
FLASH BACK
Jihan dan Mayang sedang menonton televisi entah kenapa tiba-tiba siaran televisi yang mereka tonton teralihkan dengan acara ceramah Mamah Dede.
Awalnya mereka berdua tidak mau menonton acara tersebut, namun ketika melihat tema acara yang menerangkan membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohmah. Mereka berdua menjadi penasaran dan menonton acara tersebut.
Lama kelamaan acara ceramah tersebut juga membahas perihal dosa terhadap suami yang dilakukan oleh seorang istri, salah satunya mengenai seorang istri yang keluar dari rumah tanpa izin suaminya.
Jihan dan Mayang menjadi takut sebab dosa mereka yang lain saja masih banyak, lalu ini ditambah dosa yang lebih besar lagi dengan tak taat pada suami mereka.
Mereka berdua jadi bergedik ngeri membayangkan balasan diakhirat ketika seorang istri tak taat pada suaminya.
"Jihan aku tak mau masuk neraka !" ucap Mayang, ia meraih ponselnya dan menulis pesan disana.
"Hei kau mau apa ?" tanya Jihan cepat
"Tentu saja minta maaf pada suamiku dan mengabari dimana aku saat ini." sarkas Mayang.
Jihan menghela nafasnya benar apa yang dikatakan oleh Mayang. Ia pun mencoba mengaktifkan ponselnya dan mengirim pesan pula pada suaminya.
Begitulah kira-kira kejadian beberapa jam lalu antara Jihan dan Mayang yang akhirnya menghubungi suami mereka masing-masing dimana mereka saat ini berada.
__ADS_1
FLASH BACK SELESAI
Zio dan Ray masuk ke dalam villa yang dalam keadaan gelap gulita. Zio menekan saklar lampu ia bingung kenapa tidak ada satu pun kamar di lantai bawah. Kemudian ia menuju lantai atas disusul dengan Ray dibelakangnya.
Saat mereka berada dilantai atas terdapat dua kamar disana. Zio membuka salah satu pintu kamar secara perlahan dilahatnya istrinya dan istri Ray sedang tertidur pulas.
Zio mengangkat tubuh istrinya keluar dari kamar dan pindah ke kamar yang lain. Ray yang melihat sepupunya keluar dari kamar membawa istrinya, ia langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.
Zio memindahkan tubuh istrinya ke kamar yang lain dan ia pun ikut tidur disamping istrinya. Ia menatap wajah cantik istri yang selalu ia rindukan setiap harinya.
Ia membelai wajah istrinya seraya menyadari kesalahannya sendiri. Wajar saja istrinya sampai pergi karena ia sendiri selalu posesif dan terlebih lagi tak pernah memberi waktu padanya untuk sekedar memanjakan dirinya sendiri.
"Maafkan aku Sayang." lirih Zio mengelus rambut istrinya.
Zio mencium kening istrinya kemudian memeluk istrinya tanpa membangunkannya. Kemudian ia tertidur sampai hari menjelang subuh.
.......
Tubuh Jihan menggeliat ketika mendengar suara adzan subuh berkumandang. Ia mengerjapkan kedua matanya dan mengumpulkan kesadarannya. Saat ia hendak bengun dari tidurnya. Ia merasakan tangan kekar memeluk pinggangnya.
Jihan menoleh ke samping ternyata itu adalah suaminya. Ia menatap suaminya yang masih tertidur pulas. Kemudian ia membangunkan suaminya itu untuk melaksanakan kewajiban seorang muslim.
__ADS_1
Setelah mereka selesai beribadah sholat subuh. Zio memeluk erat istrinya, menghujani kening istrinya itu dengan penuh ciuman.
"Maafkan aku Mas." ucap Jihan pelan.
"Kenapa minta maaf, hem ?" Zio menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya dan tersenyum manis padanya.
"Aku pergi tanpa izin dan memberitahumu." lirih Jihan semakin merasa bersalah pada suaminya.
"Sudahlah, aku memakluminya. Kesalahanmu juga timbul karena ulahku, aku yang harusnya meminta maaf padamu." Zio membawa istrinya ke dalam pelukannya.
"Terimakasih Mas." jawab Jihan menatap sendu wajah suaminya.
"Apa Mas mau melihat Sunrise ?" Sambung Jihan lagi.
"Dimana ?" jawab Zio cepat.
"Dibalkon kamar !" Jihan mengajak suaminya ke sana dan mendudukkan diri dilantai balkon kamar yang berbahan kayu tersebut.
Mereka menikmati Sunrise dari balkon kamar mereka. Zio bahkan memindahkan selimut dan bantal mereka disana. Mereka menyaksikan pemandangan indah tersebut dengan saling memeluk.
... ....
__ADS_1
Duh jadi pengen kayak Jihan dipeluk Bang Zio sambil lihat Sunrise 🤣😂🏃🏃