
"Apa yang kau katakan !" Zio langsung membuka amplop coklat dihadapannya dan membaca laporan medis mantan kekasihnya itu.
"Kanker rahim stadium dua" Zio membulatkan matanya saat membaca laporan medis Cindy.
"Apakah ini benar ?" tanya Zio pada Romi
"Iya Tuan"
Zio menatap laporan medis mantan kekasihnya itu dengan rasa tak percaya. Jauh dilubuk hatinya masih terbesit rasa kasihan pada Cindy. Walaupun dia sudah menghianati dan menyakitinya tapi setidaknya selama tiga tahun Cindy sudah bersamanya mengisi hari-harinya.
"Bagaimana keadaannya sekarang ?"
"Noma Cindy sudah pulang dari rumah sakit Tuan, dan kabarnya Nona Cindy besok mulai bekerja kembali."
"Bukankah dia sakit, lalu kenapa masih bekerja ?" Zio mengernyitkan dahinya.
"Saya mendapat informasi kalau nona Cindy dipaksa bekerja dibawah tekanan Tuan Gabriel."
"Kenapa seperti itu ?" Zio semakin penasaran saat mendengar Cindy bekerja dibawah tekanan selingkuhannya yaitu Gabriel.
__ADS_1
"Belum ada informasi selanjutnya Tuan, Saya masih mencari tahunya. Beri Saya waktu Tuan."
Zio menghela nafasnya jari tangannya mengetuk-ngetuk meja kerjanya. Semenjak Zio memutuskan hubungannya dengan Cindy, ia menyuruh Romi untuk mencari informasi mengenai Cindy. Karena ia merasa ada yang aneh dari diri Cindy. Kenapa wanita yang dahulunya lemah lembut, baik dan penyabar malah berubah menjadi seorang wanita yang bersikap murahan. Tidak seperti wanita yang pertama kali ia kenal.
Terlebih lagi saat ia tahu kalau Cindy bekas simpanan lelaki hidung belang, sebelum menjadi seorang Model. Padahal sebelumnya Cindy selalu bersamanya. Hal itu membuat Zio benar-benar merasa penasaran.
"Apakah Tuan percaya kalau di dunia ini kita memiliki wajah yang sama dengan seseorang ?"
"Mana ada hal seperti itu kecuali kita memiliki saudara kembar indetik...." Zio membulatkan matanya ia jadi teringat kejadian dua tahun lalu saat dirinya menemui Cindy dipemakaman saudara kembarnya.
"Romi !" pekik Zio pada Romi dan itu membuat Romi menjadi kaget.
Nafas Zio naik turun ia menatap nanar dan lurus ke depan. "Apakah selama ini aku bersama wanita yang salah ?" ucap Zio dengan bibir yang gemetar.
"Maksud Tuan ?" Romi tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Bosnya itu padanya. Namun seketika Zio meninggalkan Romi seorang diri.
"Tuan mau kemana ?"
Zio tak menggubris ucapan Romi ia berjalan tergesa-gesa saat ini ia ingin memastikan sesuatu dengan bertemu dengan Cindy di apartemennya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Zio telah sampai diapartemen Cindy. Zio mengetuk pintu beberapa kali sesaat kemudian pintu itu dibuka oleh Cindy.
"Zio !" Cindy terpekik kaget dan senang bukan main saat melihat lelaki yang ia cintai datang ke apartemennya. "Aku sangat merindukanmu." Tangan Cindy bersiap untuk memeluk Zio, namun dengan cepat Zio menepis tangan Cindy dari tubuhnya.
"Jauhkan tangan kotormu dari tubuhku !" ucap Zio dingin dan sorot mata yang tajam. Zio masuk ke dalam apartemen Cindy tanpa Cindy tawari.
"Katakan padaku siapa kau sebenarnya ?" Zio menatap Cindy penuh selidik dan sorot mata yang tajam.
"Kau bukan Cindyku" lirih Zio dengan suara yang bergetar.
"Zi..zio...ap..apa maksudmu ?" jawab Cindy terbata-bata ia benar-benar takut sekarang jika Zio sudah mengetahui siapa ia sebenarnya.
"Katakan sejujurnya sebelum aku kelewat batas menyakitimu !" bentak Zio pada Cindy yang tubuhnya terlihat bergetar karena ketakutan.
"Dimana Cindy ?" Zio mencengkram kuat bahu Cindy hingga Cindy meringis kesakitan. Zio menghempaskan tubuh Cindy ke lantai hingga Cindy menjerit kesakitan.
"Katakan padaku dimana Cindy !" teriak Zio rahangnya mengeras saat ia benar-benar yakin bahwa wanita dihadapannya kini bukanlah Cindy.
"Di..dia..
__ADS_1