ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
TERCABIK-CABIK


__ADS_3

Jihan meringis merasakan sakit diarea intinya saat ia berjalan kekamar mandi. Zio yang melihat istrinya berjalan seperti menahan sakit ia dengan cepat menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi.


"Maafkan aku sayang." ucap Zio saat menggendong tubuh istrinya.


Zio merebahkan tubuh istrinya ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat. "Berendamlah dulu, aku mandi di shower saja !" Zio membiarkan istrinya untuk merileksasikan tubuhnya dengan berendam air hangat ia tahu pasti tubuh istrinya itu sangat lelah terlebih bagian intinya pasti sakit karena ia gempur semalaman.


Setelah mandi Zio memakaikan baju istrinya dan menyisir rambut istrinya itu dengan penuh rasa cinta. Suatu kebiasaan yang sangat disukai Zio ketika memanjakan istrinya.


"Mau makan apa hem ?" Zio meletakkan sisir ditangannya diatas meja rias.


"Makan bakso kayaknya enak." ucap Jihan setelah memakai bedak di wajahnya.

__ADS_1


"Belinya dimana ?"


"Diwarung bakso langgananku bersama Mayang, apa Mas mau kesana bersamaku ?"


"Baiklah, apapun yang Ibu negera inginkan" Zio mencium pipi istrinya sekilas.


Zio dan Jihan kini sedang berada diwarung bakso. Jihan memesan dua mangkok bakso super jumbo untuk dirinya dan juga suaminya. Zio bergedik ngeri saat Jihan membelah bakso tersebut menjadi dua dimana isi bakso itu terdapat daging giling dan juga cabai yang begitu banyak.


Zio menelan silvanya saat Jihan memasukkan satu iris bakso itu ke dalam mulut.


"Tidak Mas, ini enak aku dan Mayang sering kesini. Ayo cobalah, ini enak sekali." Jihan menyodorkan satu irisan bakso berkuah merah itu ke arah suaminya.

__ADS_1


"Ayo makanlah..." Rengek Jihan saat suaminya itu enggan membuka mulutnya.


Zio yang melihat rengekan istrinya itu menjadi kasihan jika keinginannya tidak dituruti. Zio terpaksa membuka mulutnya dan mengunyah bakso tersebut. Awalnya Zio merasa kepedasan, namun lama kelamaan Zio menjadi ketagihan walaupun bakso tersebut pedas namun sangat enak dilidahnya.


Saat Jihan dan Zio asyik memakan bakso mereka tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik yang berpenampilan biasa saja ke warung bakso itu. Ia duduk seorang diri dimeja paling ujung. Ia menatap bakso yang dipesannya dengan tatapan nanar dengan air mata yang berdesakkan dan siap tumpah kapan saja.


Ia adalah Nindy, ia datang ke warung bakso itu karena mengingat akan kenangan dirinya dan saudari kembarnya Cindy.


Nindy mengalihkan pendangannya ke arah lain pandangan matanya menangkap sosok lelaki yang ia cintai sedang bersama seorang gadis belia. Mungkinkah itu istri Zio, seorang gadis cantik yang masih belia mungkin usainya dibawah dua puluh tahun.


Nindy semakin sakit melihat pemandangan itu dimana Zio sangat romantis sekali, ia jadi teringat saat dirinya masih berhubungan dengan Zio. Bahkan Zio pernah memberikan perhatian semacam itu padanya dan menuruti semua keinginannya, walaupun apa uang dilakukan dan diberikan oleh Zio padanya karena menganggap dirinya adalah Cindy.

__ADS_1


Air mata Nindy menetes ia jadi tak berselera makan dan pergi meninggalkan warung bakso itu dengan hati yang tercabik-cabik karena lelaki yang ia cintai sudah bersama dengan wanita lain.


Sekelebat ingatannya pada saat Zio melihat dirinya berselingkuh dengan Gabriel. Pasti Zio sangat merasakan sakit yang amat luar biasa karena telah dihianati dan disakiti. Ia begitu menyesal andai waktu bisa diulang kembali pasti ia masih bersama dengan Zio sampai detik ini.


__ADS_2