ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
SURAT UNTUK ZIO


__ADS_3

Setelah acara pemakaman itu usai Zio dan Jihan pulang ke rumah. Berbeda dengan Romi ia harus kembali ke rumah sakit melihat kondisi bayi Nindy yang baru saja lahir beberapa waktu lalu. Bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang sangat cantik itu hanya berbobot 2 kilogram, karena baru berusia kurang dari 7 bulan.


Setelah Romi sampai di rumah sakit ia menuju ruang perawatan bayi. Ia melihat bayi Nindy yang masih merah nan mungil itu harus dirawat secara intensive di dalam inkubator, sampai kondisinya benar-benar boleh dibawa pulang suatu saat nanti.


Seorang perawat menghampiri Romi dan menanyakan prihal nama bayi yang belum diberi nama itu.


"Maaf Tuan, apakah anda sudah memberi nama bayi anda. Karena kami harus memberikan gelang identitas pada bayi anda supaya tidak terjadi kesalahan tertukarnya bayi anda dengan orang lain." ucap perawat tersebut.


Romi menatap bayi Nindy tak berkedip entah mengapa ia sangat bahagia melihat bayi tersebut. "Beri dia nama Valeria Romiansyah" ucap Romi pelan. Ia sudah bertekad pada dirinya untuk mengadopsi bayi Nindy sebagai anaknya dan siap menjadi Ayahnya.


... ....

__ADS_1


Malam semakin larut Zio menatap wajah cantik istrinya yang sedang tertidur pulas. Zio bangkit dari tidurnya dan menuju arah balkon. Ia mendudukkan diri di kursi yang ada di sana.


Zio perlahan mengeluarkan surat disaku bajunya. Sebuah surat pemberian dari Nindy yang diberikan oleh Romi saat ia hendak pulang dari pemakaman tadi sore. Zio membuka surat itu secara perlahan dan membacanya.


Untukmu Fabrizio,


Beribu maaf ku ucapkan padamu mungkin tak dapat kau maafkan segala kesalahanku. Aku hanyalah wanita yang begitu mencintaimu sama seperti saudari kembarku. Terimakasih sudah memberiku cinta dan kasih sayangmu selama ini, meski kau memberikannya atas nama saudari kembarku, Cindy. Sekali lagi maafkan aku yang sudah menoreh luka di hatimu, bahkan membohongimu. Zio, bolehkah aku egois dengan meminta bantuanmu sekali ini saja. Aku akan memiliki seorang bayi, tolong kau jaga dia saat aku telah tiada. Sebab Gabriel tak mau mengakui anaknya sendiri. Jika kau enggan menjaganya untukku, jagalah dia untuk Cindy wanita yang pernah kau cintai. Selamat tinggal Zio.


"Bahkan sampai akhir kau masih ingin menjeratku dengan anakmu !" ucap Zio dengan suara beratnya.


Zio kemudian mengutak atik ponselnya dan menghubungi Romi, yang ternyata berada di rumah sakit karena menunggu bayi Nindy.

__ADS_1


"Jadi kau masih di rumah sakit ?"


"Iya Tuan, maafkan aku sepertinya aku akan mengadopsi bayi yang tak berdosa ini sebagai anakku. Maafkan aku selama ini aku telah menyukai Nona Nindy dan membantunya saat ia kesulitan. Tolong maafkan aku, Tuan."


Zio menghela nafasnya selama ini Zio tahu kalau Romi yang membantu Nindy, soal perasaan Romi pada Nindy ia tak ambil pusing. Karena ia tak mencintai Nindy, jadi Zio tak mempermasalahkan hal tersebut.


"Apa kau yakin ?"


"Aku sudah memutuskannya, Tuan."


"Baiklah jagalah bayi itu, aku akan memberikan uang setiap bulannya untuk membantumu mengurus bayi itu. Walau bagaimanapun juga bayi itu tidak berdosa."

__ADS_1


Zio menutup telfonnya secara sepihak ia menatap langit perjalanan percintaannya sebelum bertemu dengan Jihan istri tercintanya, benar-benar sangat rumit. Andai saja ia lebih dulu bertemu dengan Jihan, pasti ia takkan merasakan sakit hati yang teramat dalam seperti ini.


__ADS_2