ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
PULANG KERUMAH


__ADS_3

Tiga hari Jihan dirawat di rumah sakit, kini ia dan bayinya sudah diperbolehkan untuk pulang. Jihan tidak diperbolehkan oleh suaminya untuk berjalan sendiri. Ia harus menggunakan kursi roda karena Zio tak mau terjadi apa-apa pada istri tercintanya itu.


Zio mendorong kursi roda istrinya yang tengah menggendong Keenan berjalan masuk ke dalam rumah. Begitu pintu utama dibuka Jihan sangat terkejut karena ruang tamu di dekorasi sangat indah untuk menyambut kedatangannya dan Keenan.


Para pelayan berbaris rapi sambil menunduk hormat pada majikannya tersebut. Dan menyampaikan ucapan selamat pada Tuan dan Nyonya mereka. Di sana juga sudah ada kedua orang tua Zio.


Mereka menyambut kedatangan keluarga kecil Fabrizio dengan suka cita.


Kejutan tersebut tentu saja sudah dipersiapkan oleh Zio jauh sebelum istrinya melahirkanx dan siapa lagi yang mengurus semuanya jika bukan Romi sang asissten yang begitu ia percaya dan ia andalkan.


Jihan begitu terharu dengan kejutan yang diberikan oleh suaminya. Ia tak menyangka kehidupannya sangat jauh berubah semenjak menjadi istri Fabrizio.


Ia kemudian mengingat masa lalu saat ia hanyalah gadis miskin yang hanya memiliki seorang Ayah. Kemudian Ayahnya meninggal dan ia tiba-tiba menikah dengan Fabrizio.

__ADS_1


Suaminya itu begitu banyak memberikan cinta dan kasih sayangnya. Ia begitu bersyukur atas segala yang ia miliki saat ini. Apalagi ia mendapatkan bonus kebahagiaan tambahan yaitu seorang anak yang telah lahir dari rahimnya.


Jihan sampai meneteskan air mata bahagia, tentu saja. Karena ia selalu percaya akan ada pelangi setelah hujan, akan ada kebahagiaan setelah penderitaan. Dan semua itu ia rasakan saat ini.


Zio kemudian duduk menghadap istri tercinya, ia tak menyangka akan menjadi seorang lelaki yang sempurna karena telah berstatus menjadi seorang Ayah. Ia begitu bahagia karena kesempurnaan itu ia dapatkan dari Istrinya, Jihana.


Zio menggenggam tangan istrinya dan memberikan sebuah hadiah berupa cincin. Cincin yang hanya ada satu edisi di seluruh dunia. Ia menyematkan di jari manis istrinya itu dan mengecup tangan istrinya sambil tersenyum bahagia.


Kedua orang tua Zio mendekat ke arah anak dan menantunya kemudian Sonia mengambil alih Keenan dari tangan Jihan dan Jihan tentu saja memberikannya.


"Minggu depan kita akan adakan pesta syukuran kelahiran Baby Keenan, undang semua seluruh keluarga kita dan para kolega bisnis kita. Kita harus merayakannya, dan jangan lupa undang juga anak-anak panti asuhan." ucap Anggara pada anak dan istrinya.


"Tentu saja, Pa kita harus memperkenalkan cucu kita ke hadapan publik. Karena Keenan adalah generasi penerus keluarga Argantara." jawab Sonia sambil menggendong cucunya.

__ADS_1


"Papa sudah menyiapkan kado untuk Jihan sebagai hadiah karena sudah melahirkan cucu kita." Anggara menyerahkan Map kepada Jihan, dan Jihan membukanya bersama Zio.


Dalam map tersebut tertulis jika Jihan akan menggantikan posisi Anggara di Diamon Hospital, karena ia akan berhenti dan menikmati masa tua bersama Sonia.


"Papa apa ini tidak terlalu berlebihan." tanya Jihan pada mertuanya.


"Tidak Jihan, lagi pula nanti kau akan menjadi seorang Dokter. Papa yakin nanti kau akan menjadi pemimpin dan dokter yang hebat." ucap Anggara pada Jihan.


Zio hanya tersenyum melihat Jihan mendapatkan hadiah dari Papanya, ia sangat setuju dengan Papanya. Lagi pula Zio tak ingin jika Jihan hanya menjadi ibu rumah tangga. Baginya wanita juga bisa mandiri asalkan tidak lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri.


"Terima saja, Sayang. Nanti Mas akan membantumu dan mengajarimu dalam menjalankannya." ucap Zio pada Jihan.


Jihan menjadi terharu ia kemudian menganggukkan kepalanya dan menerima hadiah pemberian dari mertuanya itu. Zio merangkul istrinya dan mencium keningnya. Zio begitu bahagia karena keluarganya begitu lengkap karena sudah hadir Baby Keenan di tengah-tengah keluarga kecil mereka.

__ADS_1


__ADS_2