ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
SUSU ANAK DAN BAPAK


__ADS_3

"Are you ready ?" tanya Zio dengan senyuman di bibirnya dan istrinya menganggukkan kepala sebagai bentuk balasan.


Aaaaahhh aaaahhh aaahhh


Zio menggesek-gesekkan ular anacondanya ke bagian inti istrinya dan hendak melesat masuk ke dalam sarang anaconda yang sudah lama ia rindukan.


Tiba-tiba Zio menghentikan kegiatannya saat mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka. Jihan dengan cepat langsung bangkit hingga suaminya itu terjungkal ke belakang. Hal tersebut sampai membuat bokong Zio meringis sakit.


"Aduh" ringis Zio memegangi bokongnya. Sedangkan Jihan buru-buru memakai pakaiannya kembali dan membuka pintu kamar.


Zio menarik selimut di atas ranjang menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang. Ia mengusap kasar wajahnya mendadak kepalanya menjadi berdenyut pusing.


Jihan membuka pintu kamar di lihatnya Lita sedang menggendong Keenan yang menangis. Jihan mengambil Keenan dari gendongan Lita dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"Tidurlah Lita, biar Keenan bersamaku." ucap Jihan kemudian menutup pintu kamarnya.


"Baik Nyonya." Jawab Lita


Jihan merebahkan tubuh Keenan di atas tempat tidur kemudian ia menyusui Keenan dengan cara sambil tiduran. Karena posisi menyusui seperti itu yang nyaman menurut Jihan.


Kepala Zio semakin pusing dan berdenyut saat Jihan membawa Keenan ke kamar mereka. Ia kemudian bangkit dari duduknya dan memakai celana boxernya lalu mendekatkan diri pada Istri dan anaknya yang sedang menyusu.

__ADS_1


"Kenapa kau bangun Boy ?" tanya Zio pada Keenan yang jelas saja anaknya itu belum bisa menjawab.


"Dia haus Mas, wajar saja jika bangun tengah malam begini." Jihan menjawab pertanyaan suaminya.


"Lalu bagaimana denganku ?" lirih Zio ular anacondanya bahkan kini semakin mengeras saat melihat Jihan menyusui Keenan.


"Tahan dulu Mas, tunggu sampai Keenan tertidur." ucap Jihan memberi pengertian pada suaminya itu karena ia tahu suaminya pasti mati-matian sedang menahan hasratnya.


Zio duduk di tepi ranjang dengan wajah yang ditekuk layaknya seorang anak kecil yang merajuk pada Ibunya.


Lima belas menit kemudian Keenan sudah tertidur lelap usai menyusu. Jihan memindahkan Keenan ke dalam box bayi. Lalu ia mendekatkan diri pada suaminya yang sedang bermain ponsel.


"Mau dilanjutkan atau tidur ?" tanya Jihan pada suaminya


"Entahlah..bahkan ia sudah tidur saat ini." balas Zio melirik ke bagian bawah miliknya.


Jihan yang mengerti itu kemudian ia melakukan tugasnya mencoba menghidupkan kembali ular anaconda milik suaminya. Zio tak henti-hentinya mend.esah saat istrinya memainkan ularnya dengan lincah. Tentu saja Jihan sudah ahli dalam memuaskan Zio, karena Zio selalu memberikan edukasi se.ks pada istrinya itu.


Aaahhh...aaaahhh...aaahhh


Zio kemudian membalikkan tubuh istrinya dibawah kungkungannya. Jari tangan Zio melesak masuk ke dalam sarang ular miliknya, entah kenapa walaupun istrinya itu sudah melahirkan tapi miliknya masih sempit bahkan jarinya kini serasa dijepit.

__ADS_1


Aaahhh...Mas uuuhhhh


Zio kemudian beralih pada dua gundukan kembar milik istrinya memainkannya hingga air susunya keluar karena Zio terlalu gemas memainkannya.


"Mas, ini untuk Keenan." Jihan memberi peringatan pada suaminya namun Zio seakan tak peduli ia masih saja memainkannya hingga Jihan men.desah tak tertahankan.


"Mas..jangan di hisap." ucap Jihan di sela de.sahannya saat suaminya itu men.jilati gundukan kembar miliknya.


"Aku mau menyusu sama seperti Keenan, karena ini susu anak dan juga susu milik Bapaknya." balas Zio kemudian ia meng.hisap gundukan kembar milik istrinya.


Aaahhhh...aaahhh...aaahhh


Malam itu merupakan malam panjang bagi Zio dan Jihan karena Zio sudah bisa berbuka puasa. Mereka bermain dengan hebatnya seakan menyalurkan hasrat yang hampir dua bulan ini tak tersalurkan.


Zio menghentakkan kuat ularnya ke dalam sarang milik istrinya menyemburkan lahar panas miliknya bahkan sampai tertumpah-tumpah karena sudah lama tak dikeluarkan.


Aaaahh...aaahh...aaahhh


"Kenapa rasanya seperti malam pertama, Sayang ?" tanya Zio pada istrinya. Tubuh mereka kini sudah sama-sama basah karena keringat setelah mencapai pelepasan secara bersamaan.


"Benarkah ?" tanya Jihan ia seakan tak percaya karena ia sudah melahirkan pasti miliknya sudah tidak sama seperti sebelum melahirkan.

__ADS_1


"Iya, dan aku ingin lagi." jawab Zio tanpa aba-aba ia melu.mat bibir istrinya itu hingga terjadilah permainan beronde-ronde yang entah kapan usainya hanya mereka berdua yang tahu.


... ...


__ADS_2