
Zio sedari tadi memperhatikan Romi yang tengah duduk di hadapannya mengerjakan pekerjaan bersama dengan dirinya. Zio menjadi heran sedari tadi Romi selalu saja tersenyum. Zio bergedik ngeri kenapa Romi tiba-tiba menjadi lelaki yang sangat manis hari ini.
"Jangan melihatku seperti itu Tuan." ucap Romi tanpa melihat wajah Zio karena ia fokus pada pekerjaannya tapi ia tahu jika Zio memperhatikan dirinya.
"Kau tersenyum dari tadi itu membuatku menjadi ngeri." balas Zio apa adanya
"Tuan juga sama sedari tadi tersenyum tapi aku tidak berkomentar sama sekali." balas Romi pula.
"Tentu saja karena aku habis berbuka puasa." ucap Zio tanpa filter namun Romi tak mengerti apa yang dibicarakan oleh Zio padanya.
"Maksud Tuan, anda kemarin puasa ?" tanya Romi tak mengerti
Zio mengusap kasar wajahnya beginilah jika berhadapan dengan asissten yang polos seperti Romi bukan hanya polos bahkan seorang perjaka. "Kau menikah sana, biar tahu apa istilah itu." balas Zio menjadi malas untuk berbicara dengan Romi.
"Oh maksud Tuan, seperti Prok-prok-prok" ucap Romi dengan menyatukan kedua tangannya secara terbuka dan tertutup.
Zio terpengarah saat mendengar ucapan Romi "Dari mana kau tahu, apa kau pernah melakukannya ?" tanya Zio cepat
__ADS_1
"Belum, tapi hampir pernah." jawab Romi dengan santainya
"What !" pekik Zio ia kemudian tertawa.
"Ckckck...dengan siapa ?" tanya Zio lagi
"Siska" jawab Romi pelan.
Romi seakan tak percaya mendengarnya karena menurutnya Siska adalah gadis yang polos sopan dan baik. Ia tak menyangka Siska bisa mengajak Romi ke hal yang begitu intim.
"Kau tidak berbohong kan ?" tanya Zio lagi
"Berarti aku salah menilainya." ucap Zio
"Iya jangankan anda Tuan, saya pun tertipu dengan kepolosannya. Saya bahkan mencari tahu siapa sebenernya dia, dan ternyata sangat mengejutkan. Dia banyak sekali kekasih di luar sana. Dan yang pasti mereka sudah pernah datang ke apartemennya." ucap Romi panjang lebar.
Siska adalah sekretaris baru Zio. Selama ini Romi mencoba mendekat pada Siska namun ia tak habis fikir saat Siska mengundang ke apartemennya tempo hari. Siska mengajaknya minum bukan hanya minum saat Romi hendak pulang, Siska menahannya dan memancing kelakiannya untuk melakukan hubungan intim.
__ADS_1
Tentu saja Romi menolak tapi Siska terus memaksanya bahkan Siska sampai melepaskan seluruh pakaiannya di hadapan Romi. Romi yang awalnya menolak namun entah setan apa yang merasukinya ia jadi ingin menyentuh Siska.
Akan tetapi saat ia hendak memulai penyatuan bersama Siska wajah Bianca tiba-tiba muncul di fikirannya. Itulah mengapa Romi tidak jadi melakukannya dengan Siska dan pergi dari apartemen Siska. Meninggalkan Siska yang begitu marah padanya sampai saat ini, Siska enggan untuk menyapa Romi kecuali itu berhubungan dengan pekerjaan.
"Kukira dia gadis yang baik-baik, ternyata di seperti buah kedondong. Terlihat baik di luar tapi dalamnya buruk sekali." gerutu Romi sedangkan Zio hanya terkekeh mendengarnya. Baginya pembicaraan semacam ini adalah hal yang biasa menurutnya.
Zio kemudian mengalihkan pembicaraan dengan hal lain. Karena baginya urusan pribadi Romi itu bukan urusannya ia hanya tahu saja tapi tidak mau ikut campur di dalamnya.
"Apa jadwalku siang nanti ?" tanya Zio
"Kita akan mengecek proyek pembangunan hotel, sekitar pukul dua siang. Tuan." jawab Romi
"Baiklah kalau begitu kita selesaikan pekerjaan ini sekarang, karena setelah pengecekan proyek itu aku ingin segera pulang." ucap Zio dengan tegas
"Iya Tuan." balas Romi kemudian mereka berdua fokus pada pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan mereka pada pukul satu siang. Mereka sengaja belum makan siang, karena sebelum ke lokasi pembangunan mereka akan berkunjung terlebih dahulu ke restoran milik keluarga Argantara mengecek restoran itu dan juga makan di sana.
... ....
__ADS_1
Gaes hari ini aku usahain up 4 Bab, tunggui aja yaa 🙏 Sorry banget kemaren aku enggak Up soalnya lagi banyak kerjaan 🤣🤭