ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
JIHAN LAHIRAN 1


__ADS_3

Waktu terus berlalu tibalah saatnya Jihan sedang menunggu waktu kapan ia akan melahirkan, karena saat ini usia kandungannya sudah sembilan bulan lewat lima hari. Saat ini Jihan sedang memeriksakan kondisi kehamilannya tentu saja didampingi oleh suami tercintanya, Fabrizio.


"Nyonya tinggal menunggu saja waktunya sepertinya dua atau tiga hari lagi Bayi anda akan segera lahir. Dan untuk Tuan, yang semangat memberikan ejakulasi pada Nyonya. Karena cairan ****** Tuan sangat membantu membuat Nyonya kontraksi dan memperlebar jalan lahir bayinya nanti." terang dokter kandungan tersebut pada Jihan dan Zio.


Jihan yang mendengar itu menjadi malu ia memalingkan mukanya sedangkan Zio seakan mendapatkan lotre. Pada akhirnya ia bisa meledakkan kembali lahar panas miliknya ke sarang yang asli bukan pada sarung elastia


yang selama ini ia pakai alis kon.dom.


Setelah pulang dari rumah sakit, Zio mengajak Jihan ke kantornya. Jelas saja setiba mereka di sana Zio langsung meminta haknya dengan alasan anjuran dokter yang memeriksa Jihan barusan.


Saat ini mereka tengah di dalam ruang pribadi milik Zio di dalam ruangan kerjanya. Jihan hanya bisa pasrah menerima permainan yang suaminya buat, lagi pula ia juga menikmati permainan panas di atas ranjang suaminya tersebut.


"Akhirnya kau tidak perlu pakai sarung lagi." ucap Zio berinteraksi dengan ular anaconda nya.


Jleb


Aaaaahhhh


Zio memasukkan miliknya ke dalam sarang hangat milik istrinya yang selalu membuatnya mabuk kepayang. Zio memaju mundurkan pinggulnya secara perlahan hingga Jihan men.desah dan meracau tak tertahankan.


Aaaahhhh...aahhh...aaaahhh

__ADS_1


Hingga Zio sudah merasa akan mendapatkan pelepasannya ia meledakkan lahar panas miliknya ke dalam milik istrinya, begitu nikmat ia rasakan ketika bisa meledakkan di dalam rahim istrinya.


Aaaaaaahhhhh


Setelah adegan di ruangan pribadi Zio kemarin. Mulai hari itu juga Zio menyerahkan tugas perusahaan pada Romi sementara waktu karena ia harus bertugas menjadi suami siaga untuk istrinya, dan harus membuat semburan panas agar jalan lahir milik istrinya bisa dilalui oleh bayinya dengan lancar.


Jihan serasa dikurung dengan suaminya itu, tak banyak ia lakukan di rumah. Ia hanya tidur di atas tempat tidur karena setiap kali suaminya pasti menginginkan dirinya. Bahkan saat ia hendak mandi pun Zio yang memandikan dirinya.


Apalagi saat ini mereka sedang memadu kasih saling berbagi kehangatan di atas ranjang panas mereka. Awalnya Jihan menikmati permainan suaminya itu, namun tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa diperutnya.


Jihan sudah mencoba meminta suaminya berhanti, namun Zio tak memperdulikannya karena Zio belum mendapatkan pelepasannya.


"Sayang sedikit lagi...Aaahh..aaahh..." Zio masih terus memompa miliknya agar mengeluarkan lahar panasnya.


"Aaaahh..ta..tapi ak..kuh.."


"Aaaaahhhh" Zio mendapatkan pelepasannya begitu lega baginya.


"Aaahh....Mas sakit." ringis Jihan memegangi perutnya


Zio terkejut melihat istrinya merasa kesakitan dengan memegangi perutnya. Ia kemudian memakaikan pakaian dengan cepat pada istrinya dan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sayang kau kenapa ?" ucap Zio panik


"Aku sudah bilang berhenti sedari tadi, tapi Mas tidak mendengarkan ku." ucap Jihan meringis merasakan sakit. Tiba-tiba Jihan merasa seperti ada yang meletup dari miliknya. Dan benar saja air ketuban miliknya pecah hingga membasahi kakinya.


"Sayang kau pipis ?" ucap Zio dengan polosnya karena ia tak tahu apa yang dialami oleh istrinya itu.


"Aku bukan pipis." ringis Jihan


"Lalu apa ? tidak mungkin pelepasan mu datang lagi." jawab Zio membuat Jihan melongo mendengarnya, bisa-bisanya disaat air ketuban miliknya pecah suaminya tersebut mengatakan bahwa itu adalah air pelepasannya.


"Oh Tuhan kapankah suamiku ini pikirannya tidak lepas dari hal yang mesum." gerutu Jihan sambil menahan rasa sakit diperutnya.


"Memangnya apa lagi Sayang, jika bukan air kencing dan semburan nikmat milikmu yang nikmat itu." jawab Zio apa adanya


Mendengar ucapan suaminya tersebut Jihan benar-benar merasa kesal. Ingin sekali ia mengikat suaminya dan menutup mulut suaminya dengan lakban agar tak bisa lagi berbicara mesum padanya lagi.


"Ternyata suamiku bukan hanya mesum tapi juga bodoh." maki Jihan karena kesal ditengah rasa sakit diperutnya


"Sayang, tega sekali kau mengataiku !" ucap Zio tak terima dikatakan bodoh oleh istrinya baginya dirinya sangat sempurna dan pintar karena kepintarannya mampu membuat perusahaannya menjadi nomor satu di negeri ini.


"Ini air ketuban !"

__ADS_1


__ADS_2