ISTRI SIRI CEO

ISTRI SIRI CEO
SEKRETARIS BARU


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Zio sudah aktif bekerja di kantor. Selama ini ia bekerja di rumah dan melakukan rapat secara virtual. Karena ia sedang menikmati masa awal menjadi seorang Ayah yang siap siaga untuk anak dan istrinya.


Zio sudah berani bekerja di kantor karena Jihan yang meminta dirinya. Sebab Jihan sudah merasa lebih baik apalagi ada pengasuh yang membantunya mengurus Keenan dan Mama Sonia yang setiap hari selalu datang membantunya.


Saat ini Zio sedang mengerjakan pekerjaannya ia sangat fokus pada layar di laptopnya. Tiba-tiba Romi datang menghadap padanya dan memberikan tiga berkas yang berisi data diri sekretaris baru yang akan membantu Zio. Karena sekretarisnya yang lama sudah berhenti bekerja karena memilih menjadi Ibu rumah tangga setelah menikah.


"Ini tiga kandidat yang akan menjadi sekretaris baru Tuan, anda bisa memilih diantara ketiganya." ucap Romi


Zio kemudian membuka berkas itu satu persatu, dua berkas itu di lihatnya merupakan lulusan terbaik dari luar negeri. Dan sudah memiliki pengalaman menjadi seorang sekretaris. Sedangkan yang satu lagi baru saja lulus kuliah dari kampus ternama dalam negeri dan juga lulusan terbaik walaupun belum memiliki pengalaman sama sekali.


"Menurutmu yang mana lebih pantas, Romi ?" tanya Zio pada Romi yang sedang memperhatikan tablet ditangannya.


"Ketiga kandidat ini semuanya layak, Tuan. Tapi saya lebih tertarik pada yang nomor tiga." jawab Romi

__ADS_1


"Kenapa ?" tanya Zio lagi


"Karena ia belum berpengalaman, dan juga sangat sopan. Saya bisa mengajarkannya jika Tuan tidak keberatan." ucap Romi sebenarnya bukan itu alasannya melainkan ia menyukai gadis itu saat pandangan pertama.


"Kau sangat aneh memilih yang belum berpengalaman seharusnya kau..." Zio menghentikan ucapannya ia kemudian menebak jika saja ada maksud lain Romi memilihnya karena mungkin saja Romi menyukainya.


Zio menyunggingkan senyuman pada pada Romi ia sampai geleng-geleng kepala. "Kau menyukai gadis ini." tunjuk Zio pada foto berukuran 4x6 pada berkas ditangannya. Kemudian Zio tertawa ia tak menyangka Romi bisa move on dari almarhumah Nindy.


"Terimakasih Tuan." balas Romi tersenyum senang.


Setelah itu Romi keluar dari ruangannya dan Zio kembali melanjutkan pekerjannya. Waktu terus berjalan hingga jam menunjukkan pukul dua belas siang. Zio berdiri dari duduknya ia kemudian keluar dari ruangannya rencananya ia ingin makan siang di kantin kantornya.


Romi yang berpapasan dengan Bosnya itu kemudian ia mengikuti dari belakang menuju kantin.

__ADS_1


Dan disinilah mereka berada Zio dan Romi sedang menikmati makan siang mereka. Semua karyawan yang biasa makan siang di sana mereka bisa tertawa-tawa mendadak hari ini seakan menjadi bisu, karena ada Bosnya disana.


"Kenapa kantin ini hening sekali." ucap Zio sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Mungkin karena Bosnya makan disini." jawab Romi apa adanya.


"Apa aku menyeramkan ?" tanya Zio menghentikan kegiatan makannya.


"Bukan menyeramkan Tuan, anda tampan dan berkharisma anda juga pemimpin perusahaan ini. Tentu saja para karyawan disini sangat segan pada anda." jawab Romi apa adanya dan Zio hanya menganggukkan kepalanya.


"Setelah makan siang ini kita harus bertemu dengan Tuan Alexander di perusahaan cabangnya di Jakarta. Kita harus menyelesaikan kerja sama perusahaan hari ini, Tuan." ucap Romi


"Baiklah, kau urus semuanya. Aku akan kembali ke ruangan ku karena harus menelfon Ibu Negaraku." jawab Zio terkekeh ia kemudian meninggalkan Romi yang masih duduk sambil tersenyum kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2