
"Kenapa kita ke sini, Jihan." tanya Mayang saat Jihan mengajaknya ke toko pakaian dalam pada saat mereka tengah di Mall setelah pulang dari kuliah.
"Sebelum meninggalkan suami setidaknya berilah kesan indah, agar mereka terbayang selalu dengan kita." balas Jihan yang sedang memilih-milih lingerie.
"Wah kau benar juga, Jihan." Mayang menganggukkan kepalanya. Kemudian ia memilih beberapa lingerie seperti Jihan.
Setelah mereka selesai membeli lingerie, Mayang dan Jihan menuju sebuah restoran yang menyediakan menu ayam goreng untuk mengisi perut mereka. Saat mereka tengah mengobrol dan memakan pesanan mereka.
Tiba-tiba ada seorang lelaki datang menghampiri mereka. Dia adalah Devan, Devan mendudukkan diri di hadapan Jihan dan Mayang.
Jihan dan Mayang menghentikan kegiatan makan mereka dan menatap Devan.
"Hai, Jihan. Apa kabarmu ?" tanya Devan dengan senyuman dibibirnya jujur saja begitu sakit memiliki rasa cinta pada istri orang, tapi apa yang bisa ia perbuat mengikhlaskan pun bukanlah hal yang mudah.
"Baik, Devan." balas Jihan apa adanya.
__ADS_1
"Aku akan pergi ke Korea, aku akan pindah kuliah disana." ucap Devan pelan menjelaskan jika dirinya akan pindah kuliah.
Jihan dan Mayang membulatkan kedua mata mereka. Tiba-tiba saja Devan mengatakan akan pindah kuliah di luar negeri.
"Aku selalu berdoa semoga kau bahagia bersama suamimu, Jihan. Meski sampai saat ini aku masih memiliki rasa cinta untukmu." sambung Devan lagi
"Devan.." lirih Jihan ia tahu jika Devan mungkin saja sangat terluka karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Aku pamit Jihan, maafkan aku jika aku memiliki salah padamu." Devan menatap nanar Jihan dan tersenyum getir. Mengapa begitu sakit merelakan orang yang ia cintai dengan yang lain.
"Terimakasih, aku pergi. Sampai jumpa Jihan." Devan bangkit dari duduknya ia kemudian pergi dari hadapan Jihan dan Mayang.
Jihan yang melihat punggung Devan menjauh dari pandangan matanya. Ia menjadi kasihan pada Devan, tapi ia percaya akan takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan.
Ia sudah dimiliki oleh Zio, dan ia bahagia akan hal itu dicintai oleh suaminya. Prihal Devan ia hanya kagum padanya tidak lebih dari itu. Karena hatinya sudah terkunci dan tertutup rapat hanya untuk suaminya, Fabrizio Argantara.
__ADS_1
Mayang yang menyaksikan itu pun mendadak menjadi melow dan kasihan pada Devan. Tapi ia tahu Jihan sudah bahagia dengan suaminya. Seharusnya Devan memang harus mengikhlaskan Jihan dan mencari kebahagiaannya sendiri.
"Kau beruntung sekali dicintai oleh dua lelaki seperti Tuan Fabrizio dan Devano." ucap Mayang menatap Jihan.
"Hanya sebuah keberuntungan, dan aku tidak akan pernah menghianati suamiku, karena aku mencintainya, May." balas Jihan
"Kau benar Jihan, cinta dan kesetiaan itu mahal harganya." ucap Mayang menyunggingkan senyuman dibibirnya. Ia jadi teringat pada suaminya, bahkan diantara mereka sampai saat ini belum ada yang berani menyatakan cinta. Hubungan pernikahan mereka berjalan layaknya air mengalir. Padahal Mayang sudah mencintai suaminya, namun ia tak berani untuk mengungkapkannya terlebih dahulu.
"Semoga kau selalu setia pada suamimu, May." Jihan menasehati sahabatnya itu, karena ia tahu sepak terjang hubungan pernikahan sahabatnya itu tidak diawali dengan cinta.
"Tentu saja." jawab Mayang menyembunyikan perasaannya dari Jihan.
.......
Gaes udah dulu ya hari ini, aku enggak sanggup nulis lagi 🤣 besok aku up lagi deh yang banyak. Aku lagi ngajuin crazy Up ke pihak NT, biar kalian enak bacanya sekali up 3 bab 😘
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen kalian biar aku semangat nulisnya 😁