
"Mas Zio..." suara ceria ketika Jihan membuka pintu ruangan suaminya namun betapa terkejutnya ia mendapati suaminya sedang terduduk lemas di sofa.
"Mas, kau kenapa ?" Jihan mendekat ke arah suaminya dan langsung mendudukkan diri disamping suaminya tersebut.
"Entahlah mendadak perutku mual dan muntah-muntah." lirih Zio ia benar-benar tersiksa karena sedari tadi keluar masuk kamar mandi karena harus mengeluarkan isi perutnya.
Jihan kemudian memberikan suaminya satu gelas air minum dan Zio menerimanya dan meneguk air tersebut hingga tandas.
Setelah merasa lebih baik, Zio kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Rayyan untuk datang ke kantornya, agar memeriksa kondisi kesehatannya.
Beberapa saat kemudian Rayyan datang dan memeriksa keadaan sepupunya tersebut. Ia mengerutkan keningnya saat mendengar keluhan yang disampaikan oleh sepupunya itu menyerupai keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil.
"Kau mual muntah dan kadang menginginkan makan ini dan itu, seperti ibu hamil saja." ucap Ray dengan santainya.
"Ibu hamil ? hei aku ini laki-laki mana ada lelaki hamil !" jawab Zio cepat karena tak mau disamakan penyakitnya seperti Ibu hamil.
"Iya dalan dunia medis namanya disebut Sindrom Couvade atau kehamilan simpatik. Atau jangan-jangan istrimu sedang hamil." Ray menoleh ke arah Jihan.
"Kalau istriku hamil dia pasti akan mual muntah sepertiku dan ingin makan yang aneh-aneh." jawab Zio lagi.
__ADS_1
"Tapi tidak semua Ibu hamil seperti itu, Zio. Bisa saja yang sedang mengalami fase ngidam ini adalah kau, karena istrimu tidak mengalaminya. Seperti halnya Mayang tiga bulan lalu ia merasakan fase ngidam tapi aku tidak ikut merasakannya." terang Ray lagi
"Lantas jika istriku benar-benar hamil, sampai kapan aku akan tersiksa mengalami hal seperti ini ? keluh Zio pada Ray
"Tentu saja sampai tahap trimester pertama selesai, alias tiga bulan." jawab Ray dengan entengnya.
"Apa !" Zio terkerjut mendengar jawaban Ray yang mengatakan jika dirinya akan mengalami mual muntah sampai kurun waktu tiga bulan.
"Kau tidak bercanda kan ?!" ucap Zio cepat
"Tentu saja tidak !" jawab Ray tak kalah cepat
Ray menghela nafasnya ia merasa kasihan pada sepupunya itu, namun apalah daya jika Zio mengalami sindrom couvade, Zio harus menikmatinya mulai saat ini sampai tiga bulan kedepan.
"Sepertinya kau harus memeriksakan istrimu ke dokter. Baiklah aku akan pergi lagi ke rumah sakit, karena ada banyak pasien urgent menungguku." Ray beranjak dari duduknya dan hendak meninggalkan sepupunya.
"Ku tidak memberikanku obat ?" tanya Zio ketika Ray tidak memberikan obat apapun padanya, padahal menurutnya ia sedang sakit.
"Tidak ada obat untuk sakit semacam itu, kau perlu menikmatinya saja !" Ray sengaja tidak memberikan obat apapun pada sepupunya, karena ia ingin mengerjai kembali sepupunya itu. Sebab karena ulah Zio yang mengirimkan video pada kedua orang tuanya, dirinya dan Mayang masuk ke dalam hotel, akhirnya ia menikah secara mendadak dengan Mayang.
__ADS_1
"Rasakan kau Zio, kena kau kali ini !" ucap Ray dalam hati dengan seringai diwajahnya dan kemudian ia meninggalkan ruangan Zio.
Zio menatap Jihan kemudian Jihan membuka tasnya dan memberikan sebuah amplop kecil bewarna biru muda pada Zio.
"Apa ini sayang ?" ucap Zio menatap amplop tersebut ditangannya.
"Bukalah, itu kejutan untukmu."
Zio membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isi di dalamnya terdapat sebuah gambar USG. Dengan tangan bergetar Zio menatap gambar tersebut. Air matanya tiba-tiba saja menetes dengan sendirinya, karena ia bahagia dengan kejutan yang diberikan oleh istrinya.
"Sayang, benarkah ini ?" ucap Zio dengan suara yang bergetar pada istrinya.
Jihan menganggukkan kepalanya kemudian meraih satu tangan suaminya agar mengusap perut ratanya, kemudian ia menirukan suara layaknya anak kecil pada suaminya.
"Hallo, Daddy " ucap Jihan menyebutkan nama Daddy pada suaminya.
Zio menatap perut istrinya itu dengan perasaan haru kemudian ia mengecup perut suaminya itu bertubi-tubi karena bahagia dan bersyukur telah tumbuh calon bayi di dalam rahim istri yang ia cintai.
"Terimakasih Sayang." Zio menghujani istrinya dengan begitu banyak ciuman diwajahnya.
__ADS_1