
uwek..uwek...uwek
Mayang memuntahkan seluruh isi perutnya fi dalam kamar mandi. Ia terduduk lemas setelah mengeluarkan muntahannya. Ray yang sedang memakan sarapan paginya, ia menghentikan kegiatannya mendengar suara Mayang yang sedang muntah-muntah dari dalam kamar mandi.
Ray menghampiri istrinya di kamar mandi ia terkejut melihat istrinya itu sudah terduduk lemas di toilet. Ray dengan cepat menggendong Mayang dan meletakkan tubuh istrinya itu ke atas ranjang.
"Baby kau kenapa ?" ucap Ray panik
"Aku tidak tahu, Bang. Perutku tiba-tiba mual, kepalaku pusing, dan berakhir muntah-muntah." lirih Mayang
Ray membuatkan kedua matanya saat mendengar penjelasan istrinya, betapa tidak sebab keluhan istrinya itu seperti keluhan Ibu hamil.
"Baby kapan terakhir kali kau menstruasi ?" tanya Ray cepat
Mayang mencoba mengingat-ingat kemudian ia tersadar jika sudah hampir dua bulan ini ia tak mendapatkan tamu bulanannya. Mayang membulatkan kedua matanya dan menegakkan tubuhnya.
"Bang, aku hamil lagi !" pekik Mayang ia benar-benar tak menyangka bisa sampai tidak tahu jika dirinya sedang hamil.
__ADS_1
Tubun Ray mendadak menjadi lemas saat mendengar ucapan istrinya yang mengatakan jika istrinya itu sedang hamil. Karena Baby Rama saja usianya belum genap tahun.
"Baby kau jangan bercanda." Ray mengusap kasar wajahnya.
"Aku memang tidak menstruasi hampir dua bulan ini." ucap Mayang dengan wajah sendu, ia pikir pasti suaminya itu belum siap menerima dirinya yang tiba-tiba hamil kembali.
"Apa kau tidak meminum pil kb lagi ?" tanya Ray pada istrinya
"Aku terkadang lupa meminumnya dan tidak rutin, karena semua ini salah Abang !" jawab Mayang menatap tajam suaminya.
"Kenapa Abang ?" tanya Ray cepat ia tak terima jika di tuduh oleh istrinya.
Ray menelan kasar silva nya saat mendengar jawaban istrinya. Apa yang dikatakan oleh istrinya itu memang benar adanya setelah Mayang lepas masa nifas Ray selalu meminta haknya tak tahu waktu.
"Kalau Abang tidak mau menerima anak ini, ya sudah biar aku rawat sendiri ! aku akan pergi bersama Rama ke rumah orang tuaku !" ucap Mayang menatap nanar suaminya yang hanya diam seakan terkesan tak menerima anak di kandungannya.
"Baby apa yang kau lakukan ?" Ray dengan cepat mencegah istrinya yang mengemas pakaiannya ke dalam koper.
__ADS_1
"Abang tidak mau menerima anak ini kan ! jadi lebih baik aku pergi dari sini !" ucap Mayang ketus ia menjadi kesal dan kecewa pada suaminya.
"Please jangan pergi, Abang hanya terkejut. Maafkan Abang...please Baby jangan seperti ini. Abang menyayangimu, Abang mencintaimu jangan pergi apalagi sampai membawa Rama." ucap Ray jujur saja ia takut jika Mayang sampai pergi meninggalkan dirinya.
Mayang menoleh ke arah suaminya yang sudah menangis menatap dirinya. Ia tak menyangka jika suaminya itu sambil sesedih itu jika ia pergi dari hidupnya.
"Abang menangis ?" tanya Mayang ia seakan tak percaya suaminya bisa berubah menjadi cengeng.
"Jangan pergi, Abang mohon." lirih Ray
"Tapi Abang tidak mau menerima anak ini kan ?" tanya Mayang yang masih marah pada suaminya.
"Mana mungkin seperti itu, Abang pasti menerimanya karena itu anak Abang, eh salah bukan anak Abang saja tapi anak kita. Kerena kita yang membuatnya bersama-sama, walaupun Abang yang banyak bekerja" jawab Ray cepat
Mendengar ucapan suaminya, kekesalan Mayang tiba-tiba meredup. Ia kemudian menghela nafasnya dan menatap suaminya yang masih menitihkan air matanya. Sesedih itukah pikir Mayang, jika ia sampai pergi dari suaminya.
"Ya sudah aku memaafkan mu, Bang." lirih Mayang kemudian suaminya itu langsung memeluknya erat dan mencium kening istrinya seraya meminta maaf kembali dan berterimakasih karena istrinya tidak jadi pergi meninggalkannya dan mau memaafkannya.
__ADS_1
"Terimakasih, aku mencintaimu."
.......