ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
TIDAK FOKUS


__ADS_3

Zio memukul stir kemudi, ia begitu marah ketika Cindy berselingkuh itu karena salah dirinya yang sibuk bekerja.


"Dia menyalahkan aku padahal dialah pelaku sebenarnya ! Jika dia benar-benar mencintaiku seharusnya ia tak tergoda dengan lelaki lain hanya demi sebuah popularitas ! Padahal tanpa dia menjadi seorang model terkenal pun aku bisa lebih memberikan kebahagiaan untuknya !"


"Berengsek ! dasar wanita sialan ! ****** !" maki Zio.


Beberapa saat kemudian Zio sampai di apartemen dilihatnya Jihan sedang menonton televisi dan betapa kagetnya tayangan yang ia tonton menampilkan liputan tentang dirinya dan Cindy saat di Mall.


Zio mengambil remot tv dan mematikannya, Jihan menatap Zio dengan datar. Tayangan yang ia tonton barusan membuat hatinya bimbang sebenarnya Zio sudah memutuskan hubungannya dengan Cindy atau tidak.


"Kau percaya dengan beritanya ?" tanya Zio menatap Jihan.


Jihan hanya mampu diam ia bingung harus percaya tau tidak dengan Zio. "Jika kau percaya pada berita itu, artinya kau tidak mempercayaiku" lirih Zio


Jihan menghembuskan nafasnya "Kepercayaan dibuktikan dengan adanya pembuktian, bukan dengan perkataan semata."


Jihan berlalu dari hadapan Zio, ia masuk menuju balkon dan menatap pemandangan kota yang menampilkan kerlipan lampu yang begitu indah.


Zio mengacak-acak rambutnya ia benar-benar frustasi dengan kejadian hari ini. Cindy benar-benar dapat merusak hubungannya dengan Jihan dalam waktu sekejap.


"Baiklah kau ingin pembuktian bukan ?" lirih Zio kemudian ia terpikir satu ide yang menurutnya begitu masuk akal bagi dirinya dan Jihan.

__ADS_1


.......


Keesokan harinya Zio hendak berangkat ke kantor setelah sarapan bersama Jihan. Jihan mendiamkan Zio dan itu membuat Zio semakin tidak tenang.


"Bahkan untuk pertama kalinya kau tidak mau ku antar ke kampus" lirih Zio saat melihat Jihan sudah pergi menjauh dengan membawa motor seorang diri.


Beberapa waktu kemudian Zio tidak fokus bekerja dikantor bahkan saat meeting pun Zio tidak perlu memperhatikan. Hingga Zio merasa tidak mood lagi untuk melanjutkan kegiatan meeting tersebut.


"Stop !" Zio menghentikan seorang manager perencanaan yang sedang menjelaskan materi meeting.


Semua menatap Zio dengan penuh rasa heran tak biasanya bosnya itu menghentika kegiatan meeting ditengah perjalanan.


"Meeting kita lanjutkan besok !" Zio keluar dari ruangan meeting dan menuju ruangannya. Ia mendudukkan diri dikursi kebesarannya. Ia tak pernah sekacau ini namun sikap Jihan padanya mampu mengalihkan fokus dan fikirannya.


"Zio jelaskan maksud dari ini semua ! Kau bilang tidak lagi berhubungan dengan Cindy, lalu apa ini ?" Sonia menyodorkan video Cindy dan Zio kemarin saat diwawancarai oleh reporter.


"Aku harus bagaimana Ma ? aku ini pemimpin perusahaan semua gerak gerikku diperhatikan publik bila saja aku bersikap tidak baik dimuka media, image perusahaan akan jelek. Dampaknya dapat berpengaruh pada nilai saham, kolega bisnis kita" Zio memberikan pengertian pada Mamanya yang sudah kesal padanya.


Sonia menghembuskan nafasnya kemudian ia terpikirkan sesuatu untuk anaknya itu agar tidak jadi bulan-bulanan media karena hubungannya dengan Cindy.


"Zio Mama punya solusi untukmu. Bagaimana jika kau mengadakan konferensi pers kau harus menyatakan kalau hubunganmu dengan Cindy sudah berakhir."

__ADS_1


Solusi yang diberikan oleh Sonia ternyata sepemikiran dengan Zio. Zio dari semalam sudah memikirkan jika lebih baik ia mengumumkan pada media jika dirinya dan Cindy sudah tidak memiliki hubungan lagi.


Dengan begitu pula Jihan akan percaya padanya dan tidak akan lagi mendiamkan dirinya.


"Aku sudah memikirkan itu Ma, Mama tenang saja. Besok aku akan mengadakan konferensi pers, tolong Mama pastikan Jihan menyaksikannya sebab dia mendiamkanku sejak semalam" lirih Zio karena dirinya saat ini terus memikirkan Jihan.


"Jadi Jihan marah padamu ?" Sonia menatap Zio dengan penuh selidik.


"Marahnya itu diekspresikannya dengan diam, aku bingung jika menghadapi wanita yang sudah diam"


Tawa Sonia pecah saat mendengar jawaban anaknya itu "Hahaha...Dia marah itu tandanya dia sayang padamu Zio".


"Ma...jangan meledekku" Zio semakin kesal karena Mamanya menertawakan dirinya. "Bahkan gara-gara ulah Cindy, rencanaku mengungkapkan perasaanku padanya jadi kacau" geram Zio.


"Itu namanya ujian, kau harus berjuang jika mau mendapatkan hati Jihan. Ingat berlian itu memang sulit di dapatkan, tidak seperti kerikil mudah dicari dan dibuang."


"Iya Mama benar, terimakasih Mama mau mendukungku" Zio tersenyum kemudian memeluk Mama tercintanya itu.


.......


Hari ini cukup 3 Bab dulu ya, besok Insyaallah sambung lagi tapi nggak janji 3 bab ya..🙏

__ADS_1


Jangan lupa like & komen kalian 😘😘😘


__ADS_2