ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
PERTENGKARAN


__ADS_3

"Iya, tentu saja aku mengenalmu. Wanita yang sudah merebut Devan dariku ! Aku adalah Bianca, pacar Devano Putra" ucap Bianca dengan tegas.


"Pacar Devan ?" Jihan mengernyitkan dahinya saat Bianca memperkenalkan dirinya.


"Iya ! apa kau tuli ?" bentak Bianca pada Jihan, Mayang yang melihat tingkah laku Binca pada sahabatnya yang semena-mena itu, menjadi geram dan ingin sekali melayangkan tamparan ke mulut Bianca. Namun tangannya dicekal cepat oleh Jihan.


"Sudah biarkan saja." ucap Jihan pelan pada Mayang.


"Aneh, orang miskin sepertimu bisa memiliki ponsel semahal itu. Dari mana kau mendapatkan uang ? jangan-jangan kau.." ucapan Bianca terhenti karena menelisik Jihan dari atas sampai ujung kaki ia tahu apa yang dikenakan oleh Jihan semua adalah barang bermerek.


"Kau Open BO ya ?" ucap Bianca dengan suara yang meninggi. Sontak para pengunjung cafe yang meyoritas adalah mahasiswa kampus itu menoleh ke arah Jihan. Mereka menatap sinis Jihan dan beranggapan bahwa Jihan bukan gadis baik-baik.


"Iya jangan-jangan dia open BO, aku pernah melihatnya diantar jemput dengan mobil mewah. Aneh sekali katanya orang miskin penerima beasiswa tapi sayang, ternyata suka jual diri." sahut teman Bianca yang menelisik wajah Jihan, karena pernah melihat Jihan diantar jemput dengan mobil mewah.

__ADS_1


"Tuh kan ! apa aku bilang, dia ini open BO lihat saja tampilannya tidak mencerminkan sama sekali kalau dia anak orang yang tidak punya !" Suara Bianca semakin meninggi dan menjadi-jadi dalam menghina Jihan.


Jihan tak tahan dengan tuduhan yang dilontarkan oleh Bianca dan teman-temannya padanya.


"Cukup !" Jihan berdiri dari duduknya kemudian berteriak dan menatap tajam Bianca ia tak terima jika dihina oleh orang yang tahu seluk beluk dirinya.


"Kau jangan membuat fitnah ! aku bukan wanita yang seperti itu !" Jihan membentak Bianca untuk mencoba membela dirinya.


Bianca yang tak terima saat Jihan membentaknya dan meyangkan tatapan tajam padanya. "Oh..kau berani membela diri ya ?" Bianca mendorong bahu Jihan hingga ia terduduk dikursinya.


"Oh...ternyata ada pendukungnya, apa jangan-jangan kau sama seperti temanmu ini. Sama-sama suka menjual selang.kang.an !" Balas Bianca semakin sengit.


"Kurang ajar ! sini kau !" Mayang menghampiri Bianca dan mencoba untuk berbuat kasar padanya. Namun dirinya dihentikan kedua teman-teman Bianca.

__ADS_1


"Hei minggir kalian, akan ku robekkan mulut jahatmu itu !" Nafas Mayang memburu ia benar-benar marah pada Bianca.


"Oh kau mau merobekkan mulut teman kami, sini kami robekkan dulu mulutmu !" ucap salah satu teman Bianca pada Mayang.


Kedua teman Bianca menyerang Mayang hingga terjadilah pertengkaran antara Mayang dan kedua teman Bianca.


Bianca menghampiri Jihan yang panik melihat sahabatnya itu dikeroyok oleh teman-temannya. Bianca menarik rambut panjang Jihan hingga Jihan meringis kesakitan.


"Ini akibatnya jika kau berani merebut Devan dariku, dasar wanita murahan !" Bianca menghempaskan rambut Jihan hingga kening Jihan terbentur pinggir meja.


"Aahhh..sakit !" Jihan meringis saat merasakan keningnya terluka.


"Jihan !" Mayang terkejut melihat sahabatnya itu terduduk dilantai memegangi keningnya.

__ADS_1


"Itu belum seberapa Jihan !" Bianca dan kedua temannya meninggalkan Jihan dan Mayang.


Semua yang memperhatikan itu menjadi semakin sinis pada Jihan. Dan berasumsi jauh pada Jihan jika Jihan benar-benar wanita murahan yang suka menjual diri dengan lelaki hidung belang.


__ADS_2