
Waktu terus jalan tak terasa sudah satu bulan berlalu. Hubungan Jihan dan Zio semakin dekat walaupun sampai sekarang Jihan belum bisa memberikan haknya pada Zio.
Zio semakin yakin pada dirinya jika ia bukan hanya menyukai Jihan tapi juga mulai tumbuh getaran cinta dalam dirinya terhadap Jihan.
Hari ini Zio pulang ke apartemen sedikit terlambat karena ia ingin memberikan Jihan sesuatu. Zio berada ditoko perhiasan ia membeli kalung yang sangat indah untuk Jihan. Rencananya ia ingin mengutarakan perasaannya pada Jihan.
Saat ia hendak keluar ia ditabrak oleh seorang wanita hingga barang belanjaannya terjatuh. Wanita tersebut adalah Cindy, setelah satu bulan berlalu setelah ia memutuskan hubungan padanya ia kembali melihat Cindy.
"Zi..zio" Cindy melihat Zio dengan mata berbinar sudah lama ia tak bertemu dengan lelaki yang sangat ia cintai itu. Ia sangat merindukan Zio.
"Aku sangat merindukanmu" Cindy langsung memeluk tubuh Zio tanpa permisi. Rahang Zio mengeras saat Cindy dengan beraninya memeluk dirinya.
Zio dengan kasar melepaskan pelukan Cindy hingga Cindy menjauh dari tubuhnya. Zio mengambil barang belanjaannya yang terjatuh. Kemudian menatap tajam Cindy.
"Sudah ku katakan jangan pernah sekalipun bertemu lagi padaku !" ucap Zio dengan nada penuh penekanan.
Saat Zio hendak pergi Cindy meraih tangan Zio. Tiba-tiba beberapa reporter datang menghampiri Zio dan Cindy. Cindy memang merencanakan semua itu.
Ia sengaja mengundang reporter untuk meliput dirinya bersama Zio. Karena sudah satu minggu ini Cindy mengikuti kemana Zio pergi.
__ADS_1
Begitu ia tahu Zio pergi ke sebuah Mall ia segera menelfon reporter untuk meliput dirinya dan Zio. Ia ingin publik tahu bahwa hubungan mereka masih terus berlanjut dan bahagia sampai sekarang.
Zio mengusap kasar wajahnya, ia merasa kalau dirinya masuk ke dalam jebakan Cindy.
'berengsek' maki Zio dalam hati.
"Nona Cindy coba jelaskan bagaimana hubungan kalian saat ini ?" tanya seorang reporter tersebut pada Cindy dan Fabrizio.
"Ah..hubungan kami baik-baik saja, bukan begitu kan sayang ?" Cindy menatap wajah Zio sedangkan Zio hanya diam menahan amarahnya. Zio merasa jijik saat Cindy dengan berani memeluk tangannya.
"Soal rencana pernikahan kalian, sudah sejauh mana persiapannya ?" tanya reporter lagi.
Zio semakin geram ia mengepalkan kedua tangannya. Amarahnya sudah berada di ubun-ubun saat ini. Jika saja Cindy bukanlah seorang wanita, sudah pasti ia akan mengajarnya.
"Bisa kasih bocoran, dimana nanti kalian akan berbulan madu ?"
"Sepertinya kami akan pergi ke Paris, iya kan sayang ?"
Zio mencoba tenang dan tersenyum menampakkan ketampanannya. "Iya, tapi maaf kami ada urusan. Kami permisi" Zio menarik tangan Cindy menjauh dari awak media. Ia menarik Cindy sampai ke basement parkiran mobil.
__ADS_1
Zio menghempaskan kasar tangan Cindy hingga Cindy meringis kesakitan. "Dasar wanita murahan !" bentak Zio "Apa maksudmu bicara seperti itu pada para reporter berusan !"
"Zio, aku masih mencintaimu. Aku tidak ingin kau mengakhiri hubungan kita" kekeh Cindy.
"Kau lupa ? kau menghianati aku dengan tidur dengan lelaki lain !" Zio semakih geram dengan Cindy.
"Aku khilaf Zio, tolong maafkan aku ! lagi pula aku tidak akan berselingkuh dengan lelaki lain kalau kau tidak selalu sibuk dengan pekerjaanmu !" Cindy mencoba membela diri tak mau jika hanya selalu disalahkan.
Zio tersenyum getir kala Cindy menganggapnya sibuk bekerja padahal ia bekerja demi membahagiakan Cindy dan juga pewaris perusahaan Papanya.
"Jadi kau membenarkan perselingkuhanmu ? dan menyalahkan semua itu adalah salahku !" ucap Zio dengan meremehkan Cindy.
"Zio, kita masih bisa memperbaiki hubungan ini. Aku tahu kau sangat mencintaiku kan ?"
Zio terkekeh mendengar ucapan Cindy. "Cintaku sudah mati padamu saat kau men.desah dibawah Gabriel pada waktu itu !"
Zio meninggalkan Cindy dan masuk kedalam mobilnya. Dan meninggalkan Cindy yang mengepalkan kedua tangannya.
"Zio, tunggu saja kau akan kembali mencintaiku lagi" Cindy dengan nafas yang naik turun begitu tak terima jika Zio sudah tidak mencintai dirinya lagi.
__ADS_1