
Keesokan harinya Zio mengantar Jihan ke kampus. Senyum bahagia menghiasi keduanya. Apalagi Zio sepanjang jalan mengenggam tangan Jihan tanpa melepaskannya.
Saat mereka sudah berada didepan kampus Zio menghembuskan nafas dan cemberut karena mereka harus berpisah.
"Belajar yang rajin biar cepat lulus dengan hasil yang memuaskan" Zio memberikan semangat untuk Jihan tak lupa mencium kening istrinya itu.
"Terimakasih" Jihan tersenyum manis kemudian ia turun dari mobil dan melambaikan tangan ke arah Zio.
Mobil Zio menjauh dari pandangan Jihan tiba-tiba ia dikagetkan dengan sosok Devan yang sudah berdiri disampingnya.
"Jadi itu suamimu ?" ucap Devan pelan.
Jihan menelan kasar silvanya tak menyangka kalau Devan melihat siapa suaminya.
"Fabrizio Argantara" lirih Devan.
Jihan membulatkan matanya saat Devan tahu nama suaminya. Haruskah ia mengelak ? tapi untuk apa lagi pula Devan sudah mengetahuinya.
"Devan.." suara Jihan tercekat ia bingung harus berkata apa.
__ADS_1
"Bukankah dia akan menikah dengan seorang Model, lalu kenapa kau jadi istrinya ? Sebenarnya hubungan pernikahan seperti apa yanh kalian jalani Jihan ?" Devan mencecar Jihan dengan pertanyaan.
Jihan menghela nafasnya ia memilih untuk tidak menggubris pertanyaan yang dilontarkan oleh Devan. Tubuhnya berbalik dan hendak pergi meninggalkan Devan.
"Apa kau menjadi istri simpanannya ?"
Pertanyaan Devan membuat hati Jihan terasa diremas-remas kata Istri Simpanan yang disematkan untuknya begitu sakit baginya.
"Jaga perkataanmu" Jihan menekankan kata-katanya pada Devan. Hilang sudah rasa kagum pada dirinya untuk lelaki yang selama ini ia kagumi.
"Lalu apa sebutan untuk wanita yang pantas menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain ?!" Devan menatap remeh Jihan.
"Aku bukan wanita seperti kau yang fikirkan !" Jihan semakin menatap nanar Devan yang mencecar dirinya.
"Katakan ! Jika kau bukan orang ketiga dalam hubungan mereka lalu apa sebutan pantas untukmu ?" Devan menatap tajam Jihan, sedari kemarin sejak Jihan menolak cintanya dan mendapatkan kenyataan pahit jika Jihan sudah menikah , ia jadi membenci Jihan.
"Bukan urusanmu ! Terserah kau ingin mengatakan apa, aku tidak peduli !" Jihan berbalik menghapus air mata di pipinya dengan cepat dan meninggalkan Devan seorang diri.
Devan semakin geram karena Jihan tidak menggubris dirinya terlebih lagi Jihan bersikap acuh padanya. Ia mengepalkan kedua tangannya, kenapa rasa cinta yang ia miliki untuk Jihan kini berubah menjadi sebuah amarah yang berkobar dalam dirinya.
__ADS_1
Devan marah karena ia tak bisa mendapatkan Jihan. Devan kecewa karena ada lelaki yang lebih dulu mendapatkannya, dan Devan terluka karena Jihan sudah menjadi istri orang.
Terlebih lagi lelaki yang mendapatkan Jihan lebih dulu adalah seorang Fabrizio Argantara, lelaki yang begitu sempurna.
Berbanding jauh jika dibandingkan dirinya ia hanyalah seorang lelaki yang meranjak dewasa belum mapan dan sukses seperti Fabrizio.
Tiba-tiba datang seorang wanita cantik memeluk lengan Devan dia adalah Bianca mantan pacar Devan yang sudah ia putuskan.
"Cintamu bertepuk sebelah tangan Dev, seharusnya kau melihat aku yang selalu ada untukmu. Apalagi yang kau harapkan gadis miskin itu ?!" Bianca masih tak terima jika ia diputuskan oleh Devan terlebih lagi ia baru tahu jika putusnya hubungan mereka karena Devan yang menyukai Jihan.
"Kau terlalu banyak bicara, Bian. Jaga ucapanmu." Rahang Devan mengeras saat Bianca tiba-tiba memeluk tangannya dan terlebih lagi ia menghina Jihan dengan sebutan Gadis miskin.
"Aku berkata benar, Dev. Apa yang salah ? Apa bagusnya dia jika dibandingkan aku ?" Bianca membela diri tak ingin jika Devan terus menerus membela Jihan.
"Berkacalah sebelum kau bicara !" Devan menghempas kasar tangan Bianca yang memeluknya kemudian ia pergi meninggalkan Bianca dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kau keterlaluan Dev, aku tidak akan membiarkanmu terus mengejar gadis miskin nan sialan itu ! Jihana awas saja Kau !" ucap Bianca dalam hati tangannya mengepal kuat sembari pandangan matanya tidak lepas dari punggung Devan yang sudah pergi menjauh.
.......
__ADS_1
Sorry banget kali Upnya lama, sebab Author lagi enggak enak badan 😌 🙏🙏