ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
AMARAH ZIO


__ADS_3

"Pak tolong percaya padaku, foto-foto itu hoax, itu tidak benar. Bukan Saya yang ada difoto itu !" Jihan mencoba membela dirinya dihadapan para Dosen dan Rektor yang menatap dirinya.


"Tapi foto ini benar-benar dirimu, Jihan." ucap salah satu Dosen yang percaya di dalam foto tersebut adalah Jihan.


"Saya bersumpah demi Tuhan itu bukan foto saya, Pak" Jihan mengatupkan kedua tanganya seraya memohon agar para Dosen dan Rektor kampusnya percaya padanya.


"Mana ada Pak maling ngaku, penjara pasti penuh menampung penjahat sepertinya !" balas Bianca menghakimi Jihan padahal dialah penjahat sebenarnya.


Di depan ruang rektor para mahasiswa yang kepo dengan apa yang dibicarakan para Dosen, Rektor dan Jihan di dalam sana terlihat menguping hal tersebut memancing Devan yang akan lewat ke arah ruang Rektor untuk ikut dalam kerumunan tersebut.


"Ada apa ini ?" tanya Devan pada salah satu mahasiswa yang duduk didepan ruangan Rektor.


"Apa kau tidak tahu kalau di kampus kita ini ada yang Open BO ? Aku jadi penasaran seperti apa wajah aslinya selain di foto." balas mahasiswa tersebut pada Devan.


"Si..siapa ?" ucap Devan merasa penasaran. Kemudian mahasiswa itu menunjukkan ponselnya pada Devan.

__ADS_1


Devan membulatkan matanya saat melihat foto Jihan dan seorang lelaki tidur tanpa busana difoto tersebut. Ia mengusap kasar wajahnya ia benar-benar tak menyangka Jihan akan menjadi korban fitnah yang begitu kejam.


Ia jadi teringat pada Bianca yang menuduh Jihan jika Jihan memang melakukan Open BO. Ia menjadi menduga jika foto tersebut adalah ulah Bianca.


Devan mencoba masuk ke dalam ruangan Rektor tanpa permisi terlebih dahulu, dan itu membuat para Dosen dan Rektor yang sedang melakukan investigasi pada Jihan menatap Devan tak suka karena tidak sopan.


"Devan.." lirih Bianca yang gelagapan saat Devan masuk ke dalam ruangan dan menatap tajam dirinya. Sedangkan Jihan menatap nanar Devan seraya memohon dalam hati untuk membelanya.


"Siapa kau ? berani sekali masuk ke ruangan ini tanpa permisi !" bentak Rektor kampus pada Devan.


"Saya yakin Jihan tidak melakukan perbuatan sekeji itu." Devan membela Jihan dan itu memantik Bianca semakin marah dan benci pada Jihan.


"Bapak jangan percaya, jelas-jelas di dalam foto itu adalah Jihan !" balas Bianca memperngaruhi Dosen dan Rektor kampus agar percaya padanya. Harapan Bianca adalah agar beasiswa Jihan dicabut dan dikeluarkan dari kampus. Dengan begitu tidak ada yang dapat merebut Devan darinya.


.......

__ADS_1


Sedangkan disisi lain Fabrizio sedang melakukan rapat tiba-tiba mendapatkan laporan dari Romi jika Jihan sedang mengalami masalah dikampusnya. Zio membubarkan acara rapat tersebut dan bergegas menuju kampus Jihan.


Di dalam perjalanan Zio menjadi tak tenang, terlebih lagi saat Romi memberikan laporan yang dikirim oleh salah satu pengawalnya sebuah rekaman kamera ponsel yang menampilkan perkelahian antara Jihan dan Bianca dalam sebuah cafe.


Rahang Zio mengeras dan matanya memerah ia benar-benar tidak terima saat Jihan menerima perundungan yang diberikan oleh ketiga temannya dalam video tersebut.


"Bedebah ! siapa mereka ?" nafas Zio membutu setelah melihat video tersebut.


"Belum tahu pasti Tuan, nampaknya teman Nyonya Jihan tidak menyukai Nyonya." balas Romi sembari mengemudikan mobilnya.


Kemudian Romi meminta bosnya untuk melihat slide berikutnya dalam tablet miliknya di sana terdapat foto Jihan dan seorang lelaki sedang tidur tanpa busana.


"Apa ini !" bentak Zio ia terkejut saat melihat foto tersebut, amarahnya semakin berkobar saat ia tahu jika istrinya menjadi korban fitnah.


"Itu foto editan Tuan, saya sudah meminta tim IT perusahaan kita mengeceknya. Dan itu benar hanya sebuah foto editan untuk menjatuhkan Nyonya Jihan." terang Romi

__ADS_1


"Kurang ajar ! siapa yang berani menyakiti istriku ? akan ku habisi dia !"


__ADS_2