ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
KEBAHAGIAAN DAN KETEGANGAN


__ADS_3

Sore harinya Zio dan Jihan berangkat pergi bulan madu ke Paris. Jihan merasa kagum saat dirinya berada di Jet pribadi milik keluarga Argantara. Apalagi di dalamnya terdapat kamar lengkap dengan ranjangnya.


Jihan merebahkan dirinya diatas ranjang, perjalanan ke negara Paris membutuhkan waktu yang lama. Ia memejamkan matanya disamping ia butuh istirahat dan juga sangat lelah pastinya.


Zio yang baru saja keluar dari toilet melihat istri cantiknya itu yang sudah tertidur pulas, ia pun menyusul Jihan dan tidur disampingnya sambil memeluk Jihan erat.


Beberapa waktu kemudian pesawat yang ditumpangi oleh Zio dan Jihan sudah sampai di negara paris. Zio dan Jihan keluar dari bandara dan disambut oleh supir yang sudah disiapkan oleh Romi. Mereka menginap di hotel selama empat hari dinegara itu.


Tak banyak kegiatan yang dilakukan oleh pasangan pengantin tersebut ketika berada di Paris. Zio tak henti-hentinya menjamah tubuh Jihan hingga Jihan merasa kesal karena selama dua hari mereka di Paris, hanya berada dikamar hotel.


Pada hari ke tiga ketika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Jihan merajuk karena ia merasa bosan dikamar hotel terus menerus. Ia mendiamkan suaminya hingga Zio menjadi kalang kabut saat tahu istrinya itu marah padanya.


"Sayang..." panggil Zio pelan.


"Stop ! jangan dekat-dekat." Jihan menatap tajam suaminya agar Zio tidak mendekat ke arahnya.


"Baiklah maafkan aku, ayo kita jalan-jalan." bujuk Zio pada Jihan agar istrinya itu tidak merajuk lagi padanya.


"Benarkah ?" mata Jihan berbinar saat suaminya mengajak dirinya untuk jalan-jalan. Bagaikan anak kecil yang senang mendapatkan sebuah hadiah, Jihan pun berlari ke arah suaminya dan mengecup singkat bibir suaminya itu.


"Ayo kita bersiap dulu." ajak Jihan pada suaminya yang dibalas dengan senyuman dan anggukan kepala oleh Zio.

__ADS_1


.......


Jika Zio dan Jihan sedang merasakan kebahagiaan honeymoon mereka. Berbeda dinegara belahan lainnya. Saat ini Rayyan dan Mayang sedang disidang oleh kedua orang tuanya dan juga Om serta Tantenya.


Diana dan Graham memarahi habis-habisan anaknya yang sudah keterlaluan menurut mereka. Ia tak menyangka jika anaknya terlalu bebas dalam bergaul, sampai-sampai membawa anak gadis orang masuk ke dalam kamar hotel.


"Ayah, Tante. Aku berani sumpah tidak terjadi apa-apa diantara kami !" ucap Rayyan mencoba meluruskan permasalahannya bersama Mayang.


"Tidak terjadi apa-apa bagaimana ? kau membawa anakku masuk ke dalam hotel, bahkan anakku tidak pulang semalaman !" bentak Mama Sofia pada Rayyan ia benar-benar kesal dengan lelaki di hadapannya itu.


Rayyan mengusap kasar wajahnya ia benar-benar frustasi ia menatap Mayang hanya tertunduk dan diam saja tanpa ikut melakukan pembelaan apapun atau membela dirinya.


"Kalian harus menikah ! suka atau tidak suka kalian harus menikah dua hari lagi ! ucap Graham memberikan keputusan yang disetujui kedua orang tua Mayang, karena bagaimana pun Rayyan harus bertanggung jawab pada anak gadis mereka.


Setelah sidang antara keluarga Rayyan dan Mayang itu usai. Rayyan mengajak Mayang ke belakang rumah untuk berbicara empat mata.


"Kenapa kau diam saja sedari tadi." ucap Rayyan dengan suara beratnya.


"Ak..aku bingung harus berkata apa." ucap Mayang gugup karena sedari tadi tubuhnya bergetar, gugup, dan ketakutan hingga bibirnya mendadak menjadi bisu tak bisa berkata apapun.


"Dengar Mayang, aku bahkan tidak menyentuhmu sama sekali. Yang ada malam itu kau yang bertindak sesukamu, membuka baju atasmu dan menciumku hingga kau pingsan dengan sendirinya karena pengaruh alkohol !" terang Rayyan pada Mayang.

__ADS_1


"Apa !" teriak Mayang ia tak menyangka jika dirinya bertindak seperti wanita murahan malam itu saat bersama Rayyan.


Namun ia mencoba tidak mempercayai ucapan Rayyan dan tetap beranggapan jika Rayyan sendiri yang sudah melakukan pelecehan padanya.


"Tidak aku tidak percaya ! pasti itu semua ulahmu yang kau tutupi dengan alasan aku yang melakukannya !" sambung Mayang.


Rayyan mengusap kasar wajahnya ia menatap tajam Mayang dengan tatapan membunuh. Ia begitu kesal saat Mayang, tidak percaya padanya dan menganggap dirinya yang bersalah.


"Baik jika kau tidak percaya, mari kita ulangi lagi !" Rayyan mendekatkan diri pada Mayang ia meraih tengkuk Mayang dan menautkan bibir mereka. Mayang terkejut ia kemudian mengingat kejadian pada malam itu bahwa dirinyalah yang mencium Rayyan.


Saat bibir mereka saling bertautan pemandangan itu dilihat oleh kedua orang tua mereka. Kedua orang tua mereka berteriak mendapati anak mereka sedang berciuman.


"Aaaaaaa !"


"Rayyan !"


"Mayang !"


Mayang dan Rayyan melepaskan tautan bibir mereka, mereka pun gelagapan saat mereka sudah tertangkap sedang berciuman.


... .....

__ADS_1


Gaes entar malem ku lanjut lagi ya, aku banyak kerjaan soalnya 🤣


__ADS_2