ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
ISTRI KAMI HILANG


__ADS_3

Bugh


Satu pukulan mendarat dipipi Zio hingga Zio meringis kesakitan.


"Berengsek !" maki Zio pada Rayyan yang sudah berhasil memukul dirinya. Zio bangkit dari duduknya kemudian mengangkat satu kaki Rayyan hingga Rayyan terjungkal ke belakang.


Dug**h


"Aduh pantatku." ringis Rayyan merasakan sakit diarea pantatnya yang membentur lantai.


Zio menyeringai ia kemudian menuduh istri Rayyan membawa kabur istrinya.


"Pasti istrimu yang membawa kabur istriku ! cepat katakan dimana istrimu, akan ku habisi dia karena bermain-main dengan istri seorang Fabrizio." ucap Zio dengan lantang dan angkuhnya.


Rayyan berdecih medengar ucapan yang dilontarkan oleh Zio padanya. Ia mencoba bangun dari duduknya sambil memegangi pinggangnya yang terasa linu.


"Jaga ucapanmu ! Harusnya aku yang marah saat ini, karena pasti istrimu yang membawa istriku pergi !" bentak Rayyan tak mau kalah.


"Hei istriku itu polos mana mungkin ia membawa istrimu pergi, kalau bukan istrimu yang mengajaknya !" teriak Zio pada Rayyan.

__ADS_1


Ray terkekeh geli saat Zio mengatakan jika istrinya polos. "Aku tak percaya istrimu itu polos, pasti dia sudah ketularan virusmu !" jawab Ray semakin sengit.


"Kau bilang aku apa ? aku virusan ? kurang ajar kau !" bentak Zio, rahangnya mengeras kemudian ia mendekati Ray.


"Iya kau mengandung virus. Yaitu virus mesum ! asal kau tahu bahkan istriku sampai jauh mengerti urusan ranjang padahal kami baru menikah satu minggu ! siapa lagi yang mengajarinya jika bukan istrimu !" ucap Ray tak kalah membentak seperti Zio.


"Bedebah ! kau tidak berkaca pada dirimu sendiri, kau itu seorang pemain yang handal ! Jangan-jangan istrimu sendiri yang mengajari istriku yang tiba-tiba agresif padaku ! Kau malah menuduh istriku !" teriak Zio tak terima dengan ucapan yang dilontarkan oleh Ray padanya.


"Berengsek, kau Zio !"


Perkelahian umpatan antara Zio dan Rayyan dirumah Mama Sonia dan Papa Anggara mengundang para pelayan rumah tersebut untuk menyaksikan adegan tersebut. Mereka tak berani melerai diantara keduanya, karena takut akan menjadi amukan dan berakhir dipecat.


"Aku dukung Tuan Zio." ucap salah satu pelayan yang antusias menyaksikan perkelahian antara anak majikannya dan sepupunya tersebut.


Zio menarik kemeja yang dikenakan oleh Ray ia semakin emosi dan tak terkendali saat Ray selalu menjawab perkataannya.


Sonia dan Anggara yang menyaksikan sedari tadi pertengkaran antara anak dan keponakannya dari lantai atas, menjadi mengkhawatirkan mereka berdua. Sonia dan Anggara menuruni anak tangga dan mendekati anak dan keponakan mereka.


"Berengsek kau !"

__ADS_1


Bugh


*Bugh


Bugh*


"Hei hentikan ! apa yang kalian lakukan !" teriak Sonia mencoba melerai Zio dan Ray yang semakin sengit dalam berkelahi.


"Tidak bisa Ma, dia sudah menghina istriku !" ucap Zio pada Mamanya dengan cepat.


"Kau juga sudah menghina istriku, Tante !" balas Ray memukul wajah Zio saat Zio lengah menjawab ucapan Mamanya.


"Fabrizio ! Rayyan hentikan !" kali ini suara Anggara menggema dan itu sukses menghentikan aksi perkelahian antara Zio dan Ray.


Nafas keduanya saling memburu setelah menghentikan perkelahian mereka berdua. Zio dan Ray tentu saja takut pada Anggara, orang yang mereka berdua takuti dirumah ini. Sejak masih duduk di bangku SMA, Anggara selalu menjadi tameng bagi mereka.


Terkhusus untuk Rayyan ia bisa sukses menyelesaikan sekolah dan kuliahnya karena didikan Omnya yang sangat tegas dalam mendidiknya.


"Kalian seperti anak kecil saja !" bentak Anggara menatap tajam Zio dan Ray yang menundukkan wajah karena takut melihatnya.

__ADS_1


"Memangnya ada masalah apa diantara kalian sampai bisa bertengkar begini." tanya Sonia yang pura-pura tidak tahu.


"Istri kami hilang."


__ADS_2