
Tiba-tiba perawat memberikan gunting pada song Dokter dan itu sukses mengagetkan Zio yang melihat Dokter tersebut menggunting bagian inti istrinya.
"Apa yang kau lakukan !" bentak Zio pada sang Dokter.
"****** Nyonya sangat kecil dan sepertinya kepala bayi susah untuk keluar. Saya harus mempelebarnya, Tuan." balas Dokter pada Zio
"Apa Nyonya merasakan kesakitan ?" tanya Dokter pada Jihan
"Aku tidak tahu yang mana yang sakit sebab sakit semua." jawab Jihan apa adanya
"Aku rasa bayinya akan keluar..Aaaaa" tangis Jihan pecah
"Nyonya bisa menyalurkan rasa sakitnya pada suami anda, Nyonya ayo mengejan lagi. Nyonya pasti bisa." Dokter tersebut memberi semangat pada Jihan.
Dan benar saja Jihan mencengkram tangan suaminya hingga terluka bahkan Jihan menarik rambut suaminya hingga mereka sama-sama berteriak.
"Aaaaaaaaa" teriak Jihan dan Zio bersamaan.
__ADS_1
"Ayo Nyonya sedikit lagi." ucap Dokter menyemangati Jihan
"Aaaaaaa"
"Aaaaa..Sayang sakit !" ucap Zio merasakan sakit ketika istrinya menjambak rambut dan mencengkram kuat tangannya.
"Aaaaaa"
"Ooeeeekk..ooeeekk.."
"Alhamdulillah bayi Tuan dan Nyonya telah lahir begitu tampan dan sehat. Selamat Nyonya, Tuan." ucap sang Dokter ia meletakkan bayi itu di dada Jihan.
Berbeda dengan Zio mendadak menjadi lemas bahkan terduduk lantai. Para Dokter dan Perawat yang diam-diam memperhatikan kondisi anak pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja. Mereka hanya bisa mengulum senyum andaikan mereka bisa tertawa saat ini tapi mereka tak berani karena takut di pecat.
Zio kemudian bangkit dari duduknya kemudian ja menciumi seluruh wajah istri tercintanya dengan air mata bahagia jatuh di pelupuk matanya. Ia begitu bersyukur kepada Tuhan dengan memberinya kepercayaan menjadi seorang Ayah.
"Terimakasih Tuhan ! Terimakasih Sayang, aku mencintaimu." ucap Zio disela tangis bahagianya.
__ADS_1
"Nyonya bisa melakukan IMD pada bayi Nyonya agar dapat merangsang Asi anda supaya cepat keluar." ucap Dokter pada Jihan
Salah satu perawat membatu Jihan dan bayinya kini sudah bisa menghisap pada salah satu ****** payu.dara miliknya. Zio yang melihat itu hanya bisa menelan kasar silvanya, karena ia harus berbagi mainan favoritnya kini dengan bayinya.
Lalu pandangan mata Zio beralih pada Dokter yang sedang melakukan penjahitan pada inti istrinya. Ia meringis merasa ngilu sendiri saat melihat itu. Sedangkan Jihan hanya bisa menahannya karena walaupun ia sudah diberi suntikan bius tapi tetap saja masih terasa sakit ia rasakan. Namun rasa sakit itu seakan hilang begitu saja ketika ia melihat wajah anaknya.
Zio yang menyaksikan itu ternyata perjuangan seorang istri melahirkan anak begitu besar, tak sebanding dengan harta dan kekayaan. Zio berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengecewakan Jihan dan akan membahagiakannya hingga hembusan nafas terakhirnya.
"Tuan tenang saja, saya akan menjahitnya dengan rapi agar rasanya sempit seperti malam pengantin baru." ucap Dokter sambil melakukan tugasnya.
Mendengar hal tersebut Zio mengembangkan senyumannya. Sedangkan Jihan jangan ditanya lagi pipinya sudah merah bagaikan tomat, karena merasa malu.
"Iya aku suka yang sempit-sempit." jawab Zio dengan tak tahu malunya. Sedangkan Jihan hanya bisa menatap tajam suaminya, bisa-bisanya suaminya itu menjawab hal demikian di depan Dokter dan juga Perawat yang menanganinya.
"Suamiku memang mesum tingkat akut !" ucap Jihan dalam hati.
... ....
__ADS_1
Gaes aku udah up 3 bab....like dan komen yang banyak yaa...makasih ya udah doain aku kemaren moga kalian sehat selalu 🙏💞😘