ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
MASIH KEPERGIAN NINDY


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian...


Awan mendung menyelimuti suasana duka atas kepergian Nindy. Romi memberi kabar pada Zio kalau Nindy sudah berpulang ke pangkuan-Nya. Zio datang bersama Jihan menyaksikan pemakaman Nindy tersebut. Bagi Zio walau bagaimanapun Nindy pernah hadir dalan hidupnya.


Zio bahkan merasa bersalah karena dirinya juga saudara kembar itu sama-sama mencintai dirinya hingga berakhir tragis.


Romi, Jihan dan Zio menatap gundukan tanah merah itu dengan perasaan duka. Terlebih lagi Romi, ia merasa sangat kehilangan.


Jihan menaburkan bunga di atas pemakaman Nindy, walaupun Nindy tahu siapa dirinya ia juga bersyukur Nindy tak pernah berbuat jahat padanya hanya untuk mengambil kembali Zio darinya. Sekelebat ingatannya pada beberapa waktu lalu Nindy pernah menemui dirinya di Mall bersama Mayang, Ia pernah meminta Jihan untuk selalu mencintai Zio dan jangan pergi meninggalkannya.


Jihan ingat betul saat itu Nindy sedang mengandung walaupun dalam kondisi yang sakit.


FLASH BACK


Jihan sedang menemani Mayang makan di restoran Korea, karena Mayang merengek pada Jihan untuk memakan makanan tersebut. Bisa dikatakan Mayang pada waktu itu sedang mengalami masa ngidam.

__ADS_1


Saat mereka sedang memakan makanannya, tiba-tiba datanglah wanita cantik duduk dihadapan Jihan dan Mayang, dia adalah Nindy.


Jihan dan Mayang terkejut melihat mantan kekasih suami dari sahabatnya itu tiba-tiba duduk di hadapan mereka. Mereka lebih terkejut lagi melihat penampilan Nindy saat ini yang begitu sederhana, tubuhnya sangat kurus dan terlebih lagi perut Nindy membuncit menandakan jika Nindy sedang hamil.


"Apa kabarmu Jihan ?" ucap Nindy membuka suara.


"Baik." jawab Jihan pelan.


"Kau pasti sudah tahu siapa aku, tanpa aku memperkenalkan diriku. Aku hanya ingin mengatakan untuk yang terakhir kalinya, terimakasih sudah menyembuhkan luka di hati Zio. Aku begitu bersalah padanya, bahkan aku memohon dan bersujud pun mungkin ia takkan mau memaafkan aku." ucap Nindy pelan dengan nada yang bergetar.


"Nona Cindy, kau tidak perlu berterima kasih padaku." lirih Jihan yang merasa kasihan melihat kondisi wanita yang pernah dicintai oleh suaminya tersebut.


"Ada yang perlu ku luruskan kali ini supaya kau tidak salah mengenalku. Aku adalah Nindy saudara kembar Cindy. Kau tahu mengapa Zio sangat membenciku, karena aku berbohong padanya tentang identitasku sebenarnya." terang Nindy pada Jihan.


Jihan dan Mayang membulatkan kedua matanya apakah benar dengan apa yang diucapkan oleh wanita dihadapannya kini.

__ADS_1


"Aku terobsesi pada Zio untuk memilikinya, aku bahkan mencelakai saudaraku sendiri demi mendapatkan Zio. Tapi bisa kau lihat sendiri, aku telah mendapatkan balasan atas kesalahanku. Aku sakit sekarang, bahkan Zio membenciku, dan lebih parahnya aku hamil anak lelaki lain yang tak mau bertanggung jawab." Nindy meneteskan air matanya, ia merasa sungguh tak sanggup jika harus terus hidup dalam sebuah derita seperti itu.


Jihan dan Mayang menelan kasar silva mereka, begitu jahat wanita dihadapan mereka itu. Namun mereka juga kasihan padanya.


"Aku tak tahu sampai kapan akan bertahan karena penyakit yang ku semakin hari semakin parah. Untuk yang pertama dan terakhir kalinya bolehkah aku meminta sebuah permintaan padamu ?"


"Apa, katakanlah." jawab Jihan pelan


"Bisakah kau tak meninggalkan Zio dalam keadaan apapun, berjanjilah kau akan selalu mencintainya. Hanya itu yang ku minta, aku akan merasa bahagia jika ia bahagia bersamamu, Jihan." pinta Nindy pada Jihan


"Tentu saja aku akan melakukannya, karena aku sangat mencintainya." jawab Jihan apa adanya.


"Terimakasih Jihan, aku rasa pertemuan kita cukup sampai disini. Aku pamit pergi, selamat tinggal." Nindy berdiri dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Jihan dari hadapannya. Namun baru satu langkah kakinya berjalan Jihan menahan dirinya dan memeluk dirinya.


"Tunggu," Jihan menghentikan Nindy kemudian ia memeluk wanita yang rapuh itu ia tahu, Nindy pasti sangat berat menjalani kehidupannya. Dan ia hanya ingin memberikan kekuatan untuk Nindy agar selalu tegar.

__ADS_1


Nindy melepas pelukan Jihan kemudian tersenyum padanya. Lalu ia pergi meninggalkan Jihan dengan tetesan air mata membasahi pipinya.


FLASH BACK SELESAI


__ADS_2