ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
HUKUMAN


__ADS_3

Alex mencoba menyembunyikan rasa degup jantungnya yang begitu kencang. Ia mencoba bersikap biasa saja setelah tersenyum pada Jihan.


"Masuklah." ucap Alex dengan dinginnya.


Sedangkan Jihan hanya bisa menelan kasar silvanya ia tahu pasti dirinya akan mendapatkan hukuman dari Alex karena tidak mengerjakan tugasnya.


"Hanya kau sendiri yang tidak mengerjakan tugas yang ku berikan, kira-kira apa hukuman yang pantas ku berikan untukmu ?" Tanya Alex


"Pak, Saya minta maaf. Saya tidak sengaja tertidur, Saya janji akan mengerjakannya." balas Jihan memohon agar Alex tidak menghukumnya.


Alex menghela nafasnya lalu ia mengambil buku besar dan menyodorkan ke arah Jihan. "Baca itu untuk mengerjakan tugas yang ku berikan, kau harus mengerjakannya di ruangan ini, dan tidak ada bantahan !" ucap Alex dengan tegas.


"Ba..baiklah Pak." jawab Jihan kemudian mengambil buku tersebut dan hendak duduk di sofa namun langkahnya ditahan oleh Alex.

__ADS_1


"Duduklah di hadapanku !" titah Alex tentu saja Jihan ingin menolak namun ia takut nanti Alex memberikan hukuman yang lainnya jika ia menolak. Jadi mau tak mau Jihan menuruti perintah Alex.


Alex memperhatikan Jihan yang sedang mengerjakan tugasnya. Ia tak menyangka jika Jihan adalah mahasiswi yang pintar bahkan penerima beasiswa walaupun suaminya kaya raya ia begitu kagum ternyata Jihan berkuliah tidak menggunakan uang ataupun kekuasaan suaminya.


Alex mencoba mengajak mengobrol agar dirinya bisa dekat dengan Jihan. "Sudah berapa lama kalian menikah ?" tanya Alex pada Jihan kali ini Alex bertanya dengan santai seolah dia bukan seorang Dosen.


"Sudah satu tahun lebih, Tuan." jawab Jihan apa adanya sambil menulis tugasnya.


"Apa kau punya waktu luang ? Aku ingin mengajakmu makan." tanya Alex


"Maaf Tuan, saya sudah menikah tidak baik seorang wanita yang sudah menikah berduaan dengan lelaki yang bukan muhrimnya." balas Jihan memberikan pengertian.


Alex terkekeh mendengarnya ia tak menyangka respon Jihan akan seperti itu. Baru kali ini ia di tolak oleh seorang wanita. Rahangnya mengeras tiba-tiba ia marah pada Jihan.

__ADS_1


"Aku menyukaimu !" ucap Alex dan itu membuat Jihan menghentikan pergerakan tangannya saat sedang menulis karena memang Jihan sudah selesai mengerjakan tugasnya.


"Maaf saya sudah bersuami, dan saya sangat mencintai suami saya !" jawab Jihan dengan tegas.


Alex seolah tak terima ketika ia kembali di tolak oleh Jihan. Ia menatap tajam Jihan, berani sekali seorang wanita menolak dirinya.


"Ini tugas saya Pak, saya permisi." ucap Jihan menyerahkan tugasnya di hadapan Alex kemudian ia pergi meninggalkan ruangan Alex.


"Kurang ajar ! berani sekali kau menolak ku !" ucap Alex dengan kilatan kemarahan di wajahnya.


Jihan buru-buru pergi meninggalkan ruangan Alex. Jihan masuk ke dalam mobilnya saat sopir sudah menunggunya sedari tadi. Sepanjang jalan ia memikirkan ucapan Alex barusan. Ia tak habis pikir kenapa Alex sampai menyukai dirinya dan berani sekali mengatakan hal itu pada dirinya padahal ia sendiri adalah istri dari rekan bisnisnya.


Jihan mencoba menenangkan dirinya dan menganggap kejadian barusan adalah angin lalu. Saat ini ia hanya ingin cepat pulang karena tak sabar untuk bertemu dengan Keenan lagi pula dadanya kini terasa penuh dengan Asi, dan ingin segera di pompa.

__ADS_1


"Ah..ada-ada saja." gumam Jihan sambil menatap jalanan di kaca jendela.


__ADS_2