ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
MASIH RAYYAN DAN MAYANG


__ADS_3

Malam hari Rayyan dan Mayang tengah bersiap untuk tidur. Rayyan menyipit kala melihat paperbag yang terdapat pita dibagian depannya, mungkinkah itu sebuah kado. Tapi dari siapa ia tak tahu.


"Itu kado dari siapa ?" tanya Rayyan pada Mayang.


"Oh, itu dari Jihan." Mayang pun mengambil paperbag itu dan hendak membukanya bersama dengan Rayyan.


Saat mereka membuka isi di dalamnya, Mayang melongo karena isinya sebuah pakaian yang sangat tipis dan kurang bahan yang tak ia ketahui kalau itu disebut lingerie.


Sedangkan Rayyan tersenyum simpul ternyata Jihan tahu benar apa yang dibutuhkan dirinya pada saat malam pertama.


"Ya ampun Jihan, suaminya itu kaya raya tapi malah memberiku kado baju kurang bahan seperti ini !" sunggut Mayang memasukkan kembali lingerie ke dalam paparbag tersebut.


"Pakai saja, bukankah sangat tidak sopan menolak pemberian seseorang ?" jawab Rayyan cepat karena ucapan Rayyan mengandung udang dibalik bakwan pastinya.


"Tapi pasti aku akan masuk angin jika memakainya." balas Mayang dengan polosnya.


"Bukankah ada selimut ?" Rayyan mencoba membujuk Mayang.


Mayang menghela nafasnya entah kenapa ia meraih ponselnya dan menghubungi Jihan.


"Jihan apa kau sudah kekurangan uang dari suamimu, sehingga memberikanku kado pakaian kurang bahan begini." oceh Mayang pada Jihan.


"Ka..u..pakkai saja." balas Jihan yang suaranya terdengar aneh ditelinga Mayang.


"Tidak mau ! nanti aku masuk angin !" balas Mayang cepat.

__ADS_1


"Kau harus melayani suamimu, May. Aahh.. Mas pelan-pelan." Suara Jihan semakin aneh didengar oleh Mayang. Mayang pun mencerna ucapan Jihan. Ia mematikan ponselnya jantungnya berdegup kencang. Ternyata pakaian yang diberikan oleh Jihan untuknya merupakan pakaian dinas melayani suami diatas ranjang.


Rayyan mendekat ke arah mayang dan mengelus rambut istrinya itu dengan pelan. "Mau kah kau mau memulai hubungan kita layaknya pasangan suami istri yang normal." ucap Rayyan menatap manik mata Mayang.


"Tapi kita tidak saling cinta." jawab Mayang pelan.


"Kita coba dulu, bukankah pernikahan kita ini sah."


Mayang menggigit bibirnya ia mencoba menyakinkan dirinya. Mungkin menikah muda sudah menjadi nasibnya, tapi ia juga bingung bagaimana dengan kuliahnya dan cita-citanya.


"Tapi bagaimana dengan kuliahku ?" lirih Mayang "Jika aku mengizinkanmu menyentuhku, lalu aku hamil apakah kau akan tetap memperbolehkanku untuk kuliah ? aku tak mau pendidikanku putus walaupun aku sudah menikah." terang Mayang pada Rayyan.


Rayyan tesenyum manis ia kemudian memeluk Mayang. "Kau akan tetap bisa melanjutkan kuliahmu, dengan syarat kau tidak lupa tugas dan kewajibanmu sebagai istriku." Rayyan menatap Mayang.


"Terimakasih" Mayang memeluk Rayyan saking senangnya hingga membuat Rayyan tersentuh dengan sikap manis Mayang.


"Apa boleh malam ini aku meminta hakku ?" tanya Rayyan yang membelai pipi Mayang.


"Kau menginginkannya ?" tanya balik Mayang.


Rayyan menganggukkan kepalanya menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening Mayang. Mayang pun menganggukkan kepalanya. Bagaikan mendapat durian runtuh ternyata tak sulit bagi Rayyan membujuk dan merayu Mayang.


Rayyan mendekatkan bibir mereka mengecup dan **********. Ciuman itu begitu menuntut, Rayyan membawa Mayang ke atas ranjang dan menindih tubuhnya.


Entah kapan mereka sudah sudah dalam keadaan polos. Mayang merasa seperti terbang keatas awan ketujuh, saat Rayyan memberikan sentuhan yang dapat membuatnya melayang.

__ADS_1


Sejurus kemudian Mayang berteriak saat merasakan benda tumpul memenuhi intinya, begitu sesak, penuh, dan perih.


Aaaaaaa saaakkittt perih


Rayyan bergerak perlahan ia benar-benar bahagia saat mengetahui Mayang masih perawan. Mayang yang awalnya merasa kesakitan pelan-pelan rasa sakit itu berubah menjadi nikmat bahkan ia tak henti-hentinya mengeluarkan des.sahan yang membuat Rayyan semakin bersemangat menggerakkan tubuhnya.


"Panggil aku Abang mulai hari ini, Baby." Pinta Rayyan disela permainannya.


"Ab..bang..Aaaahhh"


"Good." Rayyan mencium bibir Mayang sekilas kemudian ia kembali memaju mundurkan miliknya hingga kamar mereka dipenuhi des.sahan dan erangan


Aaahhhh aaaahhhh aaahhh


uuuhhh aaaahhh


Aaaaaaaarrgggghhhh Erangan panjang keluar dari mulut Rayyan saat ia berhasil menembakkan lahar panas miliknya ke dalam milik Mayang.


Mayang mendadak lemas setelah merasakan rahimnya dipenuhi lahar panas milik Rayyan.


"Bagaimana rasanya ?" tanya Rayyan setelah mencabut miliknya.


"Seperti..terbang melayang..aku lemas sekali." lirih Mayang yang mencoba memejamkan matanya.


Rayyan yang habis meneguk air putih digelasnya, ia tersenyum mendengar ungkapan Mayang. "Ronde selanjutnya, baby." Rayyan mengecup singkat bibir Mayang dan menungkung kembali tubuh Mayang hingga Mayang membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


__ADS_2