
"Apa masih sakit ?" Zio melirik ke arah milik istrinya itu yang sedang menonton televisi diruang keluarga sembari memakan cemilan.
"Apa ?" Jihan menoleh tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh suaminya.
"Itunya." Zio tercengir kuda membuat Jihan membulatkan matanya mengerti kemana pertanyaan yang diajukan suaminya itu.
"Jangan ditanya pasti masih sakit." Jihan mendengus.
"Kalau sering dilakukan pasti tidak akan sakit lagi."
"Jangan ngadi-ngadi kata siapa ?" balas Jihan cepat.
"Aku tidak berbohong, malah nanti kau selalu memintanya padaku." terang Zio sambil terkekeh melihat perubahan ekspresi wajah Jihan yang membuatnya semakin gemas.
"Ah..itu alasan Mas saja kan ! supaya ingin melakukannya lagi padaku." Jihan menatap tajam suaminya itu.
"Aku serius, mari kita buktikan kalau tidak percaya." Zio dengan cepat mengungkung tubuh Jihan hingga cemilan yang dipegang Jihan jatuh ke lantai dan berserakan.
Zio mencium bibir Jihan dan me.lumatnya. Jihan yang awalnya menolak lambat laun menerima sentuhan suaminya itu bahkan membalas ciuman suaminya.
Ciuman itu semakin menuntut Zio menye.sap leher Jihan memberikan tanda cinta disana hingga Jihan men.desah.
Aaaahh...Maas
Tangan Zio menyusup masuk ke bagian bawah baju terusan yang dikenakan Jihan meraba pahanya hingga Jihan merasakan seperti tersengat listrik.
Adegan itu tidak sengaja dilihat oleh kepala pelayan dan pelayan lain yang tanpa sengaja melihat anak dan menantu majikannya itu.
__ADS_1
Mereka buru-buru berbalik dan tak berani melewati ruang keluarga itu.
"Matikan CCTV ruang keluarga sekarang !" titah Bu Ida pada salah satu pelayan dan mereka dengan cepat melakukan tugas yang diberikan.
Tangan Zio kini berada di dua gundukan kembar milik Jihan dan memainkannya, meremas hingga sang empunya mende.sah.
Aaaaaahhh
Tangan yang satunya lagi ikut masuk kebagian bawah tubuh Jihan meraba inti Jihan yan masih tertutup segitiga tipis. Zio membelai dan mencoba menurunkan penghalang inti Jihan.
Jarinya mencoba menerobos masuk ke dalam inti Jihan dan memainkannya memaju mundurkannya.
Aaahhh....aaaahhhh
Tak puas dengan memainkan jarinya Zio melepas segitiga tipis milik Jihan dan memainkan inti istrinya itu dengan lidahnya, hingga Jihan mende.sah tak tertahankan.
Aaahhh...aaahh
Aahhhh....aaaahhh
Maaass aakkkuhhh aaahhhh
Aaaaaahhhh Jihan mendapatkan pelepasannya dadanya membusung dengan nafas yang terengah-engah mendadak tubuhnya menjadi lemas tak bertenaga.
Zio dengan cepat mengambil ****** ***** milik Jihan yang jatuh di lantai dan menggendong tubuh Jihan menuju kamar mereka.
Saat sudah berada di kamar Zio melepaskan seluruh pakaiannya dan mengungkung tubuh Jihan dan mulai menjamah kembali tubuh istrinya itu.
__ADS_1
Aaaaa sakit
Jihan masih merasakan sakit diarea intinya saat milik suaminya itu masuk dengan sempurna.
"Tahan sayang, lama kelamaan tidak akan sakit lagi." Zio mengecup bibir Jihan dan memaju mundurkan pinggulnya.
Aaahh...Jihan kau nikmat sekali
Uuhhh..aaahhh
Aaaahhh..aaahhh...aahhhh
Zio membalikkan tubuh Jihan berada diatasnya. "Aku benar-benar harus mengguruimu sayang."
"Ap...apa ?"
"Ayo naik turunkan tubuhmu." Zio memberikan arahan pada Jihan dan Jihan pun mengikuti apa yang diucapkan suaminya padanya.
Aaahhh Jihan kau uuuhh Racau Zio saat merasakan nikmat tiada tara saat miliknya terasa dijepit dan dipijit-pijit.
Hingga lengguhan panjang mereka berdua sampai karena sama-sama mendapatkan pelepasan. Jihan ambruk diatas tubuh Zio kakinya gemetar saat cairan hangat itu terasa memenuhi rahimnya.
Aaaaaaarrrgghhhh
Zio langsung memeluk erat tubuh Jihan dan mengecup pipi Jihan. Zio menegakkan tubuh Jihan dilihatnya mata sayu istrinya itu, ia kembali melakukan penyatuan dan permainan terus berlanjut dengan gaya yang berbeda.
"Ronde kedua sayang" Jihan hanya bisa pasrah disatu sisi ia lelah tapi ia juga menikmatinya.
__ADS_1
.......
Sorry banget gaes hari ini cuma Up 1 Bab sebab Author lagi diarea susah sinyal 🙏