ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
SYUKURAN BABY KEENAN


__ADS_3

Satu minggu kemudian suasana di kediaman Zio dan Jihan tampak ramai karena hari ini adalah syukuran kelahiran Baby Keenan.


Halaman belakang istana mereka di hias secantik mungkin karena acara tersebut mengusung tema garden party.


Acara tersebut berjalan dengan khidmat bahkan Zio mengundang para reporter agar publik tahu bagaimana anaknya dan penerus generasi keluarga Argantara. Dan Zio mengundang seluruh para kolega bisnisnya.


"Terimakasih saya ucapkan pada para hadirin yang telah hadir dalam syukuran anak kami Keenan Argantara semoga anak kami kelak tumbuh menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tuanya dan dapat menjadi penerus Diamon Group ketika ia dewasa. Semoga hadirin semua menikmati jamuan yang sudah kami siapkan." ucap Zio dalam sambutannya


Setelah acara sambutan itu para tamu yang hadir menikmati pesta yang diadakan mulai dari acara karaoke, makan, dan berbincang-bincang dengan teman bisnis mereka.


Jihan yang sedang berdiri menggendong Keenan, tiba-tiba Zio meminta Keenan digendong olehnya dan Jihan pun memberikannya. Zio kemudian mengajak Jihan bertemu dengan beberapa kolega bisnisnya dan memperlihatkan wajah menggemaskan putranya pada mereka.


Para kolega bisnis Zio memuji ketampanan Baby Keenan tentu saja itu semua di dapatkan oleh Zio yang sangat tampan rupawan dan Jihan yang cantik jelita. Beberapa kolega bisnis Zio bahkan melirik kecantikan Jihan, apalagi Jihan masih muda tentu saja para kaum adam ada yang tertarik padanya, walaupun Jihan sudah bersuami dan punya anak.

__ADS_1


"Kau sangat pandai memiliki seorang istri, Tuan Zio." ucap Alex yang merupakan rekan bisnis Zio yang ada di negara Paris, ia jauh-jauh datang ke Indonesia karena undangan resmi dari Zio.


"Aku hanya kebetulan memilikinya dan aku sangat beruntung." jawab Zio dengan ramah ia tak menyadari jika tatapan Alex mengarah pada Jihan karena ia menyukai Jihan. Dan Alex hanya terkekeh dan tersenyum manis.


Pandangan mata Jihan kemudian terarah pada Bianca dan Mayang yang sedang sama-sama menggendong bayi mereka. Jihan kemudian mendekati mereka.


"Selamat ya Jihan, kau sudah menjadi seorang Ibu." ucap Bianca dengan nada pelan, Jujur saja sebenarnya ia masih malu pada Jihan. Namun apa boleh buat, Romi bekerja pada Zio itu artinya ia pasti akan lebih sering bertemu dengan Zio dan juga Jihan.


"Terimakasih Bianca." jawab Jihan dengan tersenyum manis. Tatapannya kemudian beralih apada Baby Valeria yang sangat menggemaskan karena usainya hampir menginjak satu tahun.


Kekesalan Mayang bertambah jadi karena melihat Bianca yang tiba-tiba berubah baik pada Jihan.


Bianca yang memahami sikap Mayang yang hanya diam padanya sedari tadi ia tahu pasti Mayang masih kesal padanya karena kejadian dulu. Ia pun mencoba meminta maaf pada Mayang dan mencoba menjalin pertemanan baik dengannya.

__ADS_1


"Mayang, aku minta maaf padamu soal kejadian dulu. Aku menyesal dan aku benar-benar minta maaf." ucap Bianca dengan wajah sendunya.


Mayang menoleh ke arah Bianca ia menarik sudut bibirnya menyerupai senyuman, Ia tak menyangka jika Bianca si gadis sombong dapat mengucapkan kata maaf padanya.


"Sudahlah Mayang, maafkan saja aku sudah memaafkannya. Tidak baik jika kita terus membenci orang apalagi menaruh dendam." ucap Jihan memberi pengertian pada sahabatnya itu.


Mayang menghela nafasnya benar apa yang dikatakan Jihan tidak baik jika terus membenci orang lain, yang ada nanti kita akan memiliki penyakit hati yang tiada henti pada orang yang menyakiti kita.


"Baiklah aku memaafkan mu." lirih Mayang


"Benarkah ?" Mata Bianca berbinar mendengar Mayang memaafkannya.


"Iya !" jawab Mayang singkat

__ADS_1


"Apa kita boleh berteman ?" tanya Bianca


"Tentu saja, kita bisa berteman baik." kali ini Jihan yang menjawab, sedangkan Mayang hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


__ADS_2