa..." suara teriakan Jihan tertahan saat Zio dengan cepat membungkamnya dengan sebuah ciuman.
"Ini aku sayang, tidak perlu takut" Zio melepaskan ciumannya dan menangkup kedua pipi istrinya itu.
"Su...sudah pulang kah ?" tanya Jihan gugup, ia gugup karena mereka saat ini sedang di dalam bathtub dan sama-sama polos
"Iya baru saja" jawab Zio dengan mata sayu karena saat ini Zio dalam mode ingin.
__ADS_1
Zio mencium kembali bibir Jihan dan Jihan hanya bisa diam dan menikmatinya. Sekelebat ingatan perkataan Mama Sonia barusan bahwa ia harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri yang sempurna untuk Zio.
Begitupun suaminya itu bukankah ia sudah menepati janjinya dengan memberikan Jihan bukti kalau dia dan Cindy tidak ada hubungan apa-apa lagi. Dan janjinya pada Zio ia harus menepatinya menjadi istri Zio seutuhnya.
"Jihan..please" Zio memohon meminta persetujuan untuk menyentuh Jihan.
Jihan menganggukkan kepalanya tanda ia setuju "Miliki aku seutuhnya" lirih Jihan.
Dengan cepat Zio kembali mencium bibir Jihan bahkan Jihan membalas ciuman suaminya itu, ciuman yang begitu menuntut dan panas. Apalagi tangan Zio dengan nakal berada di dua gunung kembar milik Istrinya. Ia memainkannya tanpa melepas ciumannya pada Jihan.
Jihan meleng.guh saat Zio memainkan dadanya, bahkan Zio saat ini memasukkan satu gunung milik Jihan ke dalam mulutnya, mengulum dan menghisapnya sehingga membuat sang empunya mende.sa.h.
Tanpa sadar Jihan meremas rambut Zio menekankan kepala Zio agar terus memainkan dan menghi.sapnya.
Tangan Zio turun kebagian inti milik Jihan mencoba masuk dengan satu jari begitu sempit dirasakan oleh Zio. Apakah ini yang dinamakan perawan ting-ting ?
aaaahhh
__ADS_1
Jihan meleng.guh saat merasakan ada yang masuk dalam intinya benar-benar tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya seperti geli dan berkedut-kedut.
Zio mengobrak-abrik inti istrinya itu memainkannya dengan lincah sampai sang empunya mende.sah dan mera.cau tak karuan.
aaaaahh
aaahhhh
aaaaaaa
"aaakk..aku ingin pipis"
"Keluarkan sayang" Zio kembali mencium bibir Jihan dan kembali memainkan intinya tanpa ampun hingga leng.gu.han panjang itu keluar dari mulut Jihan menandakan ia sudah mendapatkan pelepasannya.
"Aaaaaaahhhh" Nafas Jihan tersengal-sengal tubuhnya mendadak menjadi lemas dengan degup jantung yang tak beraturan.
"Are you ready ?"
__ADS_1
Dilanjutkan enggak kira-kira ? 🤣😄😅