ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
JIHAN DAN MAYANG HILANG


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Zio mengantar Jihan ke kampus. Ia tidak merasa curiga sama sekali pada istrinya hari ini. Ia mengecup kening istrinya, dan untuk pertama kalinya Jihan mengecup pipi suaminya hingga Zio menyunggingkan senyuman manisnya.


Setelah mobil Zio jauh dari pandangan matanya, ia pergi masuk ke dalam kampus dan bertemu dengan Mayang.


"Mayang kau kenapa ?" Jihan mengernyitkan keningnya saat melihat lingkaran hitam di mata Mayang yang seperti tampak kurang tidur.


"Ini gara-gara suami mesumku." sunggut Mayang cepat.


Jihan menahan tawanya ternyata dirinya senasib dengan Mayang. "Jadi kita pergi ?" tanya Jihan.


"Tentu saja, aku tidak sabar untuk tidur seharian. Dan juga aku sudah memesan jasa pijat untuk kita berdua." Mayang tiba-tiba menjadi bersemangat.


Dan pada akhirnya Jihan dan Mayang pergi ke kota Bandung dengan menaiki kereta api. Mereka sangat senang karena dapat terbebas dari suami mesum mereka dalam sehari.


Setelah mereka sampai di Bandung dan villa orang tua Mayang. Jihan dan Mayang melihat pemandangan yang sejuk dan menenangkan disana. Kemudian mereka merebahkan diri diatas ranjang. Mereka benar-benar lelah dan butuh extra istirahat.

__ADS_1


... ....


Siang harinya di kantor Zio mendapatkan laporan dari Romi bahwa Jihan dan Mayang tidak mengikuti mata kuliah hari ini, ia terkejut mendengar laporan yang disampaikan oleh Romi.


"Apa kau sudah mencarinya dikampus !" ucap Zio yang terlihat gusar.


Romi mencoba tenang tentu saja ia tahu kemana keberadaan istri bosnya itu, namun ia diberi perintah oleh Nyonya Sonia untuk tidak memberitahukannya pada Zio.


Ya, sebelum Jihan pergi ke Bandung. Jihan menceritakan keluh kesahnya pada Mama Sonia. Sonia begitu kesal mendengar cerita Jihan pada Zio. Bisa-bisanya Zio tidak membiarkan menantunya mempunyai waktu untuk dirinya sendiri.


"Sudah Tuan, dan teman-teman dikampus Nyonya mengatakan jika Nyonya Jihan dan Nyonya Mayang memang tidak kuliah hari ini." terang Romi.


Zio mengusap kasar wajahnya ia kemudian keluar dari ruangannya dan hendak mencari keberadaan istrinya. Tiba-tiba ia terpikirkan oleh Rayyan mungkin saja Rayyan tahu dimana keberadaan Jihan.


Zio jadi berpikiran bahwa bisa saja istri sepupunya itu yang mengajak istrinya bolos kuliah dan pergi entah kemana. Ia menjadi emosi sendiri.

__ADS_1


Lain halnya dengan Rayyan, ia pun berpikiran jika mungkin saja Jihan mengajak istrinya membolos kuliah dan pergi tak tahu kemana.


Zio menelfon Rayyan saat ia tengah mengemudikan mobilnya.


"Dimana kau !" bentak Zio pada Rayyan dalam panggilan telfonnya.


"Hei kau jangan membentakku, harusnya aku bertanya dimana kau !" balas Rayyan tak kalah membentak dan sengit.


"Temui aku dirumah Mama !" ucap Zio yang memang sedang menuju pulang kerumah orang tuanya.


Begitu ia sampai dirumah ia mencari Jihan di kamar namun tidak ada keberadaan istrinya disana. Ia kemudian berteriak memanggil nama istrinya dan bertanya pada para pelayan namun tidak ada yang mengetahui keberadaan istrinya.


Zio mengusap kasar wajahnya ia kemudian ia merogoh ponsel disaku celananya. Namun ia mendapat teriakan oleh Rayyan yang datang secara tiba-tiba.


"Fabrizio !" teriak Rayyan suaranya menggema seisi lantai bawah rumah orang tua Zio.

__ADS_1


Zio menoleh ke arah Rayyan dan menatap tajam sepupunya itu, mereka saling menatap tajam. Hingga terjadilah perkelahian di antara keduanya.


__ADS_2