
"Kamu kenapa Jihan, sakit ?" Sonia mendadak menjadi khawatir pada menantunya tersebut.
"Sepertinya aku hamil, Ma." lirih Jihan.
Sudah hampir dua minggu ini Jihan terlambat menstruasi. Namun Jihan yang sudah trauma dengan alat tes kehamilan, ia jadi tidak berani mengetesnya apakah ia benar-benar hamil atau tidak.
Sedangkan ia juga tak berani mengatakannya pada suaminya, jika ia benar-benar hamil pun ia ingin memberikan kejutan untuk suaminya.
"Jihan, kau tidak bercanda kan ?" tanya Sonia cepat, ia terkejut mendengar ucapan menantunya tersebut sekaligus bahagia jika ternyata benar menantunya itu sedang hamil.
"Aku tidak tahu Ma, aku ingin memeriksanya tapi aku tak mau Mas Zio tahu." balas Jihan
Sonia tersenyum lebar ia kemudian menelfon anak temannya yang merupakan seorang dokter kandungan, untuk meluangkan waktunya memeriksa keadaan Jihan.
"Ayo ganti pakaianmu, kita ke dokter kandungan." ucap Sonia antusias. Jihan tersenyum senang ia kemudian mengganti pakaiannya dan pergi bersama mertuanya ke rumah sakit menemui dokter kandungan.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian Jihan dan Sonia sudah sampai di rumah sakit dan bertemu dokter kandungan yang merupakan anak teman Sonia.
Jihan membaringkan tubuhnya di atas bankar kemudian dokter kandungan tersebut memeriksa Jihan dengan menggunakan alat USG. Dokter itu tersenyum ketika melihat layar di monitor.
"Bagaimana Dokter ?" ucap Jihan pelan
"Kau lihat Jihan, kantung ini sudah berisi bayi kecil yang berukuran mirip biji kacang." terang dokter
"Maksud Dokter, aku benar-benar hamil ?" tanya Jihan lagi
"Tentu saja, kau hamil. Selamat ya, Jihan. Nyonya anda sebentar lagi akan menjadi seorang Nenek." ucap dokter tersebut menatap Jihan dan Sonia bergantian.
Sonia memeluk tubuh menantunya tersebut karena merasa bahagia akan menjadi seorang Nenek, karena menantunya tersebut sedang hamil cucu pertamanya.
"Selama masa kehamilan pertama, Ibu hamil tidak boleh terlalu lelah dan stress. Pastikan makan makanan yang bergizi dan mengandung vitamin asam folat supaya janin berkembang dengan baik di dalam kandungan. Dan juga tidak boleh berhubungan intim dengan injeksi di dalam rahim, atau suami harus menggunakan pengaman."
__ADS_1
Dokter memberikan penjelasan pada Jihan, sedangkan Jihan hanya bisa menganggukkan kepalanya ketika diberi tahu oleh dokter tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat sedang hamil.
"Baiklah, terima kasih Dokter." balas Jihan tersenyum senang, ia begitu bahagia ketika dirinya benar-benar dinyatakan hamil.
Setelah Jihan dan Sonia keluar dari rumah sakit, Sonia mengantarkan Jihan ke kantor Zio. Saat Jihan sudah sampai di depan kantor suaminya, Jihan berpamitan pada mertuanya.
"Jaga diri baik-baik ya Jihan, ingat kau sedang hamil." ucap Sonia pada Jihan yang baru saja mencium punggung tangannya.
"Iya Ma, doakan aku sehat selalu." jawab Jihan, kemudian ia turun dari mobil dan melambaikan tangan pada mertuanya saat mobil mertuanya hendak pergi meninggalkan halaman kantor suaminya.
Jihan masuk ke dalam kantor suaminya dan menuju lantai dimana ruangan suaminya berada dengan menggunakan lift. Saat Jihan sudah sampai di depan ruangan suaminya, melihat ruangan Romi yang tidak ada orang di dalamnya.
Ia kemudian membuka pintu pintu ruangan suaminya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu kerena ia tak sabar memberi kejutan untuk suaminya jika dirinya saat ini tengah hamil.
"Mas Zio..." suara ceria ketika Jihan membuka pintu ruangan suaminya namun betapa terkejutnya ia.....
__ADS_1
... ....
Gaes ayo mana like dan komentar kalian 😌😂