ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
JIHAN DAN DEVAN


__ADS_3

Jihan keluar kelas dengan malas. Ia menuju parkiran motor dan ingin pulang. Saat ia berjalan dikoridor kampus tiba-tiba langkahnya terhenti saat ada yang menyebut namanya. Suara yang begitu familiar ditelinganya.


'Devan' Jihan membalikkan tubuhnya entah mengapa semenjak ia jatuh cinta pada Zio, rasa sukanya pada Devan hanya sebatas mengaguminya saja.


"Jihan, apa kau punya waktu luang ?" Devan terus menatap Jihan dengan senyuman manisnya. Kalau wanita lain sangat bahagia ketika disapa oleh Devan, tidak dengan Jihan ia biasa saja melihatnya.


"Sepertinya aku banyak waktu" Jihan menanggapinya santai dengan senyuman manis pula. Senyuman yang mampu menggetarkan hati Devan.


Tidak jauh dari tempat Devan dan Jihan berada ada seorang wanita yang menatap tajam Devan dan Jihan ia mengepalkan kedua tangannya. Dia adalah Bianca mantan pacar Devan yang sudah putus beberapa hari lalu.


.......


Dan disinilah mereka berdua berada sebuah cafe yang tak jauh dari kampus. Jihan dan Devan duduk saling berhadapan. Canggung sudah pasti iya.


"Aku ingin bertanya padamu, apa boleh ?" Devan menatap Jihan dengan senyuman manisnya.


"Apa yang ingin kau tanyakan ?"


"Apa kau sudah memiliki seorang kekasih ?"

__ADS_1


Jihan hanya mampu diam sebab ia tak mungkin memberitahu orang lain perihal dirinya yang sudah menikah dan pernikahannya.


"Tidak adakah topik lain yang ingin ditanyakan ?" Jihan mencoba mengalihkan pembicaraan lain.


"Tentu tidak ada, sebab aku mengajakmu ke sini untuk memastikan terlebih dahulu kau sudah memiliki kekasih atau belum !"


"Memangnya apa pentingnya buatmu, Dev ?"


Devan meraih tangan Jihan digenggamnya tangan itu sedangkan Jihan langsung menarik tangannya sendiri.


"Maaf.." lirih Devan merasa bersalah karena menggenggam tangan Jihan tanpa permisi.


"Aku ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi apakah kau akan percaya ?" Jihan menjawab dengan pelan.


Selama ini Devan sudah menyukai Jihan namun Devan tidak mau mengakui perasaannya pada Jihan karena ia malu jika ketahuan teman-teman disekolahnya kalau ia menyukai gadis miskin yang sekolah hanya bermodalkan beasiswa.


Apalagi begitu ia tahu jika Jihan diterima dikampus terfavorit ia semakin gencar ingin mendekati Jihan. Bahkan ia sampai membatalkan kuliahnya diluar negeri demi Jihan.


"Aku sudah lama menyukaimu Jihan.." lirih Devan.

__ADS_1


Jihan membulatkan matanya ia menatap seakan tak percaya kalau Devan menyukai dirinya. Haruskah ia bahagia ketika disukai oleh orang yang ia kagumi.


"Apakah kau sudah punya kekasih ?" tanya Devan lagi.


Jihan meremas ujung pakaian dengan kedua tangannya, berkata bohong tidak mungkin karena lambat laun orang akan mengetahui hubungannya dengan Zio. Jujur pun ia tak sanggup karena mungkin banyak orang yang akan membenci dirinya karena dianggap perusak hubungan Zio dan Cindy.


"Aku sudah menikah" lirih Jihan dengan suara yang bergetar.


deg


Jantung Devan seakan ditikam ribuan jarum Menikah orang yang sangat ia sukai sejak lama sudah menikah dengan lelaki lain. "Kau bohong" Devan menarik sudut bibirnya.


"Tapi itu kenyataannya.."


"Tidak, aku tidak percaya !" Devan menatap nanar Jihan dengan perasaan yang begitu campur aduk.


"Tapi aku berkata benar.."


"Siapa ? siapa lelaki itu ? lelaki yang sudah mendahuluiku ?" Devan menekankan kata-katanya.

__ADS_1


Jihan bangkit berdiri dari duduknya ia tersenyum getir melihat Devan yang nenatapnya nanar karena dirinya sudah menyakiti perasaan Devan.


"Tidak penting buatmu Dev, aku pergi" Jihan melangkah pergi meninggalkan Devan seorang diri. Rasanya begitu sesak di dada Jihan, jika saja ia tidak menjadi istri orang mungkin ia sudah bersama dengan lelaki yang ia kagumi.


__ADS_2