ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
MAYANG LAGI


__ADS_3

Jihan mengajak Mayang duduk diatas ranjang, matanya menyipit kala melihat seprei yang tak terlihat acak-acakan. Bahkan ia mengamati bagian leher Mayang yang tak ada bekas atau tanda-tanda sebuah kecupan. Hanya penampilan Mayang saja yang berantakan mulai dari rambut dan kancing baju yang tak sudah hilang entah kemana.


Jihan kemudian menyuruh Zio untuk keluar dari kamar sebentar karena merasa ada yang janggal dari Mayang. Setelah Zio keluar dari kamar hotel. Jihan meminta Mayang untuk berjalan ke arahnya dan Mayang pun menurutinya.


"Apa kau merasakan sakit, diarea intimu ?" tanya Jihan yang melihat cara berjalan Mayang yang biasa-biasa saja.


"Tidak, tidak sakit sama sekali." jawab Mayang cepat.


"Kau tahu, jika kau sudah diperkosa kau akan merasakan sakit diarea intimu, karena selaput darahmu robek oleh benda tumpul yang disebut dengan *****." ucap Jihan menjelaskan pada Mayang.


"Kau seperti sudah berpengalaman saja !" cibir Mayang setelah mendapatkan penjelasan dari sahabatnya itu.


"Tentu saja, aku sudah menikah dan calon dokter prihal edukasi sexs itu bukankah kita sudah lebih tahu karena kita mahasiswa kedokteran." terang Jihan


"Oh Tuhan, kenapa aku bodoh sekali." Mayang menepuk keningnya. Apa yang diucapkan oleh Jihan. Namun sejurus kemudian Mayang bersorak gembira dan senang bukan main, karena ia merasa masih suci alias perawan.

__ADS_1


"Aaaaaa..Jihan, terimakasih ternyata aku tidak diperkosa." teriak Mayang memeluk sahabatnya itu.


Jihan memijit keningnya yang mendadak menjadi pusing karena ulah sahabatnya yang membuatnya tiba-tiba khawatir barusan. Jihan merebahkan dirinya diatas ranjang ia benar-benar lelah semalam ia digempur sampai pagi oleh suaminya sedangkan pagi harinya harus meluruskan masalah yang sedang di alami oleh sahabatnya.


"Kau kenapa Jihan ?" tanya Mayang mendudukkan diri disamping Jihan yang merebahkan diri diatas ranjang.


"Aku lelah." ucap Jihan pelan.


"Lelah ? bukannya kau bahagia kemarin ?" jawab Mayang cepat.


"Memangnya kau melakukan apa sampai merasa lelah sekali."


"Sudahlah tidak perlu ku jelaskan, nanti kau akan tahu dengan sendirinya saat kau sudah menikah." jawab Jihan cepat kemudian ia bangun dari rebahannya. "Sudah ya, aku pergi dulu. Kau pulanglah, nanti Mama Sofia cemas mencarimu."


"Oh my god Mama !" teriak Mayang ia lupa bahkan semalam meninggalkan Mamanya seorang diri diacara resepsi Jihan karena membuntuti Devan.

__ADS_1


Jihan menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat tingkah konyol sahabatnya itu. Ia kemudian meninggalkan Mayang seorang diri dikamar tersebut dan menyusul suaminya.


Beberapa saat kemudian Zio dan Jihan telah kembali ke kamar mereka. Zio menunjukkan rekaman CCTV dengan siapa Mayang dibawa ke hotel semalam. Zio yang sudah mengetahui lebih dulu siapa pelakunya, ia bersikap biasa saja. Namun berbeda dengan Jihan ia nampak terkejut setelah mengetahuinya.


"Dia kan.." Jihan menutup mulutnya rasa tak percaya dengan apa yang ia lihat divideo tersebut.


"Iya dia Rayyan, sepupuku !" ucap Zio pelan. Zio juga tak menyangka jika Rayyan menjadikan Mayang salah satu mainannya.


"Kurang ajar sekali, Kak Ray. Aku tidak terima Mas, akan ku adukan dia dengan Bunda Diana." Jihan begitu emosi dan marah.


Zio menyeringai ia kemudian terfikirkan sebuah ide bagaimana jika Rayyan menikah dengan Mayang, alih-alih dengan alasan Rayyan sudah menodai Mayang. Lagi pula selama ini Bunda Diana sudah lama menantikan Rayyan menikah, agara Rayyan tidak terus menerus menjadi seorang cassanova yang suka celap celup lubang wanita.


"Tapi apa kau yakin Mayang belum tersentuh sama sekali dengan Ray ?" tanya Zio ia mencoba memastikan prihal Mayang pada Jihan.


"Aku yakin Mas, aku sudah memastikannya kalau Mayang belum diapa-apakan oleh Kak Ray." jawab Jihan cepat ia

__ADS_1


"Bagus ! nanti kita laporkan perbuatan Rayyan pada Bunda Diana dan Ayah Graham." ucap Zio begitu semangat karena dengan begitu Rayyan akan segera dinikahkan.


__ADS_2