
Klak
Pintu kamar dibuka Jihan membalikkan tubuhnya melihat siapa yang masuk ke dalam kamar yang ia tempati. Betapa terkejutnya ia saat melihat siapa orang tersebut. Orang itu tak lain adalah Alexander.
"Hai Baby apa kau suka pemandangannya ?" ucap Alex pada Jihan dengan santainya seolah tak terjadi apa-apa pada diri Jihan.
"Oh, jadi Kau yang menculik ku dan membawaku kemari !" ucap Jihan menatap tajam Alex
"Tentu saja, dengan begini aku bisa memilikimu bukan ?" balas Alex mendudukkan diri di sofa
"Kau gila, aku ini wanita yang sudah bersuami dan beranak. Apa kau buta ? masih banyak gadis di luar sana ! Kenapa kau malah terobsesi padaku !" maki Jihan pada Alex
Alex tak terima mendengar makian dari Jihan ia kemudian bangkit dari duduknya dan mendekati Jihan. Jihan berjalan mundur saat Alex mendekat padanya.
"Mau apa kau ? jangan mendekat !" sarkas Jihan
__ADS_1
Alex membuka jasnya membuangnya ke sembarang arah kemudian membuka kancing lengan kemejanya dan kancing bajunya. Dan itu membuat Jihan menjadi takut jika Alex melakukan sesuatu padanya.
Alex berusaha menangkap tubuh Jihan namun Jihan selalu bisa menghindar. Jihan berlari ke arah balkon kamar dan mengancam Alex bahwa dirinya akan melompat ke bawah jika Alex berani mendekat ke arahnya.
"Jangan mendekat ! atau aku akan melompat !" ancam Jihan pada Alex sedangkan Alex hanya tertawa lebar mendengar ancaman Jihan.
"Hahaha...melompat lah jika kau mau !" ucap Alex dengan tertawa mengejek karena ia tahu pasti Jihan tidak akan berani melompat.
Jihan menatap tajam Alex lelaki di hadapannya kini benar-benar menguji kesabarannya. Jihan kemudian nekat menaiki dinding balkon tersebut dan hendak melompat ke bawah.
"Kau jangan konyol, apa kau ingin mati ?" bentak Alex ia tak habis pikir ternyata Jihan bisa berbuat nekat dengan ingin melompat dari atas balkon beruntung dengan cepat ia mencegahnya.
"Lepaskan aku ! aku tidak sudi disentuh olehmu, Brengsek !" maki Jihan saat tangannya di pegang oleh Alex.
Alex tak menggubris Jihan kemudian ia mengangkat tubuh Jihan layaknya karung beras dan membanting tubuh Jihan di atas ranjang.
__ADS_1
"Kau ternya wanita yang sangat lincah dan liar aku jadi penasaran bagaimana jika kita..." Alex membuka pakaiannya menyisakan celana panjangnya saja.
Jihan semakin ketakutan ia mundur ke belakang hingga membentur kepala ranjang. Alex semakin mendekati Jihan merangkak padanya. Dan mengungkung Jihan dibbawah tubuhnya.
Jihan mencoba meronta saat kedua tangannya di pegang oleh Alex bahkan ia selalu menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri saat Alex mencoba mencium dirinya. Jihan mencari celah kemudian dengan kuat ia membenturkan kepalanya ke hidung Alex dan menendang ******** Alex hingga Alex terjungkal ke belakang dan jatuh dari atas ranjang.
Alex memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah dan miliknya yang sangat berdenyut sakit. Benar-benar menyakitkan rasanya karena Jihan menendang miliknya dengan sangat kuat, bahkan Alex tak mampu untuk berdiri.
Jihan yang melihat Alex kesakitan itu langsung mengambil dasi yang tergeletak di lantai milik Alex, kemudian ia mengikat tangan Alex agar Alex tidak berbuat macam-macam lagi padanya. Tidak hanya tangan yang Jihan ikat tapi juga kaki Alex, Jihan merobek kan sprei ranjang untuk mengikat kaki Alex.
Setelah Jihan selesai meringkus Alex, Jihan tersenyum senang dan duduk dengan santainya di sofa sambil menatap Alex.
"Jika seperti ini kau namanya menculik ku." ucap Alex kesal karena tangan dan kakinya di ikat oleh Jihan.
"Iya dan kau penculik yang diculik." Jihan tersenyum mengejek ke arah Alex.
__ADS_1