
"Ternyata suamiku bukan hanya mesum tapi juga bodoh." maki Jihan karena kesal ditengah rasa sakit diperutnya
"Sayang, tega sekali kau mengatai aku !" ucap Zio tak terima dikatakan bodoh oleh istrinya baginya dirinya sangat sempurna dan pintar karena kepintarannya mampu membuat perusahaannya menjadi nomor satu di negeri ini.
"Ini air ketuban !" jawab Jihan cepat karena merasa tak tahan dengan sakit diperutnya.
"Apa ! Zio terkejut.
"Kenapa tidak bilang kalau kau sudah mengalami kontraksi ? sambung Zio lagi.
Dengan gerakan cepat Zio menggendong istrinya menuju mobilnya yang sudah di siapkan oleh sopir mereka.
"Aku sudah bilang berhenti. Tapi Mas terus melakukannya." balas Jihan
"Maafkan aku, Sayang." ucap Zio mencium bibid istrinya.
Saat diperjalanan Jihan merintih merasakan sakit yang teramat luar biasa di perutnya. Jihan sampai menarik baju yang dikenakan Zio bahkan tak segan-segan menarik rambut suaminya itu, seakan menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan.
__ADS_1
"Aaaaa...ini sakit sekali." rengek Jihan sambil mencengkram erat tangan suaminya.
"Sayang tanganku sakit !" ucap Zio meringis kesakitan saat istrinya mencengkram kuat tangannya, hingga menimbulkan luka disana.
"Tapi aku jauh lebih sakit !" protes Jihan
Saat mobil mereka telah sampai di rumah sakit milik orang tua Zio. Jihan segera dibawa keruangan bersalin di dampingi oleh Zio disampingnya.
Dokter yang ingin memeriksa kondisi Jihan terhenti karena ia dilarang oleh Zio.
"Hei kau mau apa, pada istriku ?" tanya Zio saat mendengar jika istrinya harus dalam posisi mengangkang sesuai instruksi Dokter. Dan di lihatnya Dokter tersebut akan memasukkan jarinya yang tertutup sarung tangan ke dalam milik istrinya.
"Apakah harus memakai jarimu ?" tanya Zio lagi
"Memang sudah seperti ini prosedurnya, Tuan." balas Dokter
"Yang benar saja ! Aku tidak mau tahu jangan kau gunakan jari tanganmu, pakai prosedur yang lain !" Sarkas Zio ia tak terima jika Dokter tersebut memeriksa inti istrinya dengan jari tangannya.
__ADS_1
Jihan yang geram mendengar perdebatan antara suaminya dan Dokter tersebut dengan cepat ia membuka suara, karena ia merasakan ada dorongan dari bayinya seakan ingin keluar mencari jalan lahir.
"Sudah Dok, periksa saja aku rasanya ingin mengejan." ucap Jihan cepat.
"Baik Nyonya." Dokter tersebut segera memeriksa Jihan yang ternyata kepala bayi sudah hampir terlihat.
"Sayang.." lirih Zio pada istrinya dan istrinya malah menatap tajam dirinya hingga membuatnya bergedik ngeri.
"Diamlah Mas, atau jatah setiap malam mu ku ganti dengan satu bulan sekali !" ucap Jihan ketus pada suaminya dan itu sukses membuat suaminya bungkam.
Zio yang mendengar itu ia hanya bisa mengalah karena jika ia meneruskan egonya pasti ia akan menjadi sasaran kemarahan istri tercintanya dan ia tak mau sampai istrinya tersebut marah kepadanya.
"Jangan sayang, nanti bagaimana dengan nasib anaconda milikku." jawab Zio tak tahu malunya tanpa memperdulikan Dokter dan Perawat yang ada di sana sudah senyum-senyum sendiri mendengar percakapan sepasang suami istri tersebut.
"Kalau begitu diam lah !" ucap Jihan cepat
"Ayo Nyonya mengejan lah kepala bayinya sudah terlihat." ucap Dokter dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Aaaaaa...sakit aaaaaa" Jihan mengejan sambil menangis karena rasanya begitu menyakitkan baginya.
"Sayang kau pasti bisa." ucap Zio mencium kening istrinya memberikan semangat padanya agar tak menyerah.