
WARNING ! AREA 21+ YANG TIDAK SUKA BOLEH SKIP !
"Are you ready ?"
Zio menatap mata sayu Jihan saat ia telah mendapatkan pelepasannya.
Jihan menganggukkan kepalanya. Dengan gerakan cepat Zio mengangkat tubuh istrinya dan menggendongnya ala bridal style. Mereka keluar dari bathtub dan kamar mandi.
Zio kembali mencium bibir Jihan saat ia merebahkan tubuh Jihan diatas ranjang. Ciuman itu terus menuntut hingga Jihan terbuai. Apalagi kedua tangan Zio tidak pernah tinggal diam dia memainkan pucuk gundukan kembar milik Jihan hingga Jihan kembali meleng.guh nikmat.
"Uuhh aahh"
Zio kembali meraba inti milik Jihan kepalanya menunduk memainkan dengan lidahnya keluar masuk hingga sang empunya merasa terbang melayang.
"Aaaahhh ap..pa yang kau lakukan Mas.."
Jihan meremas sprei karena tak kuasa menahan rasa geli nan nikmat yang dilakukan oleh Zio padanya.
"Nikmati saja sayang.."
"Aaaah...aaahh..aaahhh"
"Mas ak..kuh..aaahh..." Tubuh Jihan membusung ke atas seakan ada jutaan kupu-kupu mengelilinginya ia kembali mendapatkan pelepasannya untuk yang kedua kalinya. Nafas Jihan tersengal-sengal begitupun dengan Zio. Zio kembali mencium bibir Jihan ia sudah dikelilingi nafsu saat ini.
__ADS_1
Zio melebarkan paha Jihan, Jihan yang melihat milik suaminya yang begitu besar dan panjang menjadi bergedik ngeri. Apakah benda itu bisa masuk ke dalam miliknya yang begitu kecil ?
"Ak..aku rasa itu ti..tidak akan muat" ucap Jihan terbata-bata.
Zio terkekeh mendengar ucapan istri polosnya itu. "Benarkahkah ? kalau begitu mari kita coba" ucap Zio dengan senyuman mengembang dibibirnya.
"Ta..tapi pelan..pelan. Aku pernah membaca dibuku kalau ini akan sangat menyakitkan" Jihan menjadi takut membayangkan jika benda keramat milik suaminya itu bisa masuk ke gawang miliknya.
"Aku akan pelan, tahan ya Sayang.." Zio jadi tega namun apa boleh buat miliknya sudah On saat ini. Jika dibatalkan baik dirinya dan Jihan akan sama-sama tersiksa.
Zio menggesek-gesekkan miliknya ke inti Jihan yang sudah basah hingga Jihan medesa.han tak tertahankan. Hingga dengan satu hentakan ia miliknya berhasil masuk ke dalam inti Jihan yang begitu sempit.
Aaaaaaa
Jihan menjerit merasakan benda tumpul yang masuk ke dalam intinya. Zio kembali menghentakkan miliknya hingga masuk dengan sempurna. Miliknya terasa dipijat-pijat merasakan nikmat inti Jihan yang begitu sempit dan memabukkan.
Suara jeritan Jihan menggema seisi kamar ia sampai meneteskan air mata merasakan intinya sesak dipenuhi milik suaminya.
Zio merasakan darah segar mengalir keluar dari inti Jihan. Selaput darah perawan yang sudah berhasil ia dapatkan dari Jihan.
Zio mengecup kedua mata Jihan yang mengeluarkan air mata dan kembali melu.mat bibir Jihan. Kemudian tubuhnya bergerak secara perlahan maju mundur.
Jihan yang awalnya merasa kesakitan kini berubah merasakan nikmat. Rasa sakit yang awalnya mendera di intinya berubah menjadi desa.han dan lengg.guhan.
__ADS_1
Begitupun dengan Zio ini pertama kalinya ia melakukan pada wanita yang masih perawan begitu nikmat dan mampu membuatnya mabuk kepayang.
Uuuhh...aaahh...
eeemmpphh....aaahhh..
Aaaah...aaahh...aaahh...
Zio semakin mempercepat tempo gerakannya saat mendengar suaru des.ahan yang keluar dari bibir Jihan. Suara itu mampu membuat nafsunya semakin memuncak.
Aaahh...aahh...
Jihana...
Aaahh..Mas..Zi..zio..
Aaaaaahhhhhh hingga keduanya meleng.guh panjang mendapatkan pelepasan secara bersamaaan. Jihan merasakan cairan hangat memenuhi rahimnya karena Zio menumpahkan seluruh benihnya ke dalam milik Jihan tanpa tersisa.
Zio tersenyum penuh kemenangan saat telah berhasil menyentuh dan menjamah istrinya.
"Terimakasih sudah menjaganya dengan baik untukku" Zio mencium kening Jihan dengan penuh rasa cinta.
Jihan hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia karena bisa memberikan mahkota berharga pada suaminya.
__ADS_1
"I love you Jihan"
"Love you to suamiku" keduanya saling melempar senyum bahagia dan bibir mereka kembali bertaut hingga permainan berlanjut hingga beberapa kali hanya mereka yang tahu.