ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
MERASA KASIHAN


__ADS_3

Ciuman itu berubah menjadi *******. Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi menuntut dan panas.


Zio menggendong Jihan seperti koala tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Mereka terus melakukan ******* saling membelit dan bertukar silvanya.


Zio merebahkan tubuh Jihan diatas ranjang dilihatnya wajah cantik itu dikecupnya lagi kening, pipi bahkan bibir Jihan hingga membuat Jihan merasa terbuai.


"Kau ingin pembuktian bukan ?" Zio berucap lirih.


"Aku akan membuktikannya padamu, dan setelah itu maukah kau menjadi istriku seutuhnya ?" sambungnya lagi.


Jihan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang. Sekali lagi Zio mencium kening Jihan dengan penuh rasa cinta.


Zio bangkit dari tubuh Jihan begitupun dengan Jihan. "Mandilah, tidak perlu memasak. Kita makan diluar saja" Zio mengelus lembut rambut panjang Jihan.


"Baiklah"


.......


Saat ini Jihan dan Zio sedang makan malam bersama disebuah restoran. Sesekali mereka bercanda tawa untuk menghilangkan kebosanan.


Tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri mereka, iya dia adalah Cindy. Dengan tidak tahu malunya Cindy duduk disebelah Zio dan memeluknya erat.

__ADS_1


"I miss you, baby" ucap Cindy dengan suara seksinya.


Zio membulatkan matanya saat lengannya dipeluk oleh Cindy. "Lepaskan tangan kotormu dari tubuhku !"


Cindy menatap nanar lelaki yang ia cintai, tidak ada lagi cinta dimata Zio untuknya.


"Aku sudah minta maaf bukan ? ayolah aku tahu kau masih mencintaiku Zio, kita masih bisa memperbaiki hubungan ini"


"Kau memang wanita yang tidak tahu malu, aku sampai heran kemana Cindy yang pertama kali aku kenal." Zio menatap rendah Cindy ia tak menyangka wanita yang lemah lembut dahulu kini bertindak seperti wanita murahan.


"Cindy yang dulu sudah mati karena dirimu yang lebih mementingkan pekerjaan dari pada aku !" Cindy membalas tak kalah sengitnya.


Jihan yang menyaksikan kedua mantan sepasang kekasih itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil menyuapkan satu persatu makanan ke mulutnya.


"Oh aku salah bukan seorang Model, tapi sibuk menjadi pelayan nafsu Bosmu. Kau wanita murahan Cindy, menggadaikan ************ demi popularitasmu !"


"Aku sudah minta maaf, apa salahnya menerima permohonan maafku ?" lirih Cindy mencoba membujuk Zio.


"Tidak ada kata maaf untuk sebuah penghianatan !" Zio menekankan ucapannya kemudian ia bangkit berdiri dari duduknya dan mengajak Jihan juga ikut berdiri agar pergi dari hadapan Cindy.


"Aku belum selesai makan" Jihan masih mengunyah makanannya kemudian dengan cepat meminum air putih.

__ADS_1


Cindy menatap gadis yang ditarik oleh Zio. Ia menelisik dari atas sampai bawah tubuh Jihan.


"Siapa gadis ini ?" tanya Cindy cepat. "Jawab aku Zio !"


"Kau akan tahu nanti, jadi persiapkan saja dirimu untuk menerima kenyataan !" Ucap Zio membawa Jihan pergi dari hadapan Cindy.


Cindy mengepalkan kedua tangannya saat melihat punggung Zio dan seorang gadis yang bersamanya. Apalagi Zio menggenggam tangan gadis itu sampai masuk ke dalam mobil.


"Siapa dia ? apa Zio berpacaran dengannya ? Tidak, ini tidak boleh dibiarkan ! aku harus mencari tahunya !" Cindy gelisah, marah, dan cemburu lelaki yang ia cintai kini dekat dengan wanita lain.


.......


Zio dan Jihan kini sedang berada di dalam mobil tidak ada percakapan diantara keduanya. Hening menyelimuti suasana.


"Maafkan aku, makan malam kita jadi kacau karena dia" ucap Zio membuka suara.


Jihan hanya menatap lurus ke depan sekelebat percakapan antara Zio dan Cindy barusan terus teringiang ditelinganya.


'Tapi aku bekerja untuk membahagiakanmu, memenuhi semua kebutuhanmu.' Sebegitu besarnya rasa cinta yang dimiliki Zio untuk Cindy. Ia kembali teringat akan dirinya sendiri dimata Zio sebelum mereka memulai hubungan ia bukanlah siapa-siapa.


Ia berfikir mungkin jika ia tak hadir dalam hidup suaminya itu, dia akan terus terjebak bersama Cindy yang selalu menghianatinya. Jihan menjadi kasihan, Suaminya itu mungkin merasakan sakit luar biasa yanh diciptakan oleh Cindy.

__ADS_1


"Jihan...


__ADS_2