
"Sayang kau sedang apa ?" ucap Zio dalam sambungan video call.
"Menyusui Keenan."
Zio menelan kasar silva nya saat kamera ponsel istrinya itu diletakkan di atas nakas memperlihatkan istrinya saat ini sedang menyusui Keenan.
"Jangan dilihat seperti itu."
"Aku hanya melihatnya bukan memainkannya." jawab Zio apa adanya sedangkan dalam panggilan itu nampak Jihan sudah menatap tajam dirinya.
"Ya memang sudah nasibku memiliki suami mesum."
Zio tertawa mendengar jawaban istrinya. "Sayang nanti setelah nifas mu selesai, kita konsultasi ke dokter kandungan." ucap Zio karena Zio ingin menunda Jihan untuk hamil lagi. Sebab ia tahu jika istrinya belum menyelesaikan kuliahnya. Lagi pula ia tak ingin jika Keenan nanti kekurangan kasih sayang jika istrinya hamil lagi.
"Untuk apa ?"
"Sayang kau masih kuliah dan baby Keenan masih kecil jika buru-buru diberikan adik. Aku ingin kita menundanya sampai kau menyelesaikan kuliahmu atau sampai kau siap untuk hamil lagi."
"Maksud Mas, aku harus memakai KB ?"
__ADS_1
"Iya Sayang."
"Baiklah aku menurut saja Mas."
"Bagus, kalau begitu aku tutup panggilannya. Aku harus bertemu rekan bisnis di perusahaan Xander corp."
"Iya baiklah, semoga pekerjaanmu lancar. Semangat Daddy "
"Aku jadi tidak sabar untuk pulang ke rumah." jawab Zio kemudian ia mematikan ponselnya dan pada saat bersamaan Romi masuk ke dalam ruangannya tanda mereka akan pergi ke perusahaan Xander corp.
Beberapa saat kemudian Zio dan Romi sudah sampai di perusahaan anak cabang Xander Corp. Mereka masuk ke dalam perusahaan itu dan disambut oleh Asissten pribadi Tuan Alexander, ia kemudian mengantar Zio dan Romi menemui Tuan Alex yang sudah menunggu mereka di ruangannya.
"Terimakasih, apa kita bisa memulai kerja samanya ?" tanya Zio to the point
"Tentu saja, aku sangat senang jika kita bisa sukses membangun resort itu nantinya."
"Iya, kau benar. Baiklah mulai sekarang kita bekerja sama !" ucap Zio dengan tegas ia kemudian mengulurkan tangan pada Alex
"Deal" jawab Alex menjabat tangan Zio.
__ADS_1
Pertemuan itu kemudian berlanjut dengan kegiatan meeting yang hanya dilakukan oleh Zio dan Alex beserta asissten pribadi mereka. Mereka membicarakan hal yang perlu mereka siapkan dan rencanakan agar proyek mereka nantinya berjalan dengan lancar.
Kurang lebih sekitar dua jam pembicaraan serius itu selesai. Alex mengajak Zio bercerita tentang dirinya karena jujur saja Alex seakan ingin tahu tentang istri Zio. Sejak pertama kali ia melihat istri Zio di acara syukuran baby Keenan. Entah kenapa Alex seakan jatuh hati pada Jihan yang merupakan istri orang yaitu Fabrizio.
Gila mungkin iya, karena Alex sudah menyukai istri orang. Bahkan ia mengesampingkan anggapan perebut istri orang jika ia sampai berani mendekati istri Zio.
"Ku dengar istri anda masih kuliah, Tuan Zio." ucap Alex sambil meneguk minuman ditangannya.
"Benar, istriku masih kuliah sudah masuk di semester tiga. Saat ini ia masih cuti pasca melahirkan anak kami." jawab Zio apa adanya ia tak menyadari jika ada maksud lain dari pertanyaan Alex padanya.
"Ah iya, anakmu yang tampan itu. Keenan, pasti dia sangat menggemaskan bukan ?" tanya Alex lagi
"Iya anda benar sekali, bahkan aku selalu ingin pulang ke rumah walaupun ragaku ada di kantor." ucap Zio terkekeh menjawab pertanyaan Alex. "Jika anda ingin berkunjung ke istana kami, saya akan sangat senang." sambung Zio lagi.
Bagaikan mendapatkan durian runtuh Alex bersorak gembira dalam hatinya saat Zio mengajak dirinya berkunjung ke rumahnya. Dengan begitu ia bisa bertemu dengan Jihan, sebagai alasan melihat baby Keenan.
"Benarkah ?" tanya Alex memastikan lagi pada Zio.
"Tentu saja, datanglah ke rumah kami jika anda memiliki waktu luang dan jangan lupa untuk mengabari terlebih dahulu." jawab Zio
__ADS_1
"Baiklah, aku mengabari jika akan berkunjung ke istanamu." ucap Alex ia jadi tidak sabar untuk betemu dengan Jihan nantinya.