
Alex masih merasakan sakit yang teramat pada bagian intinya. Jihan mengutak-atik ponsel Alex hendak menghubungi suaminya. Saat ia hendak menekan tombol panggilan. Tiba-tiba Alex menahannya dengan memohon agar tidak memberi tahu prihal dirinya pada suaminya.
"Aku mohon kasihanilah aku, jangan memberi tahu suamimu jika aku yang menculik mu." pinta Alex pada Jihan ia tak tahu harus bagaimana jika saja Fabrizio tahu kalau ia sudah menculik Jihan. Karena bisa tamat riwayatnya jika Fabrizio murka padanya.
Jihan tersenyum mengejek lelaki yang awalnya kasar padanya kini memohon pengampunan darinya.
"Kau memohon padaku ?" tanya Jihan
Alex menganggukkan kepalanya saat ia akan berbicara kembali tiba-tiba ia melihat baju dibagian dada Jihan membasah. Jihan meringis memegangi dadanya ternyata air Asi miliknya sudah penuh dan perlu di keluarkan.
Alex baru menyadari jika itu adalah Asi milik Jihan menjadi penasaran bagaimana rasanya, karena pasti tidak hanya baby Keenan saja yang merasakannya pada Fabrizio juga pernah merasakannya.
"Kau butuh bantuan ? dengan senang hati aku akan menjadi alat pompa Asi mu !" ucap Alex spontan padahal kondisi ia saat ini sedang terikat, ia bahkan sama sekali tak takut pada Jihan yang bisa saja Jihan marah padanya.
__ADS_1
Jihan menatap tajam Alex "Jangan bermimpi !" ucap Jihan kemudian ia berlari ke kamar mandi guna mengeluarkan Asi nya secara manual dengan tangannya sendiri.
Jihan meringis kesakitan saat ia memerah Asi nya dengan tangannya sendiri. Ia jadi teringat akan Keenan pasti anaknya membutuhkannya dan haus pastinya. Walaupun Jihan selalu menyetok Asi di kulkas. Tetap saja ia khawatir pada anaknya apakah anaknya itu rewel atau tidak.
Tiga puluh menit Jihan sudah selesai memerah Asi nya sangat disayangkan menurutnya Asi nya harus terbuang begitu saja. Jihan keluar dari kamar mandi kemudian mendekati Alex merogoh saku celananya karena hendak kabur dari kamar tersebut.
"Meraba Lah ke samping sedikit lagi." ucap Alex masih berusaha mesum di hadapan Jihan.
"Dasar lelaki otak ************, aku doakan kau berjodoh dengan Janda anak lima !" maki Jihan pada Alex.
Jihan dengan cepat ditangkap oleh mereka dan dimasukkan lagi ke dalam kamar, betapa terkejutnya mereka saat melihat Bos mereka yang keadaanya sedang terikat.
"Dasar tidak berguna ! kemana saja kalian !" teriak Alex pada anak buahnya saat ikatan tangan dan kakinya dilepaskan oleh mereka.
__ADS_1
Dua anak buah Alex mengikat Jihan di atas ranjang dengan kedua tangannya di ikat di kedua sisi ranjang.
"Maaf Bos, kata Bos kami tidak boleh masuk ke kamar tanpa izin dan lagi pula kamar ini kedap suara." jawab salah satu anak buah Alex
Alex marah mendengar jawaban anak buahnya ia kemudian melayangkan pukulan dan tendangan pada anak buahnya tersebut hingga anak buahnya tersungkur di lantai.
Setelah Alex menendang anak buahnya itu ia kembali merasakan sakit yang teramat pada miliknya. Ia kemudian memanggil dokter pribadinya untuk datang memeriksanya.
Jihan hanya mengamati Alex sedari tadi ia menyunggingkan senyuman saat melihat Alex kesakitan memegang miliknya, tidak sia-sia pikirnya ia menendangnya Jihan berdoa bila perlu milik Alex tidak bisa berfungsi kembali.
"Haha...Aku doakan semoga milikmu tidak dapat digunakan lagi !" ucap Jihan sambil tertawa lebar.
"Apa maksudmu ?" bentak Alex ke arah Jihan
__ADS_1
"Maksudku semoga kau menjadi Impoten !" sumpah Jihan pada Alex karena ia sangat membenci lelaki itu.