ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
MENYESAL TIADA BERGUNA


__ADS_3

Penderitaan yang dirasakan oleh Nindy tidak hanya sampai disitu. Saat ini ia begitu kecewa dengan sikap Gabriel padanya. Saat Gabriel tahu dirinya mengidap penyakit kanker rahim ia tak lagi memperdulikan dirinya.


Bahkan dengan terang-terangan Gabriel berhubungan dengan wanita lain yang merupakan Artis pendatang baru. Gabriel bahkan memutus kontrak kerja dirinya diperusahaan miliknya. Karir Nindy padam dalam sekejab karena Gabriel tidak mau lagi berhubungan dengan dirinya yang berpenyakitan.


"Gabriel, kau tega sekali padaku." lirih Nindy pada Garbriel yang sedang duduk mengangkat satu kakinya sambil menghisap rokok ditangannya.


"Aku tidak mau menampung wanita penyakitan sepertimu !" ucap Gabriel dengan sinis.


Nindy meneteskan air matanya saat Gabriel menghinanya, padahal sebelumnya Gabriel sangat mendambakannya hingga Nindy terbuai akan sikap dan kehangatan Gabriel, itulah kenapa Nindy rela jika tidur bersama Gabriel karena disatu sisi ia jarang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Zio yang sangat sibuk bekerja.


Tiba-tiba kepala Nindy mendadak menjadi pusing pandangannya mengabur ia terjatuh diatas lantai dan tak sadarkan diri. Gabriel bangun dari duduknya menghampiri Nindy, dan mencoba menolongnya dengan membawanya ke rumah sakit.


Beberapa waktu kemudian Nindy sadar dari pingsannya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan melihat tangannya yang dipasang alat infus. Lalu ia melihat ada Gabriel dan seorang dokter disampingnya.


"Dokter saya kenapa ?"


"Selamat ya anda positif hamil !" ucap dokter tersebut tersenyum senang memberikan kabar bahagia pada pasiennya.


jeder

__ADS_1


Bagaikan disambar petir ditengah hari bolong Nindy tak menyangka dengan apa yang diucapkan oleh Dokter padanya. Begitupun dengan Gabriel ia terpengarah oleh ucapan Dokter tersebut, jika Nindy hamil apakah itu anaknya ?


"Ha..hamil ? Saya hamil Dokter ?" ucap Nindy dengan bibir yang gemetar.


"Iya kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan juga USG kandungan Nyonya sedang memasuki minggu ke tiga." Dokter menyerahkan dua buah gambar USG pada Nindy.


"Ap..apa ?" Nindy mengambil gambar USG itu dengan tangan yang gemetar.


"Kehamilan saat mengidap penyakit kanker rahim sangat beresiko Nyonya, kami sarankan untuk mengangkat kandungan anda demi menyelamatkan nyawa anda nantinya. Dan juga Nyonya harus melakukan serangkaian perawatan intensif untuk menyembuhkan kanker rahim itu."


Air mata Nindy menetes saat mengetahui jika dirinya tengah mengandung yang lebih parahnya ia harus membuat keputusan untuk mengakhiri kehamilannya, itu artinya ia akan kehilangan calon anaknya.


"Apa itu anakku ?" ucap Gabriel menatap gambar USG ditangan Nindy.


Nindy menoleh ke arah Gabriel dengan perasaan yang campur aduk. "Kau pikir anak siapa lagi ? kau selalu bermain tanpa pengaman dan aku tidak pernah memakai kontrasepsi apapun !" terang Nindy.


"Bisa saja itu anak Fabrizio, mantan pacarmu itu !" jawab Gabriel cepat ia tak terima jika Nindy mengandung anaknya karena dirinya tak mencintai Nindy dan juga tak ingin memiliki anak sebab ia masih mau menjelajah banyak wanita yang ia sukai dan dapat memuaskan dirinya.


"Kau tega sekali berkata seperti itu ! bahkan dia menyentuhku selalu menggunakan pengaman !" ucap Nindy tak terima dengan tuduhan yang dilontarkan oleh Gabriel padanya dengan menganggap anak yang dikandungnya bukan anak Gabriel.

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu ! gugurkan janin itu, lagi pula apa kau mau mati konyol dengan penyakitmu dengan mempertahankan kandunganmu ?" ucap Gabriel tegas ia benar-benar tidak menginginkan anak yang dikandung oleh Nindy.


"Kau jahat sekali Gabriel, tega-teganya kau menyuruhku menggugurkan kandunganku yang merupakan darah dagingmu sendiri." Tangis Nindy semakin luruh saat Gabriel menyuruhnya menggugurkan calon anaknya. Sejahat apapun Nindy dimasa lalu ia ingin sekali memperbaiki dirinya, jika saat ini dia dihadapkan oleh takdir yang mengharuskan ia hamil namun juga memiliki sebuah penyakit.


Ia akan tetap mempertahankan kandungannya, karena ia akan menjadi seorang Ibu. Ia tak mau menjadi Ibu yang jahat karena membunuh anaknya sendiri hanya karena lelaki yang menghamilinya tak mengakui anak yang ada dikandungannya.


"Lalu apa maumu, hah ? mempertahankan janin itu !"


"Aku akan merawatnya, aku tidak akan membunuh anakku sendiri !" ucap Nindy dengan tegas.


Gabriel tersenyum smirk ia tak menyangka Nindy akan mempertahankan kehamilannya saat Nindy sendiri sedang dihadapkan sebuah penyakit yang mematikan.


"Baik terserah kau saja, tapi jangan harap kau mendapatkan pertanggung jawabanku ! sampai kapanpun aku tak akan mengakui anak didalam kandunganmu adalah anakku !" ucap Gabriel dengan tegas kemudian meninggalkan Nindy seorang diri diruang perawatan.


"Gabriel...kau mau kemana ?!" teriak Nindy saat Gabriel meninggalkan dirinya.


Tangis Nindy pecah dan semakin menjadi-jadi ia tak menyangka jika hidupnya dipenuhi derita. Mungkinkah ini balasan atas dosa yang pernah ia lakukan dimasa lalu. Nindy sangat menyesal andai dulu ia tak gelap mata akan cinta milik saudari kembarnya, mungkin ia tak akan mengalami nasib buruk seperti ini.


... ....

__ADS_1


Gaes sorry banget aku cuma bisa up 2 bab hari ini sebab aku capek banget baru balik dari luar kota, besok janji aku update sebanyak-banyaknya kalo jariku enggak keriting 🤣🤣🤣 Jangan lupa like dan komen kalian, makasih banyak yaa 😘😘😘


__ADS_2