
Setelah selesai dengan kegiatan kuliah Jihan langsung pulang ke rumah. Ia tak sabar untuk bertemu dengan Keenan. Saat ia sedang menunggu sopirnya datang menjemput. Tiba-tiba ia bertabrakan dengan seorang lelaki. Berkas yang dipegang oleh lelaki itu tiba-tiba saja terjatuh.
Jihan menjadi tidak enak karena sudah menabrak lelaki itu. Ia membantu lelaki itu mengambil berkas yang tercecer.
"Maaf saya tidak sengaja." ucap Jihan kemudian menyerahkan berkas yang ia pungut ditangannya pada lelaki itu. Padangan mata mereka sama-sama bertemu, Jihan seakan mengenal lelaki di hadapannya kini. Namun entah dimana, karena ia pun lupa.
"Tidak apa-apa Nona." balas lelaki itu tersenyum manis. Lelaki tersebut adalah Alexander, orang yang sudah tergila-gila dengan Jihan saat pertama kali bertemu dengannya di acara syukuran kelahiran Baby Keenan.
"Sepertinya saya pernah melihat anda sebelumnya." ucap Jihan pada Alex
"Iya kita pernah bertemu sekitar dua bulan lalu, saya Alexander rekan bisnis Fabrizio." balas Alex
__ADS_1
Jihan menganggukkan kepalanya ia kemudian mengerti kenapa ia seakan pernah bertemu dengan Alex. Tapi ia menjadi bingung bukankah Alex seorang pengusaha lalu kenapa ia ada di kampusnya saat ini, apa ia juga seorang Dosen ?
"Apa anda juga termasuk Dosen di sini ?" tanya Jihan pada Alex.
"Tentu saja, ini hari pertamaku menjadi Dosen di kampus ini. Sebenarnya kampus ini adalah milik mendiang Kakek saya." balas Alex apa adanya.
"Benarkah ?" tanya Jihan lagi
Jihan mengangguk mengerti tak lama sopir pribadi Jihan datang menjemputnya, ia kemudian pamit pada Tuan Alex. Namun sebelumnya Alex meminta Jihan untuk bertukar nomor ponsel, dengan alasan ia bisa menanyakan sesuatu tentang kampus padanya.
Jihan tak menyadari jika ada niat lain dari Alex, ia pun memberikan nomor ponselnya. Alex bersorak gembira dalam hatinya, ternyata tidak sulit untuk mendekati Jihan. Saat Jihan sudah pergi menaiki mobil, ia kemudian masuk ke dalam gedung kampus dengan senyuman mengembang di bibirnya.
__ADS_1
Alex masuk ke dalam ruangannya, ruangan yang pernah di tempati oleh mendiang Kakeknya. Ia mendudukkan diri di kursi kebesarannya. Ia kemudian membuka ponselnya yang terdapat kiriman pesan dari anak buahnya, sebuah foto Jihan yang diam-diam mereka ambil untuk Alex.
Alex semakin mengembangkan senyumannya saat mendapatkan foto Jihan yang sangat cantik dan manis itu. Ia mengusap wajah Jihan di layar ponselnya. Ia jadi tidak sabar untuk bertemu dengan Jihan lagi nanti malam dirumahnya.
"Jihana Almayra, aku harus bisa mendapatkan mu." ucap Alex menyunggingkan senyuman di bibirnya.
Entah setan apa yang merasuki Alex sampai ia tak dapat mengendalikan diri jika menyukai Jihan yang merupakan istri orang. Padahal diluar sana banyak sekali para gadis perawan ataupun janda yang tergila-gila padanya. Namun ini dia malah menyukai seorang wanita yang sudah memiliki seorang suami.
Bahkan ia sempat diberi nasehat pada asisstennya yang merupakan temannya sendiri untuk tidak merusak rumah tangga Fabrizio, namun hal tersebut tidak diindahkan oleh Alex.
Karena bagi seorang Alexander ia tidak boleh terkalahkan dan harus mendapatkan apa yang ia mau. Bahkan ia sampai meremehkan Fabrizio jika ia bisa jauh lebih baik darinya dan mampu bisa lebih membahagiakan Jihan.
__ADS_1