
Berbeda pula dengan Bianca saat ini Bianca tengah bekerja sebagai pelayan dihotel tempat Zio dan Jihan melangsungkan resepsi pernikahan mereka. Bianca terpaksa harus bekerja untuk membayar biaya kuliahnya karena kedua orang tuanya sudah tidak mau lagi membiayai dirinya. Bahkan dua hari lalu ia di usir dari rumah oleh Mama tirinya.
Romi yang tengah duduk dikursi menatap kebahagiaan Bosnya itu dengan senyuman mengembang dibibirnya. Ia ikut merasakan bahagia saat Bosnya telah menemukan wanita yang benar-benar dicintainya dengan tulus.
Setelah Zio menyanyikan sebuah lagi tibalah saatnya pelemparan bunga pengantin Zio dan Jiha sama-sama meleparkan bunga ditangan mereka. Semua orang ikut berkerumun ingin menangkap bunga tersebut.
Saat bunga tersebut berhasil di lempar tiba-tiba bunga tersebut berhasil oleh Romi namun pada saat bunga itu berada ditangannya, bunga tersebut buyar. Disamping kanan kirinya, Bianca yang lewat membawa minuman pada nampan tanganya. Ia memungut bunga tersebut. Tak terkecuali dengan Nindy yang tak sengaja menginjak bunga tersebut. Ia turut memungut bunga itu.
Lampu sorot kemudian menyorot ketiga orang yang mendapatkan bunga pengantin yang didapatkan oleh Romi, Bianca dan Nindy.
Ketiga orang itu tersenyum kikuk karena mereka menjadi perhatian para tamu undangan.
Kembali ke pasangan pengantin yang sedang berbahagia Zio dan Jihan. Mereka melakukan sesi foto bersama dengan keluarga, teman, dan juga tamu undangan yang hadir ikut memberikan ucapan selamat.
Nindy yang tak sanggup untuk menuju pelaminan sekedar mengucapkan selamat pada Zio dan istrinya ia memilih untuk pulang. Romi memperhatikan Nindy dari kejauhan jauh dari lubuk hatinya walaupun ia tak menyukai sifat Nindy, ia merasa kasihan dengan wanita malang tersebut.
Saat Romi ingin mendekati Nindy tubuhnya tanpa sengaja bertabrakan dengan pelayan. Pelayan tersebut tak lain adalah Bianca. Jas yang ia pakai menjadi basah karena tumpahan minuman yang dibawa oleh Bianca.
__ADS_1
Romi mengusap kasar wajahnya ia benar-benar kesal karena pakaiannya menjadi basah karena ulah pelayan.
"Apa kau tidak punya mata !" ucap Romi dengan nada beratnya. Bianca dengan cepat membersihkan pakaian Romi dengan sapu tangannya.
"Maaf..maafkan saya Tuan." ucap Bianca takut karena ini adalah hari pertama ia bekerja tapi sudah membuat kesalahan. Bagaimana jika Bosnya tahu dan dirinya dipecat.
Romi menatap tajam Bianca kemudian ia mengalihkan pandangan matanya dimana Nindy berada, namun sayang Nindy sudah tidak ada ditempatnya mungkin sudah pulang lebih dulu. Romi kemudian meninggalkan Bianca seorang diri dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
"Selamat ya Jihan, semoga kau selalu bahagia bersama suamimu." ucap Mayang memeluk sahabat baiknya itu.
"Aamiin, ayo kita foto bersama." balas Jihan tersenyum senang.
"Aamiin terimakasih, dan semoga kau juga cepat menikah, tidakkah kau kasihan pada Ayah dan Bundamu ?" balas Zio menasehati sepupunya.
"Aku masih ingin bebas, lagi pula aku belum ada niatan untuk menikah." ucap Rayyan sambil tertawa.
Zio mengajak Rayyan untuk berfoto bersama, Rayyan terkejut karena ada gadis yang pernah ia temui saat dikampus waktu itu. Ia tersenyum manis hingga Mayang tersipu malu. Karena mereka akhirnya bertemu kembali tanpa sengaja.
__ADS_1
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
__ADS_1
Bersama arungi derasnya waktu