ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
JANGAN DENDAM


__ADS_3

Jihan dan Zio saat ini tengah menikmati sore hari mereka dibalkon kamar. Mereka duduk berdua, Zio sembari memainkan gitar ditangannya sedangkan Jihan memakan cemilannya.


"Aku tak menyangka wanita itu begitu kejam padamu, Jihan." Zio menghentikan petikan jarinya menatap istrinya.


Jihan menoleh ke arah suaminya ia menghela nafasnya membayangkan Bianca menurutnya ia tak perlu memperpanjang masalah dan dendam karena dendam hanya membuat dirinya memiliki penyakit hati yang sulit disembuhkan. Ia lebih memilih menjadi seorang pemaaf biarkan Tuhan yang membalas segala perbuatan Bianca padanya.


"Aku sudah memaafkannya, Mas. Biarlah Tuhan yang membalas perbuatannya, lagi pula aku tak ingin menjadi orang yang pendendam." ucap Jihan


"Kau mudah sekali memaafkan dia, apa kau lupa dengan apa yang sudah ia perbuat padamu, Sayang ?" Zio menatap tak percaya dengan ucapan yang didengar dari mulut istrinya dengan mudahnya istrinya itu memaafkan Bianca.


"Tidak perlu membalas kejahatan dengan sebuah kejahatan Mas, jika kita demikian lalu apa bedanya kita pada orang itu. Pembalasan Tuhan jauh lebih adil Mas, tanpa perlu kita menghakimi orang yang menyakiti kita." balas Jihan. Zio yang mendengar itu terpengarah dan kagum dengan istrinya yang memiliki jiwa pemaaf. Ia benar-benar bersyukur memiliki istri sepertinya.


"Kau benar-benar dewasa sekarang, aku jadi heran kemana Jihan yang selalu menunduk saat melihat wajahku diawal kita menikah." ucap Zio terkekeh melihat istrinya.


Jihan yang diledek oleh suaminya itu ia refleks langsung mencubit area paha suaminya hingga suaminya itu meringis namun hal itu malah membuat milik Zio terbangun.

__ADS_1


"Sayang..." ringis Zio "Kau membangunkan dia" Zio melirik ke arah miliknya dan Jihan mengikuti arah pandang suaminya itu.


Jihan melepaskan cubitannya kemudian berdiri dari duduknya hendak pergi meninggalkan suaminya yang sudah pasti dalam mode mesum.


Zio dengan cepat menarik tangan istrinya hingga istrinya terduduk dipangkuannya. "Kau mau kemana hem..?"


"Ak..aku mau mandi !" ucap Jihan gugup ia tak mau jika dimakan oleh suaminya.


"Mandi ya...setelah berhasil membangunkan dia, bukankah kau harus bertanggung jawab saat ini sayang ?"


Jihan menelan kasar silvanya saat suaminya memberikan kode untuk ia layani. Pipi Jihan merona merah ia bingung bagaimana caranya ia bisa kabur dari suaminya.


"Mandi bersama disore hari sepertinya sangat asyik." Zio mengedipkan satu matanya pada istrinya. Jihan menelan kasar silvanya sepertinya sore ini akan terjadi olahraga panas bersama suaminya itu.


Zio menggendong istrinya ala bridal masuk ke dalam kamar mandi. Saat mereka tiba dikamar mandi Zio menautkan bibir mereka. Ciuman itu begitu panas dan membakar gairah, hingga Jihan ikut hanyut dalam permainan suaminya.

__ADS_1


Aaaaahhhh


Des.sahan itu lolos dimulut keduanya saat milik mereka telah menyatu dibawah guyuran air shower. Zio menghentak-hentakkan miliknya ke dalam milik istrinya yang selalu membuatnya mabuk kepayang dan terbayang-bayang.


Tubuh Jihan bergoyang saat suaminya menempelkan tubuhnya menghadap ke dinding kamar mandi. Suaminya benar-benar ahli dalam memberikan kepuasan hingga dirinya seperti merasa terbang melayang.


Aaahhh...aahhhh...aahhh


Jihan sayang


Mas


Jihan...


Aaaaaahhhhhh

__ADS_1


******* panjang itu tiba-tiba keluar dari mulut Zio saat ia menembakkan semburan lahar panas miliknya ke dalam milik istrinya. Nafas mereka saling memburu Zio seakan tak pernah puas menjamah istrinya, ia kembali melakukan penyatuan yaitu didalam bathtube. Hingga entah sampai kapan permainan itu berlangsung hanya mereka berdua yang tahu.


Babang Zio emang bikin panas 🤣😅


__ADS_2