ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
MENGHARU BIRU


__ADS_3

Jihan turun dari mobil matanya mengedar keseluruh halaman rumahnya bersama Ayahnya tampak terawat dengan baik. Ia tahu selama ini suaminya memerintahkan pelayan mengurus rumah itu.


Jihan kemudian masuk ke dalam rumah itu semuanya tampak sama dan tidak berubah. Hanya saja ada televisi besar, kulkas, dan mesin cuci di sana sekarang. Ia menebak pasti itu ulah suaminya yang menambahkan fasilitas semacam itu di rumahnya.


"Aku memasang televisi, kulkas dan mesin cuci di sini sudah lama, Sayang. Apa kau tidak keberatan ?" tanya Zio


Jihan menggelengkan kepalanya tanda ia tidak keberatan dengan apa yang sudah suaminya itu berikan di dalam rumahnya. Jihan kemudian masuk ke dalam kamarnya, bahkan kamar itu tidak berubah sedikitpun. Terlihat sangat bersih dan wangi bahkan di kamarnya sudah terpasang AC entah kapan suaminya itu menyuruh orang memasangnya.


Jihan mendudukkan diri di tepi ranjang begitupun Zio dan Zio menggenggam erat tangan Jihan. "Sayang, apa yang kau pikirkan ?" tanya Zio pelan ia tahu pasti istrinya itu menyimpan rasa padanya yang tidak ia ketahui karena sikap Jihan padanya yang selalu menghindarinya.


Air mata Jihan jatuh di pelupuk matanya ia benar-benar mencintai suaminya itu namun ia tak kuasa jika harus menatap suaminya seperti itu, karena ia selalu merasa bersalah pada suaminya.


"Maafkan aku, aku rasa tidak pantas lagi untukmu, Mas." ucap Jihan di sela tangisannya.

__ADS_1


Zio dengan cepat menghapus air mata istrinya dan membawanya dalam pelukannya.


"Kau istriku, selamanya akan menjadi istriku. Jangan menyalahkan dirimu, Sayang. Bukan kau yang bersalah tapi bajingan itu ! Aku tersiksa jika kau terus menghindari ku, Sayang." ucap Zio pilu ia sampai meneteskan air matanya.


"Aku sangat bersalah padamu karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik sampai kau diperlakukan semacam itu dengan bajingan itu !" ucap Zio lagi


Jihan berusaha menatap suaminya dibandingkan dirinya ternyata suaminya jauh lebih tersiksa dan bersalah padanya karena tak dapat menjaganya dengan baik.


"Maaf..hiks hiks hiks.." hanya itu yang dapat dikatakan oleh Jihan ia kemudian sadar selama ini ia selalu bersikeras dengan egonya tanpa memikirkan bagaimana perasaan suaminya.


Jihan menganggukkan kepalanya kemudian Zio langsung memeluk tubuh Jihan kembali. "Aku janji akan menjadi Jihan yang dulu, maafkan aku Mas." jawab Jihan disela isak tangisnya.


"Kau tidak bersalah, jangan menyalahkan dirimu. Sudah jangan menangis lagi, Jihan yang ku kenal tidak gampang menangis bukan ?" ucap Zio memberikan semangat pada istrinya.

__ADS_1


Zio kemudian mendekatkan wajahnya pada istrinya menyatukan kening mereka ia lalu mengecup kening dan bibir istrinya. Jika biasanya Jihan menolak kali ini ia tidak menolak sama sekali, bahkan Ia membiarkan saja suaminya itu mencium dirinya.


Saat Zio mencium bibir istrinya, Jihan pun membalas ciuman suaminya. Hingga ciuman itu berubah menjadi panas dan membakar gairah.


Mereka kemudian melakukan percintaan panas di atas ranjang setelah tiga bulan berlalu mereka tak melakukannya. Mereka bercinta dengan begitu hebatnya hingga keduanya sama-sama menggelepar di atas rajang setelah mendapatkan pelepasan.


Zio menciumi seluruh wajah istrinya ia begitu sangat menyayangi dan mencintai istrinya ia tak ingin istrinya mengalami hal yang sama seperti tiga bulan lalu karena ulah Alex.


Itulah kenapa diam-diam Zio memberikan pengawalan ekstra pada istrinya secara diam-diam, agar istrinya baik-baik saja saat ia pergi ke kampus atau ke kemanapun ia pergi.


Ingin sekali ia menjadi tipe suami yang posesif pada istrinya tapi ia tak mau nanti Jihan menjadi terkekang karenanya, itulah mengapa Zio selalu memberikan Jihan kebebasan namun ia selalu memberikan pengawalan pada Jihan agar ia baik-baik saja.


cup

__ADS_1


"Aku mencintaimu." ucap Zio setelah mengecup kening istrinya dengan penuh rasa cinta.


"Aku juga mencintaimu, Mas." Jihan mengecup bibir suaminya kecupan itu dibalas oleh Zio dan berubah menjadi sebuah luma.tan hingga terjadilah permainan yang tiada habisnya dilakukan oleh kedua insan itu.


__ADS_2