ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
PERLAKUAN MANIS


__ADS_3

Saat dikamar mandi Zio benar-benar memanjakan Jihan seperti layaknya ratu. Ia memandikan Jihan menyabuninya dan mengeramas rambut Jihan dengan lembut.


"Wah...aku seperti disalon saja." ucap Jihan dengan mata terpejam.


Zio tersenyum senang ketika Jihan memuji dirinya. "Kau pernah ke salon ?" tanya Zio basa-basi.


"Iya Mama sering mengajakku, karena baik aku dan Mama bosan dirumah sendirian." jawab Jihan apa adanya.


Zio mendengar jawaban Jihan ia jadi merasa bersalah karena dulu ia pernah mengabaikan Jihan dan membiarkannya tinggal terpisah dengannya.


"Maafkan aku karena dulu membencimu dan mengabaikanmu" lirih Zio memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Tak apa, bukankah rasa benci itu menjadi cinta sekarang ?"


"Kau sangat dewasa sekali dalam berfikir, aku jadi iri padamu." Zio kembali memijat kepala Jihan dengan busa shampo.


"Iya untuk menghadapi suami yang sepertimu, kata Mama aku harus kuat dan dewasa supaya tidak mudah ditindas."


"Oh..jadi gurumu itu Mamaku rupanya. Baiklah kalau begitu aku juga harus mengguruimu mulai saat ini"


"Memangnya apa lagi yang harus ku pelajari ?" Jihan berbalik dan mendelik menatap suaminya itu.

__ADS_1


"Memuaskan suami diatas ranjang !" jawab Zio dengan tersenyum devil.


Jihan membulatkan matanya dengan cepat ia mencubit perut suaminya itu hingga sang empunya meringis kesakitan.


"Aaaaww sakit !"


"Sakit yaa..?" Jihan semakin menguatkan cubitannya hingga Zio dengan cepat menarik tangan Jihan ke atas dan langsung ******* bibir istrinya itu.


Eeemmppphh


"Mau ku mandikan lagi atau ku makan lagi, sayang ?" Zio tersenyum kemenangan setelah membuat Jihan tak berkutik dan bungkam.


"Maa..maandi" jawab Jihan cepat.


Setelah mandi bersama itu usai Zio memakaikan Jihan baju. Bahkan Zio sendiri yang memilih pakaian yang dikenakan oleh Jihan.


"Aku sudah seperti bayi."


"Iya bayi besarku." Zio tersenyum kemudian mencium pipi Jihan sekilas. "Ayo duduk aku akan menyisir rambutmu." Zio mendudukkan Jihan dikursi dan menghadap kaca meja rias.


"Aku bisa menyisirnya sendiri."

__ADS_1


Zio tak menggubris ucapan Jihan ia menyisir ranbut Jihan dan mengeringkannya dengan alat pengering rambut.


"Apa Mas pernah melakukannya pada wanita lain, Cindy ?" pertanyaan itu keluar begitu saja dalam mulut Jihan saat menerima perlakuan manis Zio.


"Melakukan apa ?" kening Zio mengernyit saat Jihan memberikan pertanyaan untuknya.


"Mungkin tidur dengan wanita lain termasuk Cindy, Mas pernah melakukannya. Tapi perlakuan manis yang Mas lakukan ini, apa Mas pernah melakukannya ?" Jihan menatap suaminya di cermin dengan wajah sendu.


Zio memeluk Jihan dan tersenyum manis "Tidak ada wanita lain yang pernah ku perlakukan seperti ini, hanya dirimu Jihan. Apa kau percaya padaku ?"


"Mungkin aku lelaki berengsek karena sudah pernah tidur dengan wanita lain selain dirimu. Tapi percayalah hanya dirimu yang begitu membekas dihatiku. Aku tak pernah selembut dan sehangat ini dengan wanita lain termasuk Cindy sekalipun."


"Aku tidak berbohong Jihan, meski tak mudah untukmu percaya padaku. Tapi aku berkata jujur, demi Tuhan hanya kau yang mampu membuatku luluh."


"Apa kau tahu semenjak aku menikahimu, setelah ijab kabul itu bayangan dirimu selalu hadir dalam pikiranku. Aku tak mampu melupakanmu meski sedang bersama Cindy sekalipun. Karena tanpa ku sadari aku sudah mencintaimu." Tak terasa mata Zio membasah karena air mata yang tiba-tiba menetes dari pelupuk matanya.


Mereka saling menatap pada cermin, Jihan yang melihat kejujuran dimata suaminya itu ia tersenyum dan mengagukkan kepalanya.


"Aku percaya Mas, tapi jangan pernah sekalipun menghianati kepercayaanku." lirih Jihan menggenggam tangan Zio.


"Aku berjanji, terima kasih sayang" Zio semakin memeluk erat Jihan.

__ADS_1


... ....


Udah dulu ya gaes 4 bab untuk hari ini, jangan lupa like & coment kalian ❤ selamat bermalam minggu 😘


__ADS_2