
Jihan menatap Alex disampingnya ia mencoba menghindari alex namun tubuhnya tiba-tiba kurang keseimbangan, hingga Jihan akan jatuh tetapi dengan cepat Alex menahan tubuh Jihan dengan menarik pinggangnya.
Jantung Alex berpacu dengan kencang apalagi saat tatapan mereka saling bertemu. Aroma tubuh Jihan menguar memancing jiwa lelakinya. Belum lagi bibir tipis Jihan membuat Alex ingin sekali menyesapnya. Ia jadi berkhayal terlalu jauh membayangkan bagaimana jika Jihan mendesah dibawah kungkungan nya.
"Tu..tuan" Jihan membulatkan kedua matanya saat tubuhnya tiba-tiba dipeluk oleh Alex. Jihan melepaskan pelukan ditubuh Alex dengan cepat. Ia menatap tajam Alex seakan tak suka dengan apa yang Alex lakukan padanya.
Tiba-tiba Zio datang dan menghampiri istrinya dan Alex yang masih dalam keadaan saling menatap satu sama lain. Jihan yang menyadari kedatangan suaminya itu langsung memalingkan mukanya.
"Apa kalian sudah memulai permainannya ?" tanya Zio mengambil satu tongkat.
"Iya aku sudah selesai" jawab Jihan menatap tajam Alex ia kemudian tersenyum manis pada suaminya lalu mendudukkan diri di kursi sofa dan menghidupkan televisi besar mungkin lebih baik ia mengajak Cristy untuk berkaraoke.
Cristy yang menyaksikan sedari tadi antara Jihan dan Alex ia kemudian memahami jika Alex menyukai Jihan. Namun ia tak ambil pusing akan hal itu, karena ia hanya dibayar untuk menemani Alex.
Apalagi Zio menjamu mereka dengan sangat sepesial. Ia hanya fokus menikmati jamuan yang diberikan oleh sang tuan rumah. Baginya jika Alex datang ke kediaman Zio hanya untuk melihat dan mendekati Jihan, itu urusan pribadinya ia tak mau ikut campur.
Setelah Zio dan Alex selesai bermain billiard begitupun Jihan dan Cristy berkaraoke bersama. Alex dan Cristy pamit pulang. Jihan merasa lega saat Alex akan pergi dari rumahnya.
__ADS_1
Setelah mobil Alex menjauh Jihan menarik tangan suaminya ia ingin bicara pada suaminya prihal ia yang menyukai Alex datang ke rumah mereka.
"Aku tidak menyukai Tuan Alex itu, Mas ?" ucap Jihan apa adanya saat mereka kini tengah berada di kamar.
"Kenapa sayang ?" tanya Zio dengan kening mengernyit saat mendengar ucapan istrinya.
"Aku rasa dia menyukaiku." jawab Jihan
Zio terkekeh mendengarnya baginya hal yang wajar jika banyak lelaki menyukai istrinya karena istrinya itu masih muda dan cantik. "Mungkin hanya perasaanmu saja." ucap Zio mengelus pucuk kepala istrinya.
"Mau apa hem..?" ucap Zio memeluk pinggang istrinya dari belakang dan menciumi leher istrinya hingga sang empunya merasa geli dan merasakan gelanyar aneh dalam tubuhnya.
"Sss...Mas" de.sah Jihan saat suaminya itu meng.hisap lehernya dan memberikan tanda cinta di sana. "Ak..ku mau berganti pakaian."
Zio semakin gencar saat mendengar suara de.sahan istrinya. Tangannya meraba naik ke bagian dua gundukan kembar yang merupakan mainan favoritnya.
"Aku mau berbuka puasa. Lagi pula tidak perlu berganti pakaian, karena kau tidak membutuhkannya, Sayang." balas Zio kemudian ia menggendong istrinya seperti Koala sambil mencium dan me.***** bibir istrinya.
__ADS_1
Jihan pun membalas ciuman yang diberikan oleh suaminya. Mereka saling membelit li.dah dan bertukar silvanya. Zio membawa tubuh mereka ke atas ranjang dengan tak melepas ci.uman mereka.
Zio melepaskan seluruh pakaiannya dan istrinya. Jihan kemudian mengambil alih permainan dengan memberikan service tebaik untuk suaminya.
Aaaaaahhhh aaahhh aaahhhh
Zio tak henti-hentinya men.desah saat istrinya itu memainkan ular anaconda miliknya dengan mulutnya. Tangan Zio bergerak menaik turunkan kepala istrinya seolah tak ingin kegiatan itu selesai.
Zio merasa tahan lagi ia kemudian mengambil alih permainan memberikan sentuhan yang memabukkan hingga Jihan merasa seperti terbang ke atas awan.
"Are you ready ?" tanya Zio dengan senyuman di bibirnya dan istrinya menganggukkan kepala sebagai bentuk balasan.
Aaaaahhh aaaahhh aaahhh
Zio menggesek-gesekkan ular anacondanya ke bagian inti istrinya dan hendak melesat masuk ke dalam sarang anaconda yang sudah lama ia rindukan.
Tiba-tiba...
__ADS_1