
"Iya kau benar ! dia sudah tidur dengan seorang lelaki, dan lelaki itu adalah aku ! Aku Fabrizio Argantara suami Jihana !" ucap Fabrizio dengan lantang, membuat semua orang yang mendengar penjelasan dari Fabrizio menjadi terkejut. Namun tidak bagi Devan karena ia sudah mengetahui lebih dulu kalau Jihan dan Fabrizio sudah menikah.
"Maafkan kami Tuan, kami tidak tahu jika Jihana adalah istri Tuan. Mohon maafkan kesalahpahaman ini" ucap Rektor kampus yang menunduk malu diikuti para Dosen lainnya.
Bianca menelan kasar silvanya ia tak menyangka jika lelaki yang ia hadapi adalah suami Jihan. Mendadak jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya gemetar ketika suami Jihan tahu bahwa semua ini adalah perbuatan dirinya.
"Aku minta kampus ini mengeluarkan mahasiswa ini, karena aku tidak terima istriku menjadi korban perundungan dikampus ini !" ucap Zio menunjukkan jarinya ke arah Bianca.
Romi kemudian menyerahkan tablet miliknya ke Rektor kampus disana terdapat sebuah video perkelahian antara Bianca dan Jihan hingga menyebabkan kening Jihan terluka.
Bianca semakin takut setelah Rektor dan para Dosen melihat video tersebut. Ia bingung kenapa ada video pada saat ia bertengkar dengan Jihan. Padahal di cafe itu tidak ada CCTV sama sekali.
__ADS_1
"Bianca kami benar-benar tidak menyangka padamu, bisa-bisanya kau membuat fitnah dan melakukan perbuatan yang tak patut untuk ditiru seperti ini. Padahal kau adalah seorang Mahasiswa !" ucap salah satu Dosen pada Bianca.
Devan yang paham kejadian ini adalah awal dari ulah dirinya yang menyatakan perasaannya pada Jihan dan memutuskan hubungannya dengan Bianca secara sepihak.
Andai waktu itu ia tak gegabah pasti Jihan tidak akan merasakan fitnah dari Bianca dan Bianca juga tidak akan membuat fitnah semacam ini, hanya karena ia marah pada Jihan wanita yang ia sukai sejak lama.
"Maafkan aku Pak, Tuan Zio ini semua berawal dari kesalahanku yang menyukai Jihan." ucap Devan mencoba melindungi Bianca biar bagaimana pun ia merasa kasihan karena Bianca harus dikeluarkan dari kampus.
Zio mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Devan yang menyukai istrinya. Cemburu ? tentu saja ia cemburu karena istrinya disukai oleh lelaki lain.
"Apa semudah itu kau meminta ganti hukuman, saat kondisi psikologis korban bisa saja syok dan terganggu karena keegoisan wanitamu !" bentak Zio pada Devan.
__ADS_1
"Aku mohon maafkanlah dia, aku berjanji tidak akan membiarkannya menganggu Jihan dan aku juga berjanji tidak akan menatap Jihan barang sedetikpun."
Zio tersenyum smirk ia tak menyangka berhadapan dengan lelaki seperti Devan. Karena Zio melihat jiwa tanggung jawab yang ada di diri Devan, Zio pun menarik permintaannya pada Rektor kampus untuk tidak mengeluarkan Bianca dari kampus, dan meminta pihak kampus masih memberikan sanksi tegas pada Bianca agar ia mendapatkan efek jera dari perbuatannya.
Setelah permintaan Zio pada Rektor tersebut Zio membawa Jihan keluar dari ruangan Rektor semua mata memandang Zio dan Jihan mereka sangat kasihan melihat Jihan yang menjadi korban fitnah yang dilakukan oleh Bianca.
"Jihan, apa kau baik-baik saja ?" tanya Mayang cepat.
Jihan mencoba tersenyum dan menganggukkan kepalanya untuk menutupi kesedihannya. Zio tak ingin Jihan semakin syok dengan kejadian yang menimpa dirinya hari ini, ia pun mengajak Jihan pulang kerumah.
Saat dimobil Zio berusaha menenangkan istrinya, ia tak ingin istrinya terus mengeluarkan air mata karena ia juga merasa terluka dan ikut sedih jika istrinya pun bersedih.
__ADS_1
"Tak apa-apa, tenanglah..." Zio menepuk-nepuk punggung istrinya agar Jihan merasa tenang karena Istrinya itu masih terisak dalam tangisannya.
"Aku selalu ada untukmu sayang, sudah jangan menangis lagi." Zio menangkupkan wajah istrinya dengan tangannya, kemudian menciumi seluruh wajah istrinya dengan cinta dan juga me.***** bibir istrinya, dengan memberikan ketenangan lewat ciuman.