
Pagi menjelang sepasangan pengantin yang semalam baru saja merengguh nikmatnya surga dunia pada percintaan panas mereka, sampai kini belum ada tanda-tanda akan bangun dari tidur lelapnya.
Bahkan dering telfon yang entah sudah berapa kali berbunyi itu bahkan tak dapat membangunkan Zio dan Jihan. Namun Jihan mencoba bangun dari tidurnya, tubuhnya serasa remuk karena semalaman hinga pagi menjelang suaminya menggempur dirinya dengan alasan selain malam pengantin dan juga proses pembuatan bayi agar berhasil.
Jihan merabakan tangannya diatas nakas dilihiatnya panggilan masuk lebih dari sepuluh kali, dan itu panggilan dari Mayang. Jihan mengumpulkan ke sadarannya kemudian menelfon kembali Mayang. Sambungan diangkat terdengar isak tangis dari suara Mayang yang Jihan tidak tahu apa penyebabnya.
"Mayang, kau kenapa ?" ucap Jihan panik
"Jihan..aak..akuhh di..perkosa"
Jihan membulatkan matanya ia pun refleks berteriak karena panik dan khawatir dengan kondisi sahabatnya itu.
"Apa ! May, kau dimana sekarang, aku akan menyusulmu."
"Aku di hotel xxx"
Zio yang mendengar suars teriakan dari istrinya langung bangun dari tidurnya. Ia bingung kenapa istrinya dipagi hari sudah teriak-teriak.
"Ada apa sayang ?" tanya Zio cepat.
__ADS_1
"Mayang, Mas. Ayo kita temui dia !" Jihan mengajak Zio untuk membersihkan diri bersama dikamar mandi setelah mereka selesai dan bersiap, mereka segera menemui dimana Mayang berada.
Beberapa saat setelah Zio dan Jihan datang menemui Mayang pada sebuah kamar hotel, Jihan langsung memeluk tubuh sahabatnya yang masuk terisak dalam tangisnya.
Zio mendekat dan dilihatnya kondisi Mayang ia kemudian tahu kalau Mayang sudah menjadi korban pelecehan.
"Katakan, kau ke kamar hotel ini dengan siapa ?" tanya Zio pada Mayang.
"Ak..aku tidak tahu" ucap Mayang semakin frustasi karena ia tidak mengingat dengan siapa dirinya dibawa masuk ke dalam kamar hotel.
Zio mengusap kasar wajahnya masalah Mayang cukup rumit karena Mayang tidak tahu dengan siapa ia tidur semalam.
"Semalam..."
FLASH BACK
Malam hari setelah acara resepsi pernikahan Jihan dan Zio. Mayang keluar dari gedung hotel ia melihat Devan yang berjalan sendirian. Matanya menyipit karena Devan masuk ke dalam sebuah Club malam.
Mayang yang penasaran sekaligus khawatir pada Devan yang sudah kehilangan Jihan, ia pun mengikuti Devan hingga masuk ke dalam Club tersebut.
__ADS_1
Mayang mencoba mengajak Devan untuk pulang tapi Devan selalu menolaknya, sedangkan Mayang sangat khawatir dengan keadaan Devan yang sudah dalam keadaan mabuk.
"Jika kau mau mengajakku pulang, ini kau habiskan dulu satu botol ini !" Devan menyodorkan satu botol minuman beralkohol pada Mayang.
Mayang yang awalnya ragu dan tak mau meminumnya ia terpaksa meneguk minuman itu sedikit demi sedikit hingga tandas. Devan tertawa terbahak-bahak menyaksikan Mayang yang ikut mabuk bersamanya. Devan mabuk dengan kadang ia tertawa dan juga menangis dengan sendirinya menyebut nama Jihan berulang kali.
Mayang merasa tak tahan lagi dan ingin segera pulang saja. Karena Devan tak mau diajak untuk pulang. Namun saat ia berjalan melangkah keluar Club tersebut, tubuhnya bertabrakan dengan seorang lelaki. Ia tersenyum manis bahkan memuji lelaki itu karena pengaruh alkohol membuatnya lupa diri.
Bahkan Mayang sendiri dengan beraninya mencium bibir lelaki itu. "Ohhh....bibirku sudah tidak perawan lagi, karena kau mencuri ciuman pertamaku " racau Mayang pada lelaki itu padahal jelas-jelas Mayang sendiri yang mencium lelaki tersebut.
Lelaki tersebut mengajak Mayang ke sebuah hotel, dan disinilah Mayang berakhir sekarang ia merasa menjadi korban pemerkosaan.
Mayang menangis tergugu membayangkan nasib dirinya yang ia rasa sudah tak suci lagi, karena keperawanannya telah direnggut oleh lelaki yang tak bertanggung jawab.
Jihan mengajak Mayang duduk diatas ranjang, tiba-tiba......
... . ...
Tiba-tiba kalian harus like dan komen 🤣
__ADS_1
Gak janji malam ini up ya tapi doakan aku semoga berubah pikiran buat up lagi 🤣