
"Memangnya apa dilakukan dimalam jum'at selain membaca ayat Al Kahfi ?" tanya Jihan dengan polosnya karena ia benar-benar tidak tahu sama sekali
"Making love" bisik Zio lagi.
Jihan membulatkan matanya saat suaminya itu mengajaknya bercinta. Jihan menghela nafasnya mencoba memahami posisinya sekarang, bukankah ia sudah menjadi seorang istri. Itu artinya ia harus dengan setia dan ikhlas melayani kebutuhan suaminya baik biologi dan yang lainnya.
Apalagi ia selalu mendapatkan nasehat dari Mama Sonia, bahwa ia harus menjadi istri yang dapat melayani suami dengan baik agar rumah tangganya tetap langgeng dan harmonis.
Jihan tersenyum manis kemudian ia mengecup bibir suaminya sekilas. "Baiklah jika itu yang diminta oleh suamiku, maka aku dengan senang hati akan melayanimu." Jihan bangkit dan turun dari atas ranjang.
"Tutup matamu, aku ada kejutan" ucap Jihan pelan.
Zio yang penasaran dengan kejutan apa yang ingin diberikan oleh istrinya itu, ia menurut dengan menutup rapat kedua matanya.
"Baiklah ibu negara." ucap Zio dengan kedua mata yang terpejam.
Jihan menuju ruang ganti ia memilih lingerie yang dibelikan oleh Mama Sonia beberapa waktu lalu yang belum sempat ia pakai sama sekali. Pilihannya tertuju pada lingerie merah menyala yang begitu sexy. Jihan melihat tampilan dirinya dicermin bahkan ia menyemprotkan parfum yang dapat memancing nafsu suaminya itu semakin berkobar. Semua yang Jihan dapatkan tentu tak lain dari Mama Sonia.
Jihan menuju ranjang dilihatnya suaminya itu masih memejamkan matanya. "Sayang...apa kejutannya ?" Zio merasa tidak sabar dengan kejutan yang diberikan oleh istrinya itu.
Karena tidak sabaran Zio membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya ia saat melihat tampilan Jihan di hadapannya. Jakunnya naik turun saat melihat pemandangan indah tubuh Jihan yang begitu menggoda dibalik lingerie tipis bewarna merah menyala itu.
__ADS_1
"Sa..sayang.." Zio terbata-bata ia menelan kasar silvanya senjatanya tiba-tiba langsung mengeras dibalik celana pendek yang ia gunakan.
Jihan hanya tersenyum manis melihat perubahan wajah suaminya itu. Zio bangkit berdiri menghampiri Jihan, ditariknya pinggang istrinya itu hingga menempel pada tubuhnya.
"Apa Mas suka ?" Jihan merangkulkan kedua tangannya ke leher Zio.
"Kau benar-benar...se..xy.." ucap Zio dengan suara berat menahan hasratnya.
"Siapa yang mengajarimu berpenampilan seperti ini, dan wangi parfum ini..aahh..Jihan kau benar-benar.." Zio menikmati wangi parfum yang digunakan oleh Jihan, ia mengendusnya dileher istrinya itu yang memabukkan dirinya.
"Mama..So..nia.." des.ah Jihan saat lehernya di hi.sap oleh Zio.
"Baiklah jika itu permintaan suamiku."
Zio dengan cepat kembali mel.umat bibir Jihan ciuman itu semakin panas dan menuntut. Zio merebahkan Jihan diranjang mereka. Hingga terjadilah sebuah penyatuan cinta yang memabukkan antara sepasang suami istri itu.
Jihan...aaaahh..aaahh
Masss
Jihan kamuh..ohh begitu nikmat Zio menghentak-hentakkan miliknya ke dalam milik Jihan dengan cepat hingga Jihan merasakan nikmat yang luar biasa.
__ADS_1
Aahhh...aahh...
Jihan...
Mas...
Aaaaaahhhh...
Nafas keduanya saling tersengal-sengal saat telah mendapatkan pelepasan secara bersamaan.
Ronde selanjutnya...
Aaahhh...
Jihan mencoba memimpin permainan mereka dengan berada diatas suaminya, ia menghentak-hentakkan pinggulnya hingga Zio mende.sah dan mengerang.
Aaaahhh Jihan kau ooohh
Aahhh Mas..
Aahh...aahhh..aahhh
__ADS_1