
WARNING AREA PANAS 21++++ YANG TIDAK SUKA BOLEH SKIP SAJA !!!!
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam Zio dan Jihan hendak beristirahat untuk tidur. Tiba-tiba tubuh Zio mendadak merasakan panas dan senjatanya mengeras. Mungkinkah minuman yang diberikan oleh Papanya mulai bekerja. Zio merasa tak tahan lagi sepertinya ia butuh sebuah pelepasan.
"Sayang..." ucap Zio dengan mata yang sayu.
"Mas kenapa ?" Jihan meraba kening suaminya ia takut jika Zio sakit.
"Tolong layani Mas malam ini, ini sangat menyiksa." ucap Zio dengan suara beratnya.
Zio dengan cepat me.***** bibir tipis Jihan hingga Jihan merasa terbuai dengan sentuhan Zio padanya.
Zio menciumi seluruh wajah Jihan hingga turun ke leher ia menye.sap leher Jihan dan memberikan banyak sekali tanda-tanda cinta disana. Zio menurunkan baju tidur bertali spageti milik istrinya itu dan memainkan dua gundukan kembar istrinya. Hingga Jihan melengguh dan men.desah.
Aaahhhhh Saat Zio meremas dua bukit kembar miliknya Jihan.
Hingga entah kapan keduanya dalam keadaan sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang. Zio memainkan inti Jihan yang bewarna merah jambu itu dengan lincah melalui lidahnya. Hingga Jihan merasakan sensasi nikmat yang tiada tara.
Aaaaahhhhh
__ADS_1
Lengguhan panjang Jihan akhirnya keluar dari mulutnya saat telah berhasil mendapatkan pelepasannya.
Zio menyatukan miliknya ke dalam milik Jihan yang selalu membuatnya mabuk ke payang dalam sekali hentakan kuat, karena milik Jihan semakin hari semakin sempit walaupun sering ia masuki.
Aaaaaahhh
Oooouuhhh Jihan
aaahh..aaahhh...aaahhh
Zio melakukan pertempuran diatas ranjang bersama Jihan begitu hebatnya hingga suara keduanya memenuhi seisi kamar mereka dengan des.sahan dan er.rangan yang bersahutan.
"Papa mengerjaiku !" ucap Zio dalam hati karena ia tak kunjung mendapatkan pelepasannya, padahal mereka sudah bermain selama dua jam.
Aaahh...aahhh
Aaahhh Mas akkuh lelah rengek Jihan saat suaminya tak berhenti menggaulinya.
Tahan sayang Mas belum selesai..aaahhh
__ADS_1
Aaahhh aaahhh aahhhh
Zio membalikan tubuh Jihan membelakangi dirinya, Zio menyatukan miliknya dari arah belakang hingga Jihan meng.erang merasakan kenikmatan dengan posisi seperti itu.
Zio menghentak-hentakan pinggulnya dengan kuat supaya miliknya cepat mendapatkan pelepasannya. Jihan hanya bisa pasrah dan men.desah merasakan hentakan yang begitu nikmat dari suaminya itu.
Hingga 1 jam kemudian Zio mendapatkan pelepasannya ia menyemburkan benih miliknya ke dalam-dalam milik Jihan. Jihan yang merasakan semburan hangat memenuhi rahimnya menjadi terkulai lemas dengan keringat bercucuran di dahinya.
"Papa tega sekali mengerjaiku seperti ini, besok-besok aku tidak berani lagi menertawakannya" ucap Zio dalam hati ia merasa kasihan pada Jihan yang terlihat kelelahan setelah melayaninya.
Zio menarik selimut menutupi tubuhnya dan istrinya yang sama-sama polos. Satu jam Zio dan Jihan baru tertidur. Zio kembali bangun saat senjatanya kembali mengeras lagi, dan meminta Jihan kembali melayaninya.
Aaahhh Mas Jihan merasakan jika milik suaminya kembali masuk dan menghentak-hentakkan kembali.
Aaahhh sayang...tolong Mas malam ini
Aaahh aahhh aaahhh
Zio melakukannya bersama Jihan hingga menjelang pukul jam empat pagi. Saking lelahnya kedua insan itu terlupa menjalankan kewajibannya untuk sholat subuh.
__ADS_1
... ...