
"Apa kalian tahu mata kuliah yang di ampuh oleh Pak Dima sekarang digantikan dengan Dosen baru yang masih muda dan sangat tampan." ucap salah satu mahasiswi di dalam kelas pada saat itu Jihan dan Mayang juga mendengarnya.
"Iya kabarnya dia masih single, wah aku tidak sabar melihatnya." sahut mahasiswi yang lainnya.
"Memangnya siapa nama Dosen itu ?" tanya mahasiswi yang lain.
"Namanya..." saat mahasiswi itu akan menjawab tiba-tiba mereka langsung duduk rapi di kursi masing-masing karena ada seorang Dosen masuk ke ruang kelas mereka.
Dosen itu tak lain dan tak bukan adalah Alexander. Alex begitu senang ketika menjadi seorang Dosen. Pasalnya ia akan sering bertemu dengan Jihan, apalagi ia mengajar di kelas Jihan saat ini.
Semua para mahasiswa dan mahasiswi menatap kagum pada Dosen mereka yang begitu tampan dan gagah. Beberapa mahasiswa menatap tanpa berkedip bahkan tanpa sadar memujinya.
"Oh Tuhan, tampan sekali." ucap salah satu mahasiswa menatap Alex.
"Selamat Pagi semuanya, perkenalkan nama saya Alexander Stevano. Saya akan menjadi Dosen kalian menggantikan Bapak Dima Nugraha mulai hari ini." sapa Alex pada mahasiswa di kelas tersebut.
Usai Alex memperkenalkan dirinya ia langsung memberikan materi kuliah pada para mahasiswa. Memberikan penjelasan pada para mahasiswa melakukan sesi tanya jawab dan tugas yang harus di selesaikan hari itu juga.
__ADS_1
Para mahasiswa yang awalnya menyukai ketampanan Alex tiba-tiba berubah saat Alex memberikan tugas yang begitu sulit bagi mereka. Apalagi Alex hanya memberikan tenggat waktu satu jam untuk mengerjakannya.
Jihan yang sedari tadi nampak lesu karena semalam suntuk melayani suaminya berbuka puasa tak begitu memperhatikan Alex karena ia sendiri sudah tahu sedari awal jika Alex akan menjadi Dosennya.
"Hoaamm" Jihan menguap ia ingin sekali tidur saat ini namun tugas kuliahnya harus selesai dikerjakan. Jihan tak tahan lagi entah kenapa rasa kantuk itu terus menyerangnya dan seketika ia tertidur.
Waktu sudah menunjukkan satu jam batas waktu tugas yang diberikan oleh Alex. Para mahasiswa mengumpulkan tugas mereka. Mayang yang baru menyadari jika Jihan tertidur karena ia fokus mengerjakan tugasnya. Ia langsung membangunkan Jihan karena Alex melihat Jihan.
"Jihan bangunlah..Jihan..Jihan." Mayang menepuk keras bahu Jihan agar sahabatnya itu bangun dari tidurnya.
"Mana tugasmu ?" tanya Mayang dan Jihan gelagapan karena ia belum sama sekali mengerjakan tugasnya.
"Yang belum mengumpulkan tugas silahkan datang ke ruangan saya ! Saya tidak mentolerir apabila ada mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas yang saya berikan." ucap Alex dengan tegas
Semua mahasiswa menjadi takut akan ucapan Alex yang terkesan dingin. Setelah Alex keluar dari dalam kelas mereka karena jam mata kuliahnya usai. Para mahasiswa langsung lega namun berbeda dengan Jihan, ia menjadi takut karena hanya ia sendiri yang belum mengumpulkan tugasnya.
"Kenapa kau tidak membangunkanku ?" tanya Jihan pada Mayang
__ADS_1
Mayang hanya tercengir kuda ia sampai melupakan sahabatnya itu karena begitu fokus pada tugas kuliahnya.
"Maaf aku terlalu fokus." balas Mayang merasa bersalah. "Sudahlah kau temui saja Dosen itu, aku mau pulang dulu, Okey." sambung Mayang lagi mencoba kabur dari Jihan karena ia tak mau mendengar ocehan sahabatnya.
"Hei..Mayang ! Astaga.." ucap Jihan menatap kesal pada Mayang yang pergi meninggalkannya seorang diri di kelas.
Jihan berjalan lesu menuju ruangan Alex yang terdapat dilantai tujuh kampusnya. Jantungnya berdegup tak karuan saat ia sudah sampai di depan ruangan Alex. Jihan mengetuk pintu ruangan Alex menunggu pintu itu dibuka oleh pemiliknya.
tok
tok
tok
Alex membuka pintu ruangannya di lihatnya Jihan yang mengetuk pintu. Alex tersenyum pada Jihan dan Jihan juga membalasnya dengan sedikit senyuman namun mampu membuat jantung Alex berdegup kencang.
Deg
__ADS_1