ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
TINGGAL DIRUMAH MAMA


__ADS_3

Sore harinya Jihan pulang kuliah dengan di jemput oleh Mama Sonia. Sonia mengajak Jihan untuk tinggal dirumahnya sementara waktu. Karena ia takut nanti ada fans fanatik baik Cindy ataupun Zio yang mencari tahu informasi siapa istri Zio.


"Jihan maafkan Zio jika dia belum bisa memberitahu publik kalau kau istrinya. Ada banyak musuh dalam selimut di dunia ini Jihan. Apalagi Zio yang seorang pembisnis banyak orang yang suka padanya karena ia masih muda dan sukses. Tapi banyak juga yang tidak suka padanya karena apa yang sudah ia capai."


"Apalagi Cindy, kau pasti tahu banyak sekali para fansnya yang mungkin lebih memihak kepada Cindy. Kami tidak mau kau menjadi korban bullying nantinya"


Sonia benar-benar mencemaskan Jihan ia tak mau seujung kuku pun Jihan sampai terluka oleh orang lain.


"Mama tenang saja, Jihan pasti mampu menjaga diri" Jihan mencoba menenangkan mertuanya itu agar tidak terlalu khawatir padanya.


"Tapi tetap saja Mama takut jika terjadi apa-apa padamu, Jihan. Kau mau kan tinggal disini sementara waktu. Lagi pula Mama juga rindu masakanmu dan berbelanja bersamamu" ucap Sonia dengan wajah sendunya.


Jihan menghela nafasnya jika dipikir-pikir permintaan mertuanya itu ada benarnya. Jihan tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya ia menyetujui untuk tinggal sementara waktu bersama mertuanya.


"Baiklah Ma, Jihan akan tinggal disini"


Sonia tersenyum senang kemudian memeluk menantu kesayangannya itu. "Terimakasih Jihan."


"Masuklah ke kamarmu, sebentar lagi mungkin Zio akan pulang."


"Baiklah Ma."

__ADS_1


Jihan menuju kamarnya begitu ia masuk ke kamar. Ia melihat tidak ada yang berubah di kamar itu. Bahkan ia mengingat kejadian pertama kali ia bertengkar dengan suaminya. Satu hari setelah menikah, Jihan bahkan di tinggalkan oleh Zio dikamar itu.


Namun dari semua kejadian yang ia alami dan rasa sakit yang diberikan oleh suaminya itu padanya. Bukankah ia sudah merasa bahagia sekarang ? Zio mengakui bahwa dirinya sudah tidak bersama Cindy dan juga Zio sudah menyatakan bahwa dia sudah menikah. Itu artinya ia bisa memiliki dan dimiliki Zio seutuhnya baik dimata Tuhan ataupun orang lain.


Jihan menghela nafasnya ia menaruh tas ranselnya disofa. Kemudian ia menuju kamar mandi dan berniat membersihkan diri. Jihan berendam di dalam bathtub setelah melepas seluruh pakaiannya.


Berendam dengan air hangat dan ditemani lilin aroma teraphi membuat Jihan menjadi relax. Karena kelamaan berendam dan menikmatinya Jihan sampai tertidur.


.......


Zio turun dari mobilnya kemudian masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya. Rumah itu tampak sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Mungkin kedua orang tuanya sudah beristirahat. Padahal nyatanya mereka pergi menginap di hotel.


"Mama...Papa..Jihan.." Zio memanggil kedua orang tuanya dan juga istrinya, namun tidak ada jawaban diantara ke tiganya.


Zio menuju kamar kedua orang tuanya dibukakannya pintu kamar ternyata kosong mereka tidak ada dikamarnya.


Saat Zio menutup kamar kedua orang tuanya ia melihat kepala pelayan berjalan ke arahnya dan Zio mencegahnya.


"Dimana Papa dan Mama, Bu ?" Tanya Zio pada kepala pelayan yang bernama Ida yang sudah berumur 55 tahun itu. Zio memanggilnya Ibu karena ia sedari kecil sudah mengasuh Zio.


"Tuan dan Nyonya menginap di Hotel malam ini" jawab Bu Ida

__ADS_1


"Hotel ?" Zio terkejut kenapa kedua orang tuanya sampai menginap di hotel, padahal mereka punya rumah.


Zio meraba saku celananya dan mengeluarkan ponselnya. Ia kemudian menelfon Mamanya.


'Kau baru pulang jam segini ?' tanya Sonia ditelefon.


"Aku ada meeting penting dan bertemu klien, Ma. Mama dan Papa kenapa sampai menginap di hotel ?" tanya Zio penasaran.


'Kami mau bulan madu' bohong Sonia


"Ma, kalian sudah tua. Memangnya masih bisa Papa membuatkan aku adik ?" jawab Zio cepat.


'Hei dasar anak nakal, berani sekali kau meremehkan Papa ! Lebih baik kau yang cepat memberikan kami cucu ! sudah kau nikmati saja waktumu dirumah dengan Jihan' Anggara mamatikan panggilan secara sepihak.


"Ayo kita buat adik untuk Zio ?" ajak Anggara pada Sonia, karena tidak terima diremehkan oleh Zio barusan.


"Sudah tua, jangan aneh-aneh lagi pula memangnya dia masih berfungsi ?" Sonia menjawab sambil menatap milik suaminya itu.


"Anak sama Ibunya sama saja, sama-sama meremehkan !" Anggara mendengus kesal kemudian menarik Sonia hingga terjerembab dikasur dengan posisi ia diatas tubuh Sonia.


"Mari kita buktikan" Anggara menyeringai dan terjadilah apa yang akan terjadi hanya mereka berdua yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2